
Dan aku tak, cukup bukti jadi aku menyuruh asisten untuk melihat laporan kemarin sedangkan desain aku buat di luar kantor dan di rumah. Kadang di tempat Akma. Tentu suamiku lebih dulu tau. Dan memperbolehkan aku untuk di kantornya.
Selama 3 hari aku, berada di kantor suamiku. Dan setelah Desain beres, aku langsung mengirim lewat email.
Setelah, itu karena suami sibuk mengurus proyek hari ini aku pergi ke kedai coffee. Datanglah Rio yang sedikit sedih. Aku hanya biasa, dan dia duduk di sebelah aku setelah dapat persetujuan dari Ku karena bodyguard menahannya.
“ halo, tuan Rio apa kabar”.
“ Sedikit baik. Kamu nikah ya selamat, maaf ya aku ga ada di sana “.
“ ga apa-apa, papamu udah bilang.” Dia mengangguk mengerti.
“ oh, ya. Maaf sebelum aku bilang perasaan itu padahal kamu, sudah punya calon suami”
“ hmm. Ga apa-apa, santai aja” aku tersenyum padanya.
“ kalau begitu aku pergi oh, ya hati-hati yah. Kakak masih belum bisa menerima, aku takut kamu di sakiti”
“ eh, “
“ Aku hanya bilang itu saja” dan muncul suamiku Akma.
“ Aku akan melindungi dia, kau tak usah khawatir”
“ baik aku senang mendengarnya,.”
Lalu dia pergi dari sana. Aku melihat suamiku, dan seperti sedang menahan cemburu. Aku hanya tersenyum. Dan langsung mengecup bibirnya.
“ hm, ada apa?”
“ kamu kelihatan banget ga sukanya ?”
“ Gimana ga suka, ada laki-laki dulu sebelum menikah ungkapkan cinta, dan sekarang berkata untuk hati-hati padahal dia kakaknya”
“ Hm.. seperti waspada perlu, chagiya. “ aku memeluk dia.
“ benarkah?”.
“ hm, seperti begitu. Oh ya. Aku sengaja datang ke sini, karena ini mendadak”
“ apa?”
“ Hari ini aku harus ke luar kota, love. Mungkin pulangnya 3 hari lagi. Kamu mau ikut?”
“ seperti ga karena 2 hari ini aku akan adakan fashion week, “
“ Hm, gitu ya udah ga apa-apa, aku pergi yah “
“ tunggu chagiya “
“ ada apa?”
“ ga ada kecupan atau apa” aku cemberut kepada dia membuat Akma tertawa geli dengan tingkah sang istri. Dan akma mendekat, serta langsung mencium bibir sang istri.
__ADS_1
“ baik, aku harus pergi. Hati-hati di rumah”
“ Kamu juga, chagiya”
“ Love, kalau ada apa-apa, telepon ya “
“ iya, “ dia mengelus rambutku dan mengecup kening ku. Aku mengantar ke luar butik aku.
“ hm, aku pergi ya. Jangan lupa makan. “
“ Oke, pergilah chagiya.”
“ Baik love..” dan menjauh mobil Akma. Aku langsung masuk ke butik. Dan tiba ada yang menyeret aku aku kaget dan dia adalah Kenzie.
“ Kenzie. Kamu, kenapa ada di sini.”
“ aku sudah bilang aku. Akan membuat kamu jadi milik aku. Tapi kenapa”
“ ah..” seakan dia tak mendengar suara sakit aku.
“ kak hentikan”
“ Diam kau” kata Kenzie.
“ kalau Kaka benar cinta padanya biarkan dia,Pergi kak.”
“ Aku ga peduli. Sekarang aku hanya ingin dia jadi milik aku”
“ kak lihat dia kesakitan Kakak begini?”. Mendengar itu Kenzie melihatku dan tanganku memerah.
“ diam..” aku teriak.
“ Kamu ini kenapa sih.. hah, aku ini udah menikah dengan pria lain. Kamu datang seenak berkata cinta. Cinta macam. Apa begini?”
“ Harusnya kamu menerima, dan menghentikan. Papa dan mamamu ga ngasih tau kalian berdua karena tak mau kamu begini..”
“ Sudah cukup aku diam. Dengar, kamu kalau cinta dulu cinta aja sama yang lain jangan membuat aku menderita karena kamu. Gimana
Part 4
rasanya,.. kau di posisi, sepupuku?” dia terdiam karena wanita itu marah denganya .
“ sakit, sama dia juga sama. Kamu abaikan. Seperti tak mengenal, dan menerima gadis lain.., di saat terpuruk sekalipun kamu minimal, ucapkan apa. Malah berkata apa. Jadi aku sudah pernah berkata , aku ga akan pernah ketemu, dengan orang yang buat, sepupuku seperti itu. Bawa kakakmu. Dan mohon untuk menjauh dariku.
“ Jangan ganggu aku lagi, ingat itu “ aku masuk dan memulai desain lagi.
Sambil memikirkan semua.
“ Menyebalkan ...”
Di luar bukti masih diam, Kenzie perkataan kin-kin. Dan Rio hanya diam melihat kakak diam dengan kata-kata, kin-kin itu.
“ Kak, pulang. Mama pasti tunggu, Kaka istirahat dulu aja. Biar aku dan papa yang hendel semua.
__ADS_1
Dia pun pergi.
Dalam, perjalanan. Dia diam sampai rumah dia langsung masuk ke kamar. Mamanya yang heran berkata “ kenapa dia Rio.”
“ dia tadi bertengkar sama kin-kin, Kakak tadi maksa dia untuk ikut kin-kin ga mau, sampai dia bilang, bagaimana perasaan Vita dulu, saat dia cinta kakak.”
“Benarkah? Sampai begitu?”
“ Ya mam, udah aku mau balik ke kantor.” Di anggukan oleh sang mama. Lalu mama menuju kamar sang anak. Dan mengetuk pintu. Tidak ada jawaban. Mamanya langsung berkata “ Ken, dengar sama mama. Lupakan dia, yah. Mungkin ini akibat kamu, tak suka sama, Vita. Jadi mulai sekarang jangan begitu yah.” Dan mamanya langsung pergi dari sana.
Di tempat lain..
“ Ah, kesal banget. Udah tau aku udah nikah masih aja gitu. Kesel amet”.
“ nyonya, ini yang ada minta ..”
“ Makasih..” di anggukan dan pergi .
Drt...drt...
“ Akma kenapa dia nelpon,” langsung di jawab.
“ Love, kamu masih marah?”
“ eh,? Maksudnya apa?”
“ Aki tau dari suara kamu. Kamu marah, orang memang ga akan menyangka, tapi aku tau istriku kayak gimana”
“ chagiya, kamu bisa ke sini atau aku ke sana” suara manjanya pada Akma.
“ ke sini aja. Aku lagi di jalan mau sampai kantor”
“ ya udah aku ke sana.” Lalu langsung menuju ke kantor sang suami.
1 jam berlalu, sampai di kantor dan langsung menuju ke ruangan sang suami. Untung sekretaris tau, dan langsung menyuruhnya masuk.
Akma tak menyadari sang istri datang dia sibuk dengan berkas. Dan tanpa aba-aba, kin-kin langsung memeluk sang suami yang kaget sebentar”
“ astaga, bikin kaget kamu, love.”
“ hm..” lalu dia pun sedang berada di pangkuan sang suami. Dan menghirup aroma tubuh Akma. Serta memainkan kancing baju Akma yang tak terganggu masih fokus dengan dokumenya.
“ Chagiya ngantuk”
“ tidur aja. Nanti aku pindah kamu ke kasur.”
“ hm.., “ lalu tidur pulas. Membuat Akma tersenyum.
‘ kadang kamu jadi singa, kadang juga jadi kucing’ batin Akma.
Dan merasa istrinya tertidur pulas banget. Lalu Akma memindahkan istrinya ke ruangan yang sering di pake Akma istirahat sebentar.
Dan membaringkan dia, dan menutup dengan selimut lalu mengecup bibir dan keningnya . Dan keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Dan lanjut ke dokumen yang hampir selesai di koreksi dia.