Cinta, Maut Dan Takdir

Cinta, Maut Dan Takdir
Vero Rendra Pranata


__ADS_3

~Disisi lain


Vero sedang sibuk dengan sekantong belanjaan,  memasukkan sayuran segar ke kulkas dan lainnya.


Ddrrrtt ddrrtt.. Suara handphone


"halo,  assalamualaikum nak" terdengar suara wanita paruh baya dari seberang telepon


"Wa'alaikumsalam bunda" jawab Vero sopan


Wanita paruh baya itu adalah buk Wina bunda Vero


"kapan kamu nginap di rumah nak? Bunda ama ayah kangen tau" kata bunda Wina


"ia bun nanti Vero ke rumah nginap" kata Vero


"sering sering lah ke rumah, nggak kangen apa ama bunda" kata bunda Wina


"ia bun ia. Udah dulu yah bun Vero lagi beberes nih, assalamualaikum bunda" ucap Vero mengakhiri panggilan telepon itu


"ya udah, Wa'alaikumsalam" jawab bunda Wina


Panggilan telepon pun berakhir dan Vero melanjutkan aktivitasnya.


Vero memang orang yang mandiri ditambah lagi dia lebih suka kebebasan makanya ia lebih memilih tinggal di apartemen sendirian dibanding di rumah bareng ayah bundanya


Setelah selesai beberes Vero menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


Tteettt tteettt... Suara bel berbunyi


Karena Vero sedang dikamar mandi jadi ia tak mendengar bunyi bel juga tak mengetahu kedatangan kedua sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Dimas dan Natan


"keluar kali yah nih anak" kata Natan


"nggak mungkin lah, orang motornya ada kok" kata Dimas


"ya udah lah masuk aja,  tau passwordnya juga" lanjutnya lalu membuka pintu apartemen Vero

__ADS_1


Mereka berdua pun masuk dan duduk di ruang Tv.


Tak lama kemudian Vero selesai mandi dan berpakaian lalu keluar dari kamarnya, ia sudah nggak kaget lagi akan kedua temannya yang sudah berada di ruang tv.


"dah lama lu berdua?" tannyanya pada kedua sahabatnya


"baru aja kok,  belom 5 menit malah" jawab Dimas


"jadi keluar nggak nih? " tanya Natan


"jadi dooong" secara bersamaan


"tapi jangan ampe larut yah" kata Natan


"lah kenapa?" tanya Vero heran


" besok sekolah lah, lu mau pala gue digetok pake panci ama mak gue" kata Natan


"ya udah deh yuk ketempat biasa aja" ajak Dimas


"ok" bersamaan


Dimana lagi kalau bukan tempat bapapan liar yang sering disebut sebagai "BLAYER"


Inilah sebabnya Vero lebih memilih untuk tinggal di apartemen.


***


~BLAYER


Tibalah mereka bertiga di blayer dimana hanya terdengar suara motor yang saling menggonggong


"nggak ikutan lu Ver?" tanya Dimas


"nggak mau nonton aja gue" kata Vero


"tumben lu, biasanya juga main lu" kata Dimas

__ADS_1


"udah ah biarin, klau ikutan main bisa brabe ntar" kata Natan


"lah napa emang?" tanya Dimas


"kalau dia ikutan mah bisa bisa pulang pagi kita" kata Natan


"oh ia yah lupa,  kita kan lagi bawa anak baby" ledek Dimas


"******, gue sleding bibir lu ya" kata Natan kesal


"udah diam,  sesama baby jangan saling ngeledek lu berdua malu maluin tau" celetuk Vero terkekeh


"uuu...  Semerlap lu" secara bersamaan


Waktu menunjukkan pukul 1:00 mereka pun berniat untuk balik ke rumah


"balik yuk, gue udah ditelepon mulu nih ama mak gue" kata Natan


"ya udah yuk dah jam 1 juga" kata Dimas dan Vero pu langsung berdiri


Mereka memutuskan untuk kembali kerumah masing masing kecuali Vero menuju apartemen.


***


~Apartemen


Setibanya di apartemen Vero kembali membersihkan diri terlebih dulu sebelum merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.


Setelah selesai ia menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur dan memejamkan matanya.


Tiba tiba ia teringat akan cewek aneh yang dua kali bertabrakan dengannya dalam sehari.


"kok gue mikirin dia sih"


"aaahhh....  Sadar Vero ngapain lu mikirin cewek aneh dan ketus kek gitu" sambil mengacak rambutnya sendiri lalu menutupi wajahnya dengan bantal. Tak lama kemudia ia pun tertidur dengan wajah yang tertutup bantal


Inilah seputar kehidupan Vero Rendra Pranata.

__ADS_1


Suport aku  guys dengan VOTE DAN KOMENT.


Terimakasih udah baca episode sebelumnya 🙏😊


__ADS_2