
***
Setelah tiba dirumah Zoya langsung menuju kamarnya dan membersihkan diri.
Zoya memiliki dua saudara laki-laki, ia anak ketiga dari tiga bersaudara. Ia terkesan manja saat bersama keluarganya
Jevri Rekas anak pertama keluarga Rekas ia menjalankan perusahaan keluarganya dan Jordan Rekas anak kedua keluarga Rekas ia juga bekerja diperusahaan bersama Jevri.
Saat Zoya menuruni anak tangga terlihat seorang wanita paruh baya yang sedang bercengkerama didapur menyiapkan makan siang.
Siapa lagi kalau bukan buk Ina Nyonya keluarga Rekas.
Meskipun buk Ina sebagai orang tua tunggal namun ia mendidik ketiga anaknya dengan baik. Ayah Zoya meninggal saat ia berusia 3 tahun.
"Mom, abang belum balik dari kantor? " tanya Zoya pada ibunya saat sudah berada didapur
"abang abang kamukan pulangnya jam 4 nak" jawab buk Ina pada putrinya
"bagus deh, kalau gitu aku keluar bentar yah mom" ucap zoya sambil berlari kekamarnya
Melihat hal itu buk Ina mengerutkan keningnya dan menggelengkan kepala sambil tersenyum.
"mom pamit dulu yah, Assalamualaikum" pamit Zoya pada ibuknya
"mau kemana nak? " tanya buk ina
"keluar bentar mom, bay... " lanjutnya
"hati-hati nak, Wa'alaikumsalam" jawab buk Ina
***
~Di Supermarket
__ADS_1
Terlihat cowok ganteng bertubuh atletis sedang berbelanja kebutuhan hariannya di apartemen.
Meskipun ia dari keluarga yang berada ia lebih memilih untuk tinggal sendiri dan mandiri
Bruk... Suara tabrakan
"lo lagi?" secara bersamaan
"kalau jalan tuh .." Vero belum menyelesaikan ucapannya langsung dipotong oleh Zoya
"pake mata? **** lo ya" memotong ucapan Vero dengan ketus
"lo tuh ya. Iiihh untung lu cewek" dengan kesal Vero langsung berlalu meninggalkan Zoya
"emang kenapa kalau gue cewek? dasar gorila" ucap Zoya kesal
Zoya kembali berbelanja, seperti biasa ia selalu menyiapkan stok cemilan dikamarnya karena Zoya memang tipe orang yang suka ngemil.
***
Vero berjalan menuju parkiran sambil mengoceh sendiri
"dasar cewek aneh"
"kenapa harua ketemu dia disini sih"
"sial banget gue, iiiihhh.
Vero terus menggerutu hingga tiba diparkiran motor.
Kemudian ia melihat Zoya yang sedang berjalan kearahnya
"mau ngapai lagi nih anak? " kata Vero
__ADS_1
Zoya berdiri tepat disebelah Vero, tepatnya sih motor mereka parkirnya bersebelahan.
"apa lu liat liat" ketus Zoya
"dasar cewek aneh" kata Vero sambil memalingkan wajahnya
"apa lu bilang?" tannyanya karena kurang mendengar apa yang dikatakan Vero
"nggak, gue nggak bilang apa apa" jawabnya dengan nada santay
"iihh... Dasar" ucap zoya dengan geram
"APA? " ketus Vero
"APA LU? " tak mau kalah Zoya pun balik ketus
"bawa motor lu? Emang kaki lu nyampe?" tanya Vero
"urusan gue lah, nyampe kek nggak kek apa urusan lu? " balik tanya dengan ketus
"biasa aja lu, gue kan kasian ama motornya" kata Vero
"maksud lu?" tanya Zoya kesal
"ya karena dikendarain ama cewek aneh kaya lu" kata Vero langsung berlalu meninggalkan Zoya dengan tertawa puas karena telah meledek cewek yang menurut dia aneh
"iiiihh... Dasar GORILA.." teriak kesal Zoya. Lalu ia pun bersiap untuk kembali pulang.
Dalam perjalanan kembali ke apartemen Vero cengar cengir puas telah membuat kesal cewel yang menurut dia aneh
Berbeda dengan Zoya yang sepanjang jalan menggerutu kesal akan Vero.
Kira-kira bagaimana kelanjutan Vero dan Zoya? 🤔
__ADS_1
Jangan lupa Vote guys biar Author makin semangat updatenya 😊