
Sekarang aku bulan madu bersama anakku dan juga suamiku. Rasanya bahagia, tak bisa terlukiskan. Dan kemarin Jo datang memberi selamat, dia berkata" selamat atas pernikahan kamu. Dan maaf, oh ya aku tak memberi tau tentang keberadaan karena aku tau kamu butuh waktu. Karena itu aku tak bilang dan diam terus menjaga kamu dan anakmu dari jauh, .."
" Dan juga aku sudah berjanji untuk menjaga kamu dari apapun . Yang telah di sampaikan oleh Akma dulu sebelum dia meninggal". Dan diam beberapa saat,.
" Semoga bahagia."
" Terima kasih " dia pun turun dari pelaminan..
☘️☘️☘️
Hari ini kami bertiga akan bulan madu sekaligus liburan untuk kami. Bagi Rayki tak masalah Ivan ikut. Padahal bisa dia tinggal dengan orangtuaku atau orang tuanya. Tapi dia tak masalahkan.
Sekarang, kami berada di pantai menikamati indahnya. Aku duduk di pesisir pantai. Sedangkan Rayki dan Ivan. Asik dengan permainan. Mereka,..
"Ma Cherie, senang?"
" Tentu senang, tidak ada yang lebih baik kan, Mon chéri"
" Benar, sungguh. Aku tak percaya.."
" Mhiu, Phiuya. Ayo main lagi.."
" Oke anak tampan ayo" kami bertiga main dengan bahagia
Tak terasa sudah sore, kami ke resort. Ivan nampak lelah dan langsung tidur setelah makan malam.
" Dia sudah tidur"
" Ya, Mon chéri, "
" Pasti, karena dia belum pernah kemana-mana. Jadi dia senang sekali"
Dia memelukku aku membalasnya. Tatapan mata kami beradu dan langsung melihat dengan canggung.
Lalu dia berbisik .." mulai ya malam pertama kita" membuat aku merah muka menahan malu. Dan aku mengangguk, lalu mulailah percintaan panas kami, dengan rasa cinta yang tak hilang..
Pagi hari..
Aku melihat, sudah pukul 6 pagi, dan melihat matahari mulai muncul. Aku melihat sekitar, dan suamiku masih tidur. Dan melihat wajahnya yang begitu tampan. Dan mungkin lelah, aku langsung berdiri dan langsung mandi. Saat akan mandi aku merasa tangan sang suami yang kekar.
" Hmm.., ga nunggu?"
" Kan, Mon chéri lagi tidur.."
"Bisa bangunkan aku kan, ma Cherie,."
Aku hanya tersenyum. Melihat semua yang ada pada dirinya.
Dan mulai terhanyut ..
☘️☘️☘️
Selesai pukul 7, aku langsung bangunkan sang anak..
Untung kamar jauh dari kamar kami sehingga dia tak akan mendengar suara ******* kami. Membuatku sangat malu, dan pipi ini memerah.
" Makasih ." Aku mengangguk..
" Kebawa saja dulu biar Ivan aku saja, ma Cherie"
" Oke.." aku pun menurut .
Saat akan ke kamar Rayki melihat anaknya sedang berpakaian.
" Eh, anak Phiuya udah bangun?"
" Udah dong Phiuya kan ga mau terus repot Phiuya sama Mhiu jadi bangun langsung mandi. "
" Bagus, Phiuya senang mendengar ayo kita makan, Mhiu udah di bawah ."
" oke.."
Mereka berdua turun. Aku tersenyum pada mereka.
__ADS_1
" Gimana, senang?"
" Senang Mhiu."
" Hari ini kita jalan-jalan ketempat lain"
" Wah.. pasti rame.."
☘️☘️☘️
1 Minggu berlalu...
Kami kembali, sekarang aku tinggal di rumah sederhana milik suamiku. Rumah yang dulu aku kontrakan. Dan hari ini aku mendapatkan 1 orang yang membatu aku di Loudry. Tak apa, mungkin aku akan jarang bantu dia, karena akan sibuk dengan anaknya yang akan masuk sekolah.
Dan sekarang waktunya, Ivan sekolah, di antar oleh aku. Karena Rayki sedang sibuk di kantornya.
Dia sangat senang bahagia..
' chagiya lihatlah anak kita sudah masuk sekolah TK. Mudah-mudahan, dia akan seperti kamu.'
Tanpa di sadari air mataku mengalir. Dan tak terasa bahagia itu datang..
Lalu aku pun pergi dari sana. Menuju tempat laundry aku. Di sana sudah ada pegawai aku dia menceritakan semua. Aku hanya mendengar dan menjawab seperlunya. Dan datang seorang wanita yang bikin kesal karena dia tak suka pelayanan kami. Aku menjelaskan dengan sabar dan tak terbawa emosi .
Dia benar-benar membuatku marah. Tapi seketika itu diam datang suamiku. Aku bingung. Begitu pun dengan pegawai aku.
Aku menyuruh pengawai ku untuk melanjutkan tugasnya. Dan dia mengangguk..
" Kenapa kamu ke sini? Apa yang kamu perbuat"
" oh jadi setelah putus dari aku kamu sama dia, yang bekerja di laundry"
" Lalu apa urusannya Dengan kamu?"
" Oh, tidak hanya ingin tau"
" Ingin tau tapi berbuat begini.." tanya suamiku ayng sedikit emosi. Aku mengelus punggung untuk tenang.
" Pergi dari sini. Aku tau kamu ke sini untuk buat kekacauan. Mengenai aku putus itu karena sifat kamu yang begini. Kamu membuatku pusing."
" Aapa.. kamu bilang, lalu kamu sendiri apa. Selingkuh di belakang aku, dan sekarang hubungan dengan selingkuhan kamu, membaik"
" Iya, kenapa kaget.."
" Aku tak selingkuh jangan membalikkan fakta, aku selingkuh dengan adikku. Dan tidur dengannya. Makanya orang tua kamu dan aku sudah pasrah. Aku sama dari pada aku sakit hati tingkah mu lebih baik aku menyerah dan putus."
" Ja..jadi.."
" Ya, kenapa kamu kaget, dan tau.., bahkan kamu ke sini dari siapa selain dari adikku yang tak rela aku nikah dengan orang yang pernah dia sukai."
Dia kaget, aku pun sama. Jadi .. astaga pantas mama Rayki dan papanya mendukung aku.. dan keluarga yang meminta maaf pada mertuaku dan Rayki. Ternyata sungguh...
Mereka masih sama, diam tanpa kata. Aku langsung berkata berbisik' Mon chéri ayo masuk sama tamu, ga baik. Takutnya jadi buruk, selesai di dalam.' itu kataku dan dia langsung berkata " biar saja. Ayo masuk biar dia tau kenapa aku begini." Lalu langsung membawa aku pergi dari sana. Dan masuk ke laundry.
" Apa ada yang di rugikan?" Tanya suamiku.
" Ga sih,. Ke buru kamu ke sini.."
" Bagus bentar aku telepon orang tuanya. Karena ini harus di selesaikan. "
" Tapi apa kita suruh dia masuk"
" Dia tak akan mau. Jadi biarlah.."
" Oke.."
Aku bantu pegawai ku untuk setrika. Sedangkan suamiku Sibuk telepon dan melihat wanita itu masih diam di sana. Aku sangat kasian tapi suamiku..
" Bu, itu kenapa di situ terus masih ga suka yang dengan pelayanan kita."
" Biar suamiku yang urus. Oh, ya apa ada lagi, yang masalah selama saya ga ada"
" Ada sih tapi itu juga karena wanita yang di luar itu. Pelanggan kita lebih memilih yang lebih jauh di Banding kita Bu."
"Gitu, biar aja .." aku mengelas Nafas ternyata dia benar-benar ingin membuat aku hancur.pantas Rayki marah..
__ADS_1
Setelah selesai menelepon dan keluar dan datang mobil sedikit mewah.
Lalu mereka bertengkar, suamiku hanya diam dan sesekali dia bicara dengan emosi .
Aku langsung keluar dan nitip ke pegawai aku untuk melanjutkannya..
" Mon chéri ada apa?"
" Oh kamu, ma Cherie. Biasa orang tuanya."
Aku melihat mereka masih berdebat setelah masuk mobil.
" Kita rumah mama, nyusul mereka"
" Eh,?" Aku pun langsung ambil tas dan pamit ke pegawai.
" Sekalian jemput Ivan ya. Katanya mama kangen ingin Ivan nginep"
" Udah di jemput sama mama papa kamu. "
"Kok?"
" Tadi mama papa chat. Jadi aku bolehin. Lagi pula kita akan ke rumah mama, ini harus di selesaikan. Sampai beres."
" Oke deh.."
1 jam sampai di rumah mertuaku. Aku melihat suami aku dengan dingin. Ini baru pertama kalinya. Aku melihat dia begitu..
Sekarang, aku melihat mobil terparkir ternyata mobil tadi dan mobil mertua dan adiknya Rayki.
Saat masuk suasana seperti tak mendukung..
" Rayki kamu sudah datang. "
" Iya, mah. Aku ga bawa ivan.karena takut lihat ini. Jadi di titipkan sama mertuaku "
" Bagus.. kita mulai saja diskusinya.."
Pembicaraan yang menguras emosi dan waktu. Mereka masih tak bersalah. Seolah aku paham, bahwa mereka belum bisa dewasa meskipun umurnya sudah di anggap dewasa.
"Sekarang gimana jeng, "
" Kita nikahkan saja"
" Apa" kedua orang itu kaget. Tidak dengan orang tuanya pasrah. Dengan semua.
" Ya papa setuju. Kalian sudah benar, dan kamu kenapa bisa selingkuh dengan mantan calon istri kakakmu."kata papa Rayki
" Dan kamu nak, kenapa lakukan ini sama Rayki apa salah Rayki." Lanjutnya.
" Aku kesal karena dia lebih hebat dan selalu di banggakan. Sedangkan aku ."
" A..aku.." wanita itu tak bisa bicara mungkin aku berfikir dia main-main dengan sebuah hubungan.
" Papa sudah pasrah Sam kamu Rima."
" Pah, aku ga mau. Nikah aku cuma ingin sama Rayki."
" Jangan berfikir aku akan menerima kamu. Yang sudah berkhianat dengan adikku. Ternyata. Ini sifatmu. Pantas sahabat mendukung aku menikah dengan istriku sekarang karena dia tau, kamu telah selingkuh dan kamu tau kapan aku lihat kamu selingkuh di saat 1 hari pertunangan kita, Rima kamu tau betapa aku kecewa dan marah. Kenapa kamu selingkuh dan kenapa kamu milih selingkuh dengan adikku calon adik iparmu sendiri. "
" Dan kamu Rama. Aku sangat kecewa aku selalu memenuhi apa yang kamu inginkan yang tidak di inginkan oleh papa dan mama. Tapi apa balasan, kamu selingkuh dengan calon ipar kamu. Makanya aku langsung mendekati kin-kin karena ini.."
" Aku kecewa. Dan saat aku sakit hati. aku mulai ada rasa sama dengan Kin. Dan untungnya Kin menerima aku. Dengan tulus serta anaknya. Apa kamu pernah dekat, khawatir bahkan sayang pada Ivan. Yang aku lihat kamu hanya ingin Kin tapi tidak keduanya. Jadi maka dari situ aku tak ingin dia di sakiti."
Mereka semua mendengarkan suamiku. Hanya diam, dan mendengarkan curhatan Rayki suamiku..
" Gimana? " Tanya papa pada mereka ..
" Aku setuju. Lebih baik di percepat "
" Ga pah " kata kedua orang itu.
" Kamu harus bertanggung jawab .." kata papa Rama dan Rayki .
__ADS_1
" Rima kamu sebagai calon ibu harus tau, demi kebaikan kamu dan anak kamu." Kata mamanya Rima dengan sedih dan pasrah .
...\=\= Bersambung \=\=...