Cinta Aku Dan Kamu

Cinta Aku Dan Kamu
episode 8


__ADS_3

“ kalian kenapa”


“ Keluarga om ku dalam bahaya dan juga penting kin-kin “


Fil yang tau langsung mengikuti mereka.


Terakhir sinyal GPS di tempat kejadian itu. Mencari kin-kin tak ada membuat mereka pun bingung.


“ astaga…” kesal Jo.


“ Ini bahayanya. Telepon teman kita “ dan di anggukan oleh fill.


Di tempat lain.. kin-kin yang sadar dan melihat sedikit di sedikit. Akibat matanya kena darah pun membuka mata dan kaget.


☘️☘️☘️


Semua pun memberi untuk kuat pada kin-kin termasuk saudaranya Aira dan suami begitu orang tuanya. Sedangkan kin-kin terus menatap sedih melihat gudukan tanah yang masih baru.


Yah, dia ke hilangan suami dan ayah mertuanya. Membuat dia semakin sedih.apa yang dia harus lakukan lagi. Yang mereka cari dirinya. Tapi ..


Dia harus menelan pahitnya ditinggal dalam keadaan hamil.


“ Nak pulang yuk. Kamu jangan di sini. Pulang sama mama dan papa yah"


“ iya mah” kin-kin menurut orang tuanya.


Beberapa hari pun berlalu..


Kondisi kin-kin masih sama, malah dia pun sakit dan harus di rawat intensif karena itu akan bahaya bagi bayinya .


Sementara, Jo, zay dan fil sangat sedih.. karena tak bisa selamatkan mereka. Namun Jo yang lebih terpukul.


“ Jo jaga istri dan anakku ya tolong jangan buat sedih dan bahagiakan dia. Dia sudah menderita banyak sejak dulu. Aku tau dia menutupi masa lalunya. Tapi aku berharap kamu mau jaga istriku.” Dan itu kata-kata terakhir Akma padanya. Membuat dia sangat bersalah. Begitu pun paman yang sudah meninggal sebelum Akma.


“ Ini gara-gara Will” kata Jo.


“ dia masih di cari, jadi kamu bantu juga. “ kata zay


“ oke akan ku buat dia menyesal.”


2 hari berlalu. Kin-kin tinggal dengan papa dan mama. Namun dia masih terpukul. Dia juga sedang mengelus perut yang ada buah hati dengan Akma. Yang sudah meninggal . Dia hanya melihat sekitar dan dia melihat Jo yang datang ke sini.


Dia tau, sepupunya sangat cemas dengan dirinya tapi dirinya ingin sendiri. Dan tak mau di ganggu oleh siapapun.


Dia harap, ingin menjauh. Seketika itu pikiran itu yang dia tau. Lalu dia pun pura-pura tertidur. Saat di buka pintu. Dia tau Jo masuk dengan mama. Dia menceritakan semua.


“ Tante, tenang. Kin-kin dia bisa kuat. Mungkin dia butuh waktu. Untungnya dia tak berbuat salah kepada anaknya .”


“ iya, Jo. Tante berharap lebih. Bahkan saudara aira ke sini dia abaikan. “


“ Dia sudah menderita. Karena kehilangan suaminya.”


“ ya, “ lalu menutup pintu kin-kin.


Sedangkan kin-kin masih ingat dengan kenangan sang suami. Di terus menagis. Dan berkata “ kamu jahat, pergi begitu saja, chagiya “


Dan muncul seseorang dia adalah Jo. Lalu dia mendekat. Dan berkata “ kin-kin, kamu ga makan kasihan mama kamu udah masakin kamu?”


“ Percuma. Aku ga akan makan.”


“ jangan gitu kamu ga kasian gitu sama anak kamu keponakan aku. Dan anak kamu dan buah cinta kamu dan Akma.” Mendengar itu kin-kin pun mulai melihat perutnya dia pun sedikit menangis. Lalu Jo langsung bawa makanan yang belum tersentuh itu di dekatkan padanya .


“ Makan ya. Minimal untuk anak kamu. Kin-kin” dia melihat, dan di anggukan oleh kin-kin.


☘️☘️☘️


Tak terasa waktu berlalu. Aku bisa menerima semua kalau suamiku sudah tak ada di sampingnya. Dan juga, Jo sepupunya suaminya sering datang untuk mengecek aku. Sekarang aku mulai bekerja lagi. Dan seperti biasa sibuk. Tapi aku tak luap untuk makan dan minum obat dan minum susu hamil.


Dia dan Jo emang saling berbicara namun seadanya .dia berjanji akan mencari Will. Jika benar Will yang menjadi kematian suaminya.


“ Bu?”


“ iya ada apa?”.


“ Ada tua. Zay ke sini”


“ Suruh masuk dan tunggu di ruang meeting” .


“ oke” di anggukan oleh dia . Dan aku menuju ruang meeting.


“ ada apa?”

__ADS_1


“ Hanya ketemu tak boleh .?"


“ tentu, ada apa?’”


“ Aku minta maaf gara-gara menolong aku kamu jadi ..”


“ udah biarkan aja. Percuma ga akan dapat kembali”


“ Ya, aku juga dan Jo masih mencari Will.”


“ oke..”


“ Kamu lagi sibuk” lalu kin-kin menggeleng kepala.


“ aku sedang bikin baju buat, pelanggan aku yang selalu. Pelanggan “


“ Hm. Oke. Mau makan siang denganku ? “ tanya zay.


“ Ga usah, aku akan makan di sini sambil menyelesaikan.”


“ oh gitu. Padahal aku ingin makan siang aja.”


Datanglah Jo dan megetuk lalu masuk, melihat betapa terkejut. Kenapa ada zay .


“ Kenapa di sini kami di sini, Zay”


“ Oh, aku ingin ngajak makan siang, tapi kayaknya dia sibuk Jo.”


“ Benarkah?”


“ Iya, bener. Aku ga mau karena sedang sibuk kenapa?”


“ Ga tadinya aku juga mau ngajak kamu. Tapi ga jadi sibuk kamu.” Sambil tersenyum hangat. Membuat kin-kin ingat tentang sang suami ya .


Drt…drt…


“ halo"


“ ..” mendengar itu.kin-kin sangat kaget.


“ oh tidak .., kok bisa sih “.


“ Aku ke sana secepatnya.” Lalu tanpa banyak tanya sama mereka. Aku langsung pergi. Dan menuju Perusahaan suamiku. Aku bisa mengatasi ini meskipun aku lebih fokus dengan disain aku sendiri.


Setelah sampai aku, langsung datang di sambut oleh sekertaris suamiku dulu. Dia menceritakan semua. Membuat aku semakin kesal. Kenapa Kenzie buat aku kesal ..


Aku sudah berada di ruangan.


“ ada apa?”


“ Aku ingin tanya apa benar, suamimu meninggalkan?” astaga jadi dia hanya ingin tanya itu. Benar-benar keterlaluan.


“ iya, lalu kenapa?”


“ Baiklah, kalau kau ga ingin perusahaan suami kamu .” sebelum dia melanjutkan .aku langsung berkata “ silakan kamu lakukakan. Apa yang kamu lakukan.tapi kamu ga bisa nikah sama aku karena. Aku ga akan mau. Jadi silakan “ aku pun pergi dari sana. Dan berkata pada sekertaris untuk memulai rencana. Dan dia mengerti.


Pukul 7 malam.


Aku sudah beres. Aku memesan taksi tiba-tiba, datang Jo dan langsung ke arahku dan berkata “ ikut aku, kamu ga boleh pupamg malam.”


“ aku ga peduli sama kamu” aku langsung datang ke pesanan taksi ku dan meninggalkan dia.


 


1jam berlalu…


 


Aku duduk di sofa, ini rumah aku dan suamiku. Aku kembali sekarang ke ruangan ini. Rumah ini  meskipun ada kenangan. Anakku semakin aktif,.


 


“ Kamu kagen papa ya, sama tapi.. mungkin besok kita jenguk papa “ sambil mengelus perutku.


 


Pagi hari ….


 


Aku langsung menuju ke tempat makam suamiku. Aku sedikit menangis karena suamiku, dan karena itu aku Diam. Dan langsung pergi. Sebelum meninggalkan tempat itu,.

__ADS_1


‘ chagiya aku akan jaga anak kita. Aku ga mau nyusahin orang lain. Aku akan pergi dari sini sampai anak kita lahir, atau sampai aku bisa sanggup untuk kedepannya. Untuk butik. Aku tutup, dan untuknya mereka mengerti.


 


Aku pergi diam-diam dengan menyamar. Tanpa tau orang dan siapapun. Termasuk masa laluku…


 


Aku menaiki kereta pribadi. Biar aku tenang. 2 jam berlalu. Aku menepi di sudah desa yang sebelah dengan tempat tinggal aku dulu. Aku pun nanti akan menengok nenek kakek dan orang tuaku.


 


Di tempat lain semua orang cemas dengan menghilangnya kin-kin, dia benar tak ada yang tau.. pergi kemana, pegawai pun di berhenti karena butiknya di tutup..


 


“ Pah, kemana lagi kita cari dia?” tanya mam melahirkan, sebelah ada Aira .


“ papa ga tau, Aira apa kamu tau siapa aja atau tempat apa aja yang di kunjungi selain pemakaman suami Kin dan kakek neneknya?”


“ ga pah, aku ga tau. Ini karena apa yah dia begini..”


“ Entahlah” jawab papa.


1 bulan berlalu.. rasanya aku sudah betah di sini.yangealian aku menengok makam nenek dan kakekku dulu.


Aku sedikit melupakan apapun. Meskipun masih ingat sang suami. Tapi dia tak ingin merasa selalu ingat sang suami. Karena sekarang dia tak sendiri.


 


 


Beberapa bulan aku melahirkan, dia sangat tampan mirip sekali dengan, suamiku Akma. Rasanya dia duplikat suaminya.


“ Semoga kamu sehat dan anak yang membanggakan Daddy dan momy ya “


“ Momy akan namakan Kaivan Akma “


“ Momy akan panggil Ivan ,” lalu aku memeluk dan mencium kening serta sedikit sedih karena dia lahir tak ada Daddy . Sungguh aku sangat sedih .


“ semoga ini benar.”


Beberapa bulan berlalu aku sudah pulang dari rumah sakit rasanya sangat sedih. Tapi aku ga mau menyusahkan siapapun. Sudah terbiasa tinggal begini. Sebelum ketemu keluarga Aira dan Akma. Jadi tak masalah. Aku pun mulai bekerja, dengan membuka Loudry, dengan nama akmakineta, karena aku supaya ingat padanya ..


 


Di tempat lain Aira sudah melahirkan anak pertama Dengan sesar. Merekapun sangat terharu. Perjuangannya


“ selamat sayang. “


“ Makasih mah, “


“ Sayang” pelukan pada sang istri..


Datanglah Jo dan sepupu akma. Dan mereka sangat senang . Dan berkata “ selamat wah, keponakan aku ini,”


“ Makasih ya,”


“ sama-sama” jawab mereka.


“ Apa udah ketemu?’ tanya suami Aira.


“ belum. Mungkin dia ganti nama, atau emang sembunyi dari suatu tempat.”


“ Susah juga cari saudara kamu”


“ Iya, tapi mudah-mudahan dia baik-baik aja soalnya kan. Dia udah lahiran.”


 


“ Iya, kamu benar”.


☘️☘️☘️


Di tempat kin-kin.


Dia sedang mengurus anak satu-satunya. Dengan telaten dan hati-hati, dengan tanpa bantuan siapapun.


“ eh,, kenapa"


\=\= Bersambung \=\=

__ADS_1


__ADS_2