Cinta Aku Dan Kamu

Cinta Aku Dan Kamu
part 7


__ADS_3

" benarkah?"


" iya,. untung masih bisa di selamatkan. "


" Kamu bahagia?"


" Aku bahagia. Tante, ada apa emangnya."


" Tante karena jarang pergi karena kepikiran Rio, terlebih Kenzie. Dia sejak kamu nikah buat Tante, bingung. Dan khawatir."


" Kenapa Tante ga jodohkan aja. Sama seperti Rio"


" Dia ga mau, padahal papa dia udah jodohkan tapi dia selalu menghindar. Seandainya Vira ada, mungkin dia akan menerima. Tapi apa daya, dia ga ada ."


" Hm.. ya tante.aku sempat terpukul saat sepupu aku. Meninggal, karena entahlah. Padahal saya ketemu, pas kematian kakek dan nenek dia masih bisa tegar."


" Tapi ya, entahlah."


" Hm. Tante yang kenal dia sejak SD, sama sekelas dengan Kenzie. Tante tau sikap dia. Tapi terkadang Kenzie, membuat sedih dan Tante tau rasaya di abaikan."


" Hmm, aku juga pernah tapi sebentar" sambil tersenyum.


" Kamu pernah di abaikan sama siapa?".


" Suami aku.." mendengar itu ibunya Kenzie sedikit sedih.


" Tapi, ya dia bisa buat aku ga di abaikan lagi. Kadang papa suka marah hahah"


" Boleh Tante ke rumah kamu?"


" Tentu Tante ga masalah, Tante ga usah khawatir."


" Makasih ya kin-kin "


" Sama-sama Tante. Oh ya Tante udah makan belum?"


" Udah."


" Mau jalan-jalan?".


" Boleh.." dan kami keluar rumah untuk jalan mungkin ke mall atau lainya.


1 harian aku jalan dengan ibunya Kenzie dan Rio. Dia sangat kesepian karena mungkin tak ada yang menemani.


" Mungkin.."


Sekarang aku bersama dengan mama Kenzie dan Rio. Dan aku melihat ada calon mantu, yang sedikit tak suka sama aku. Entahlah, apa yang ga suka, aneh deh.


Aku dan Tante, langsung memanggil calon mantunya. Dia memberi salam, dan berkata " Tante sama siapa?"


" Oh, sama kineta, kamu sama siapa?"


" Sama papa, hari ini ada kerjaan sama papa. Kok Tante sama dia"


" Biasa jalan. Karena bosan."


" Kan Tante bisa ajak aku?"


" Ah, maaf ya, lupa Tante. Besok Tante hubungi kamu deh."


" Dia kan bukan calon mantu Tante, dan juga bukan siapa-siapa Tante" katanya yang sinis. Aku hanya cuek. Tante seperti ga enak sama aku.


" Tante, maaf sekarang saya pulang. Kan sekarang Tante Ama calon istri Rio, jadi saya pamit. Permisi"


" Eh, ga apa-apa, kamu"


Sebelum melanjutkan perkataannya Tante. Aku tiba-tiba ada telepon.


" Ya, halo.."


" ...."


" Apa.. kok bisa saya ke sana" .lalu langsung matikan panggilan. Dan langsung pamit dan pergi menggunakan taksi. Dengan terburu-buru.


" Ayo Tante saya temani. Nanti aku bilang papa deh kalau aku nemeni tanten "


" Iya," langsung pergi dari sana.


Sampai di rumah, aku melihat papa ga sehat. Dan aku mendekati


" Papa kenapa?"


" Biasa nak, kambuh."


" Udah minum obat?"


" Udah tapi ya gitu,"


" Jangan di tunda pah. Nanti Akma cemas lih "


" Iya,. Ambilin " di anggukan olehku dan papa meminum obat


" Kamu tadi kemana?"


"Oh, pergi sama mamanya Kenzie, Rio."


" Jangan terlalu dekat "


" Iya, pah. Kin-kin tau. Mungkin mulai sekarang, karena ga enak kayaknya sama calon Rio."


" Hm, ya, papa, ga larang cuman takut nanti jadi masalah"


" Iya, makasih udah ingatkan ."


“Istirahat dulu aja. Biar, ga cape kasian kamu pagi hamil “.


Sore pun tiba…


 


Suamiku sudah datang. Dan langsung berada di sofa kamar kami.


“ tadi papa, sakit love?”


“ hm. Tapi udah ga lagi. Udah minum obat “


“ oke makasih ya love “  Akma mencium sang istri dan langsung ke kamar mandi untuk mandi.


15 menit beres. Langsung, duduk di samping sang istri sedang baca novel .


“ Love, Minggu depan check up ya “


“ ya, “


“Kamu lagi mikirin apa?”


“ tadi kan jalan sama mamanya Rio dan Kenzie. Nah ketemu tuh calonya Rio. Eh, dia pikir aku mau pedekatan sama mamanya. Kan yang ngajak mama Rio calon mertuanya.”


“ mungkin dia cemburu love. Jangan terlalu dekat dengan mereka demi kamu Dan baby kita “


“ Iya, chagiya.”


“ oh ya kata sepupu aku kamu nyelamatkan temanya bener?”


“ Hm, sepulang dari tempat kamu.”


“ Oh, gitu. “


“ Dan setelah mereka datang aku pulang. Kan udah ada yang jaga. Dan ga nyangka dia teman sepupu kamu “


“ Ya, kami jarang ketemu. Dan waktu itu juga dia ga bisa sama kita karena dia sibuk, dengan urusan dia .”


“ ya kali udah yuk ke bawah buat makan malam…”


“ Ya, “

__ADS_1


 


Setelah makan malam. Kami langsung ke kamar. Dan aku emlihat film yang baru sedangkan Akma, serius dengan laporan di meja, aku hanya sedikit kasian pada suaminya, dia. Harus mengurus semua. Karena papa sudah melepaskan semua ke Akma. Mau ga mau Akma mungkin gini. Tapi dia tetap sayang dan membagi waktu untuk aku.


☘️☘️☘️☘️


Hari pagi.


 


Sekarang, aku bangun Akma sudah tak ada . Apa dia berangkat pagi banget?.


Lalu aku turun dan mandi. Setelah itu turun ke bawah melihat papa sedang sarapan.


“ Papa, lihat Akma udah pergi “


“ Oh, pantas. Ga ada di kamar.”


“ makan dulu, pelayan udah sediakann”


Tentu aku langsung makan karena rasa lapar yang ingin mencicipi makanan di depan.


“ Kapan mau check up?”


“ hari ini tapi ga tau kapan. Karena Akma ga bilang . Pa”


“ ya udah nanti tanya sama Akma. Kamu makan dulu ya “


“ Oke pa” aku dan papa makan berdua.


Siang hari..,


Aku di telepon sama Akma. Akan menjemput, dan sudah ada di depan depan rumah.


“ halo love, maaf ya ga ngasih tau”.


“ ga apa. Oh ya kita mau check up ada?”


“ Hm. Sambil makan siang.”


“ oh oke..”


Sekarang kami sampai di rumah sakit dan langsung mengecek kondisi aku dan langsung senang karena bayi kami baik-baik saja. Aku dan Akma sangat bahagia.


Saat aku menunggu Akma. Aku di sapa oleh orang yang aku tolong.” Kamu di sini?” aku menoleh.


“ ah, ya tuan.”


“ Kamu sakit?”


“ En..engak kok. Heheh”


“ lalu?”


“ aku chek up kandungan aku “ membuat zay kaget dengan itu.


“ oh, gitu aku pikir kamu sakit” sambil tersenyum. Datang Akma, dan melihat dia .


“ kamu, siapa?”


“ chagiya dia adalah, temannya Jo “


“ oh, halo aku Akma. Sepupu Jo “


“ ah, ya hai juga.”


“ kamu udah sembuh?”


“ udah, terima kasih udah bawa saya ke sini. “


“ Ga apa-apa”.


“ aku permisi untuk pulang dan terima kasih “.


“ Hm.. “ jawab Akma. Aku hanya mengangguk mengerti.


“ yu, kita pulang” di anggukan .aku sungguh sangat bingung denganya.


 


Beberapa berlalu…


Dan teman zay yaitu Will kaget datang dia. Dan pura langsung ke arahnya.


“ Zay, kamu kenapa gini. Oh ya kamu kemana?”.


“ Aku di rumah sakit.. dan sekarang udah sembuh . Ga ada yang tau “


“ Astaga.. pantas Jo sama fil di tanya sama aku ga tau. Dia juga nyari kamu.” Kata Will . Dan zay yang tau pura-pura bingung.


“ benarkah. Mungkin aku ingin sembuh total. “


“ Kalian duduk kita bicara”


“ Okw.”


“ Gimana kabarmu?” kata Jo.


“ Ya, zay kamu ga cerita dan ga kasih kabar” yang pura-pura tak tau.


“ ya, aku dari rumah sakit karena aku hampir mati, kalau ga ada ynag nolong.”


“ eh?” semua berkata itu. Jo, dan fel pura-pura kaget sedangkan Will kaget pasti .


Sebelum itu mereka mencari tau, tentang zay, karena dia tak bisa keluar sebelum sembuh. Jadi dia percaya pada temanya. Dan dapat fakta yang membuat mereka kaget. Dan langsung memulai strategi untuk membuat Will mengakui perbuatannya.


 


“ dan udah ketemu orang yang buat kamu gini, dan udah ketemu yang nolong kamu?” tanya Will.


“ belum kalau yang nolong, tapi yang buat aku gini. Udah dan sekarang dia di penjara. “


“ oh, ya tadi kamu habis dari mana?”


“ Hm, biasa . Kencan “ mereka tau itu bukan kencan tapi mencari tau.


“ ya udah aku pergi dulu” kata Jo di anggukan oleh mereka.


“ Si Jo mau ke mana?”


“ Ga tau, Will aku ga tau,. Bro mau bantu?”


“ Ya”


Mereka membantu zay. Zay tau alasan will seperti itu karena dia telah berbuat adiknya menangis dan mati. Jadi mungkin alasan lainnya zat tak tau..


Zay mengchat Jo untuk menjaga sepupunya itu takut terjadi apa-apa, seperti Will mulai curiga.


“ oh, ya katanya sepupunya tinggal di sini sama istrinya. Mendengar itu zay dan fil melihat Will.


“ benarkah? Dari mana kamu tau Will?” tanya fil.


“ Bukanya 1 Minggu lalu Jo bilang ya “


“ masa sih ?”


“ Iya,. Mungkin aku lupa kamu fil?”


“ Kayaknya sama lupa hahah”  mereka pun tertawa… meskipun mereka tau itu hanya akal saja.


 


 


☘️☘️☘️

__ADS_1


Hari ini aku mulai sibuk, dengan urusan fashion. Dan bentar lagi di selegarakan. Aku juga tak lupa meminum vit, dan juga makan yang sehat. Dan hari ini aku di jemput oleh, Akma. Dan juga, sepupunya itu Jo. Aku sedikit bingung.


“ Jo kenapa sama Akma.?”


“ ini aku akan cerita, tapi ga di sini. Mungkin di rumah om” aku pun mengerti.


 


Sampai di rumah aku duduk dan Akma langsung memanggil pelayan untuk buatkan minum. Dan Jo mulai menceritakan semua, untuk itu dia akan menyuruh salah satu temanya untuk menjaga aku. Dan itu pun Akma setuju. Mungkin dia tau karena Jo dan temanya adalah seorang yang penting.


 


“ Ternyata temanmu itu sangat waspada?”


“ Begitulah, kalau dia punya kekasih pasti posesifnya ga ketolong tuh”. Mereka pun tertawa.


“ Emang dia lagi sendiri?”


“ iya, sendiri. Dia itu susah untuk dekat dengan cewe. Makanya kakaknya mulai bertidak di tambah lainya.”


“ mungkin dia takut tidak bisa melindungi wanitanya kalau pekerjaan seperti itu kan.”


“ bisa jadi. Tapi ngomong keponakan aku gimana nih?”


“ dia sehat Jo.” Kata Akma


    Entah kenapa perasaan aku mulai gudah. Saat ini, entahlah mungkin hanya perasaan aku.atau emang gimana.


“ Oh, ya love kamu.”


“ sebelum aku ketemu sama Kenzie.” Mendengar itu Akma pun serius sedangkan Jo bingung.


“ Siapa Kenzie?” tanya Jo.


“ dia adalah orang yang terus kejar, kin-kin. Karena dia mirip dengan orang pernah dia cintai plus abaikan.” Kata itu sebenarnya sangat sakit. Apa lagi sama orang yang aku cintai. Tapi kan dia berfikir bukan aku .


“ maksudnya?” tanya lagi Jo.


  Aku pun menceritakan semua. Dari awal ketemu dia sampai yang terus maksa. Dan adiknya juga suka. Dan akhirnya di jodohkan dan bentar lagi menikah. Beda dengan kakaknya dia masih saja menganggu .


“ itu juga harus di waspadai. “


“ Ya, itu yang aku tau ..”


“ Dan sekarang dia masih ganggu?”


“ masih, cuman yah ga separah dulu. Karena papanya menyuruh dia untuk tugas di luar. Jadi dia, jarang ganggu. Karena mungkin kamu kan tau Jo. “


“ itu sangat, ngeri dan sangat nekat.”


“ Oh, ya mulai sekarang kamu harus hati-hati”


“ Eh, kenapa?” tanyaku.


“ Karena Will mulai curiga. Makanya aku memberi tau. Sebelum terjadi “


“ hm, makasih” kataku.


“ Jo, “ tanya Akma.


“ Apa sebegitu dia begitu pada temanmu?”


“ sangat. Karena dia mulai membuka sifat, aslinya ma”


“ sungguh, padahal ga sampai segitunya juga kali.”


“ Iya, yah mungkin sudah begitu “ entah kenapa kin-kin mulai merasa sangat tak nyaman atau sangat gelisah begitu Akma begitu.


“ kamu kenapa love?”


“ Hah?”


“ Aku ga tau, tapi ini sama firasatku waktu itu. “


“ apa itu?” tanya Jo . Dan Akma serius .


‘ aku ga mungkin bilang tentang kakek dan nenek aku, tapi gimana cara jelaskan ya '


“ Hey, love kamu kenapa?”


“ Mungkin dia kepikiran tentang sepupuku dulu. Firasat ini sama.”


“ eh,?” kaget yang di katakan sang istri .


“ jangan pikirkan” sambil memeluk kin-kin. Dan Jo pun berkata” bener kata Akma jangan di pikirkan itu hanya perasaan. “


“ mungkin ya, oke deh.”


Beberapa hari ini semakin kuat dengan perasaan ini. Karena papa dan Akma pergi, katanya mau meninjau. Di tempat lain ..


 


Will yang tau siapa yang menolong zay langsung berkata pada anak buahnya. Untuk langsung bertindak.


 


Di ruangan kin-kin, semakin cemas melanda. Aku tau perasaan sangat harus aku hapus. Tapi.., kenapa .


Dan aku menelepon Akma tapi tak di angkat lalu ayah sama. Dan aku chat dia


“ Chagiya kamu di mana?”


“ aku sangat cemas dari tadi “


“ Hubungi aku kalau udah sampai “


Namun beberapa menit dia, tak ada jawaban pasti membuat dia makin gelisah. Dan langsung menghubungi sepupunya Jo.


“tuu…..Tut…..t”


Dan di angkat “ Jo, apa kamu di telepon sama Akma,?”


“ Eh,.. ga dari kemarin ga. Ada apa?”


“Dari tadi aku chat dan telepon ga di balas. Aku cemas ?”


“ Udah tanya sekertaris suami kamu?”


“ belum sih ..”


“ kalau gitu aku tanya ya . Nanti aku telepon lagi “


Dan di matikan panggilan itu.


“ Rasanya cemas sekali.” Dan langsung keluar dari butik untuk pulang dalam berjalan pulang dia merasakan ada yang mengikuti aku. Dan benar itu benar. Dan aku mendengar ponsel ku bunyi aku langsung jawab


“ gimana Jo?”


“ kata sekertaris Akma udah pulang. Dari tadi “


“ A..apa..” lalu kin-kin pun masih konsen dan melihat dia masih di buntuti.


“ Jo..”


“ Iya, kamu tadi dengar kata aku ga “


Zay yang Sabungan terputus dan Jo pun segera. Dan bingung fil.


“ ada apa kalian “


“ Mana Will”


“ dia bilang ada urusan “


“ Apa?”

__ADS_1


bersambung ...


__ADS_2