
Di sebuah rumah, yang sederhana, ada keluarga yang hangat. Dan membuat semua orang iri, dan membuat ingin mereka berada di keluarga tersebut. Dan sekarang ada seorang gadis, yang terus menatap rumah tersebut. Sambil mencari seseorang,. Dia adalah Jovita Putri . Yang melihat sebuah, Keluarga tersebut. Dan masih melihat meskipun, hari sedang dingin ataupun panas. Dia hanya ingin melihat satu anak laki-laki itu bernama Kenzie Ellard. Anak pertama dari keluarga Ellard, dan anak kedua mereka Rio Ellard yang menyukai namun dia hanya melihat 1 orang laki-laki yaitu Kenzie. Dan melihat mereka, ibu dari keluarga mereka melihat itu dan tersenyum. Berkata “ papa, kita udah anak perempuan komplek ini juga yah.”
“ Ngapain mama, udah kita aja “ kata Kenzie.
“ Eh, jangan gitu Ken, ingat papa ga pernah mengajarkan begitu “
“ habisnya dia itu kan , bikin aku risih papa,. Dia selalu dekat dengan aku.” Kata Kenzie.
“ kak. Kalau ga ingin ya biar in aja cuek aja. Kali ga usah . Di lihat atau apa”.
“ tetap aja, ga enak .”
“ udah – udah, jangan bertengkar. Mama minta Kenzie jangan gitu dia akan jadi tamu kita .” lalu mama Kenzie keluar dan memanggilnya .
“ Vita , ke sini.” Kata mama Kenzie.
“ ya Tante, ada apa?”.
“ masuk yuk Vita . Udara di sini dingin. Tapi Tante..”
“ Ga usah khawatir Tante yang undang jadi ga masalah. Ayoo” mamanya sangat baik. Aku pun masuk, dan benar di sambut dengan hangat. Tapi tidak termasuk, dia pria yang dia inginkan. Gadis tersebut hanya menunduk sedih. Dan langsung tersenyum, menutupi kesedihannya.
Kami semua makan dengan senang, termasuk aku. Tapi tidak dengan dia Kenzie.
“ Kak Ken, kenapa,?” tanya Rio adiknya .
“ udah makan aja, mama papa, aku udah. Aku mau makan.” Dan itu dia langsung pergi. Vita tau kalau, Kenzie tak suka dengan kedatangan dia. Dan dia langsung berdiri dan berkata “ Tante maaf, saya ganggu. Saya pulang aja,”
“Eh, kok gitu” kata papa Kenzie.
“ Iya om, maaf saya , pulang dulu. Takut nenek cari aku “. Dan langsung pergi tanpa melihat atau mendengar kan.
Dia tau, kalau dia tak di harapkan oleh pria itu. Dan makanya dia hanya memandang. Lalu aku langsung pulang ke rumah. Dan melihat aku begitu nenek dan kakekku kaget dengan aku menangis, dan penuh luka akibat terburu-buru jalannya. Dan mereka paham akan hal itu. Dan langsung membawa masuk. Gadis itu memang sudah tak punya orang tua sejak berumur 2 tahun akibat kecelakaan,. Jadi satu-satunya keluarganya sekarang hanya kakek dan neneknya.
Setelah di obati. Dan kakek keluar, nenek pun mendekati dan berkata” ada apa Vita , kenapa kamu pulang kayak tadi cerita pada Nenek?. “
Lalu aku menceritakan semua. Nenek hanya mengelus rambutku. Dan bersabar, . Aku hanya mengangguk mengerti. Dan nenek berkata.
“ Jangan memaksakan kehendak kamu. Belum tentu dia mau, atau ingin. Lebih baik lupakan. Nenek tau kamu suka dia, tapi dengan sifat yang seperti itu. Nenek tak bisa hanya diam kamu begitu. “
“ Nenek berharap kamu melupakan itu. Dan tetap semangat. Dengan kehidupan yang akan datang..”
“ Aku mengerti nek. Maaf ya, membuat nenek cemas “
“ ga apa-apa nenek tau. Tidurlah”
“ iya nek..”
Beberapa hari kemudian, aku pun seperti biasa. Namun, aku tidak lagi melihat secara diam\-diam, atau apa pun. Hingga, nenek , kakek dan aku akan pergi ke makam orang tuaku . Karena hari ini hari peringatan kematian orang tuaku.
Nenek dan kakek pamit kepada mereka aku hanya pura-pura, tertidur. Karena aku tak ingin sudah cukup aku di perlakukan, olehnya pria yang dia sukai. Dia pun memiliki batas pertahanan. Setelah mereka pamit. Dan meninggalkan mereka. Aku hanya diam tak bergeming.
Dan sampailah, di tempat makam, orang tuaku. Aku sedih karena mereka yang dulu menyayangiku, dan memberiku semangat kini. Hanya aku bisa melihat mereka di tempat peristirahatan terakhir mereka. Makam ini, rasa tak percaya. Tapi aku harus kuat dan tetap ceria. Demi nenek dan kakek. Setelah berdoa kepada orang tuaku. Kami pergi dengan jalan pelan dan masuk mobil. Dalam perjalan menuju rumah. Tiba-tiba, ada 1 buah mobil yang akan menabrak kami semua dan kakek menghindarinya, dan kami jatuh ke jurang yang tidak terlalu dalam. Sedangkan mereka yang mengendarai mobil menabarak ruas pembatas jalan.
Dan setelah itu aku ga tau, bagaimana lagi.
4 Minggu kemudian. Aku sadar dari komaku. Dan aku melihat sekitar, ada seorang dokter dan mengecek aku,
“ Nenek, kakek..” meskipun suara ku pelan. Tapi dapat di dengar oleh mereka.
️️️
Setelah aku sadar, aku bertanya pada suster dan dokter. Datanglah 1 orang yaitu pria paruh baya, datang mereka semua hormat aku hanya dia tak mengerti.
“ Kamu sudah sadar, syukurlah. Apa yang kamu rasakan?” kata pria itu.
“ Aku baik-baik saja. Di mana nenek dan kakekku.”
Mereka semua terdiam. Aku bingung dan bertanya lagi
“ nenek dan kakekku baik-baik saja kan , katakan.. tuan, dokter..” aku pun mulai panik mereka masih diam.
“ maaf karena ke salah aku. Mereka meninggal di tempat. “ membuatku kaget dan tak percaya .
“ ini pasti bohong kalian pasti bohong.” Lalu dokter menceritakan semua. Membuatku menangis sejadi-jadinya. Aku di tenangkan oleh pria itu. Tapi aku tak peduli. yang pedulikan adalah aku ingin bertemu kakek. Lalu ada anak masuk dan datang ke arahku yang kaget. Seorang gadis, dan juga pria sepantarkah aku. Bertanya pada aku. Aku langsung melepaskan, infus tak peduli mereka. Aku langsung pergi. Aku di ikuti, di cegah dan lainya. Tapi aku tetap memaksa. Dan langsung kabur, dengan andalan bela diriku. Meskipun tubuhku mungil aku bisa. Membuat mereka tumbang sementara.
Dan langsung menuju, ke rumah. Betapa kagetnya, aku terjatuh mereka pergi. Dan aku pergi lagi ke tempat yang sama orang tuaku. Aku pun pergi dengan uang tabunganku. Dan benar mereka semua telah menguburnya dekat dengan orang tuaku. Aku menangis sejadi-jadinya..
2 jam aku sudah berhenti menangis, dan langsung kembali. Sebelum, itu aku bertemu pria itu dan juga ibunya. Mereka turut berdukacita, aku hanya diam.
“ hm.. Makasih tante. “
“ kamu bisa datang ke sini setiap hari “ kata mama Kenzie. Aku hanya diam , mengingat penolakan sebelumnya pada anaknya. Membuatku, sadar. Akan tak di butuhkah dirinya. Aku langsung menggeleng.
“ Aku tak akan menyusahkan orang lain. Hanya karena aku sendiri. Dan aku sudah cuku di sakiti dan di buat, tau aku ga boleh egois Tante “
“ apa...” kata mama pria itu. Dan juga pria itu.
“ Permisi Tante, aku mau bereskan semua “ aku pergi setelah pamit.
“ kasian dia sendiri. Kamu, Kenzie. Bersikap lunak padanya jangan keras dan dingin. Kamu akan menyesal nanti kalau dia pergi. “ kata mamanya langsung pergi dari sana.
“ memang apa salahku. Aku ga salah, aku kan ga suka dekat denganku. Dan selalu membuatku kesal.” Lalu dia masuk ke rumah.
Beberapa menit kemudian, pria yang tadi di rumah sakit langsung menuju rumah gadis itu., Dan langsung menuju sana.
Di rumah kenangan kakek dan nenek serta keluarga aku, aku mengingat dan aku akan pergi dari sini. Untuk membuat bangga kalian, serta sukses. Dengan usaha sendiri, aku menelepon temanku yang mengerti aku. Aku menceritakan semua, dia pun berkata “ aku akan pergi lagi. Aku tunggu di bandara, nanti kamu bisa ceritakan semua. Dan aku akan bantu kamu.” Lalu setelah itu aku pergi dari sana. Aku bawa beberapa pakaian. Foto keluarga ku dan kakek nenek. Serta beberapa yang tabunganku. Dan yang di kasih nenek dan kakek untuk hidupku. Setelah mereka tak ada. Kehidupan benar-benar sedih. Dan harus menjalani. Dengan penuh, perjuangan dan kesedihan,
__ADS_1
Aku langsung masuk taksi yang ku pesan tadi. Dan segera meninggalkan rumah itu, dan pergi dari sana. Dan di saat dia pergi datang mobil pria itu, dan langsung masuk dan memeriksa sekitar di bantu oleh pengawalnya. Dan ternyata nihil mereka tak menemukan gadis itu.
Lalu menyuruh mereka mencari gadis itu. Namun tak di temukan , dengan pasrah dia masuk dan menyuruh seseorang mengawasi dan juga mencari gadis itu.
3 jam berlalu ...
Aku sudah sampai Bandara. Aku melihat ada temanku, ya itu Aira yang selalu bersama aku serta orang tuanya . Mereka sangat baik dan hangat, mereka memberi semangat dan menguatkan aku. Serta menyuruh aku untuk ikut. Aku hanya mengangguk mengerti. Dan langsung ikut dengan mereka, aku menceritakan semua. Dan ingin mengejar cita-cita menjadi seorang desainer dan itu di setuju oleh mereka. Mereka pun membantu aku, karena senang. Sedangkan temanku langsung bahagia, senang. Dia akan satu kampus dan meskipun beda jurusan. Dan mereka pun ingin mengangkat menjadikanku anak angkatnya. Awalnya aku menolak, dan bingung . Tapi di yakinkan oleh Aira sahabatku dari SD dan aku mengangguk. Dan setelah di putuskan itu. Setelah sampai sana, akan mengurus surat dan lainya..
Aku pun Mengganti namaku, dengan nama belakang mereka, aku tak mempermasalahkan. Karena, mungkin orang tuaku dan kakek, nenek. Mengerti padaku, dan aku akan membuka lembaran baru mulai dari sekarang .
“ Tapi mah” saat aku melamun. Di dalam pesawat pribadi mereka. Aku langsung melihat aira bingung.
“ ada apa? “ kata papa.
“ nama yang cocok dengan Vita apa?”. Kata Aira.
“ Ita juga ya, papa tak memikirkan itu, mama gimana?”.
“ mama sih ada cuman yang kembali ke Vita mau ga “.
“ memang nama yang terpikirkan oleh mama siapa?”. Kata Aira
“ Kineta Cordelia, gimana?” mereka pun diam.
“ ah, itu bagus. Mama. “ kata papa Aira .
“ bagus, juga. Tapi panggilannya apa?”.
“ Kin – kin, Neta, Delia, Elia bisa sih “ kata mama Aira.
“ hm. Bagus sih Kin – kin. Menurutku itu keren..” kaya Aira di anggukan papa dan mama. Aku pun senang nama panggilan itu. Dan aku sudah menjadi bagian dari keluarga mereka. Pesan Nenek dan kakeknya. Sebelum meninggal.
“ *Lupakan masalah lainya. Dan kubur masa lalu kamu. Sekarang kamu harus bisa bangkit, dan tetap tegas, serta capai impian kamu. Menjadi perancang baju. Nenek dan kakek mendukung kamu. Begitu juga dengan orang tuamu, Vita. Dan doa kami selalu ada .”
Membuat aku mengerti dan percaya diri. Serta melupakan kesedihannya. Untuk mencapai impiannya.
5 tahun berlalu, aku sekarang berada di Inggris, karena sudah lulus. Kami berdua kembali dari kuliah kami di Paris . Dan sekarang menuju rumah kami. Aira sangat percaya diri serta sangat bersemangat.
Impian aku akan segera di mulai, sedangkan impian Aira pun sama.
“ Aduh Kin-kin, kamu tau aku senang banget udah beres. Bisa langsung buka usaha sendiri, sebagai arsitek. Ah, rasanya tak percaya. “ aku menggeleng kepalaku.
“ iya, kamu benar. Papa dan mama udah di kabari?”.
“ ga ah, ka jadi kejutan saudaraku. Hahah”
“ dasar jail aja, sama mereka.”
“ biar in, Kin-kin. Yang penting aku udah lulus “
Setelah sampai, kami langsung masuk rumah, dan langsung menggelegar. Suara Aira, dan mamanya kaget, tidak memberi tau mereka akan datang.
“ bikin kejutan buat mama Ama papa”.
“ Astaga, anak ini..”
“ tapi selama nyah. Maaf mama ga bisa ke sana”
“ ga apa-apa mama. Ga masalah, yang penting mama traktir kita ke salon, buat raya in aku dan Kin-kin, lulus kuliah.”
“ oke yukk...” aku pun setuju, dan langsung mengikuti mereka. Barang kami sudah di bawakan oleh pelayan . Dan menuju salon.
Ya kami pun berbelanja dan juga makan serta lainya. Di tempat lain pria yang dulu selalu bersama dengan pria paru baya itu kaget, melihat gadis yang di cari oleh ayahnya. Lalu dia mengejarnya . Dan akhirnya dia memegang gadis itu.
Kin-kin kaget siapa yang memegang tangannya. Dan “ kamu siapa? Beraninya pengang tangan aku?”.
“ kamu, Jovita bukan . ?”
“ Jovita siapa?. Kamu ini pasti salah orang. Udah salah nama aja salah. Astaga...” kata kin-kin.
“ Kin-kin, kok ga masuk.” Dengan malasnya dia memberi tau lewat mata . Lalu Aira mendekat dan berkata “ loh senior, kok ada di sini?”
“ Ah,. Ya Aira aku . Kebetulan, dan kamu di sini sama siapa.”
“ Ah, ini yang kamu pengang saudara aku sama mama.”
“ Hah? Saudara?”.
“ Ya saudara. Aku, kamu kenapa sih ?” tanya Aira padanya .
“ Oh, aku pikir dia orang yang aku kenal.”
“ Kamu selalu begitu”.
“ sayang ?” aku mendengar ada kata seseorang. Dan Aira langsung memeluknya aku hanya bingung.
“ kangen..?” kata Aira ke pria itu. Aira yang tau pun langsung berkata “ dia adalah kekasihku, dan sekaligus teman pria yang salah orang kin-kin”. Aku mengangguk mengerti dan tersenyum.
“ halo aku Davin , dan itu yang di depanmu namanya Akma . “
“ Halo” aku langsung menjabatnya. Dia pun membalas .
“ yuk masuk, mama pasti tunggu. Akma juga boleh ikut” kata Aira. Dan langsung masuk bersama pacarnya. Aku masuk setelah mereka bersama dengan Akma.
“astaga, Davin dan Akma lama ga ketemu, kalian sibuk melulu, urusan kerja. Yah “.
“ gitu deh Tante. Aku sambil menunggu calon istriku lulus kuliah” kata Davin menggoda membuat Aira memerah mukanya karena malu. Membuat mereka tertawa, tentu denganku. Sedangkan Akma hanya tersenyum. Dan melihatku, begitu penasaran.
__ADS_1
“ Ayo duduk. Makan bareng aja. Sekalian rayakan anak Tante lulus. Tunggu papa dulu. Karena mama udah pesan.”
“ oke . Ini ga apa-apa kami di sini?”.
“ Ga apa-apa, tenang aja.”
Akma terus melihat aku sejak tadi dan mama melihat itu langsung berkata “ Akma ada apa?. Kok lihat in anak Tante begitu ?’.
“ ah, Tante maaf soalnya dia mirip sekali. Dengan wanita yang saya cari .”
“ Benarkah?, Kin-kin,? Tapi kayaknya kin-kin baru ke temuan sama kamu. Sekarang?” kata mama di anggukan oleh Aira.
“ Akma kamu jangan malu-malui.?” Kata Davin.
“ bukan gitu. Soalnya..”
“ udah .. makan dulu bentar lagi papa ke sini .”
“ Eh,. Ke sini” mama mengangguk. Dan tak berapa lama.
Papa kami datang, kami mulai makan.
Sesudah makan. Aku, dan Aira pun berbisik. “ kin-kin, kayaknya Akma, mulai suka?”.
“ Itu ga mungkin”.
“ lihat aja, melihat kamu terus.”
“ belum tentu suka. Ya” kataku penuh penekanan.
“ Oh, ya Akma. Apa kamu udah punya kekasih?”.
“ Belum tante” kata Akma dan di timpal oleh kekasih Aira. Davin.
“ Ah, Tante boro-boro, mau cari pasangan. Dia aja, masih serius sama perusahaan. Meskipun papanya jodohkan denganya.. dia cueknya...”
“ Benarkah. Mau Tante jodohkan, sama anak teman Tante.”
“ Ma, jangan jauh-jauh, jodohkan ini yang masih single di sini.” Kata Aira membuatku membelalak dan mencubit dia hanya cuek.
“ Oh, tentu mama setuju, papa gimana? Sama kayak mama ga ?”.
“ papa terserah kin-kin, yang dia pilih papa dukung asal ga mengecewakan dia saja. Seperti dulu.” Kata papa yang keceplosan. Membuat mereka kaget. Aku hanya mematung. Dan itu di lihat oleh Akma. Dia tau, .
“ papa..” mama memperingati namun sudah terlanjur. Aira mengelus punggungku. Aku hanya tersenyum biasa.
️️️
Setelah makan. Mama dan papa pamit, karena ada urusan. Aira dan kekasihnya itu akan kencan. Aku tentu pulang sendiri. Saat akan memanggil taksi tiba\-tiba mobil putih mendekati aku. Dan aku sedikit mengerut dahi ku.
“ Kin-kin, kamu mau ke mana? Biar aku antar, karena jam segini susah cari taksi. “ kata Akma yang menawari kepadaku. Aku berfikir dan langsung mengangguk. Lalu Akma , membuka pintunya. Dan aku masuk. Lalu meninggalkan tempat itu. Aku langsung berkata “ makasih “
“ ya, mau ke mana?”.
“ Ke ....”
“ Kebetulan aku juga akan ke sana. Bareng sampai sana.”
“ Eh,. Apa...”
“ ga apa-apa kan?”.
“ i..ya” kami sekarang 1 mobil, dia melirik aku tau dari spion.
“ Kamu, seperti menutup kehidupan kamu?”. Kata Akma
“ tidak hanya aku tak mau terlalu berharap sesuatu, yang tak pasti .”
“ Hm.. oh ya, kamu ke sana undangan siapa?”.
“ Pihak perempuan. “
“ oh,. “ tak berapa lama. Mereka sampai, dan langsung menuju ke sana. Saat masuk kami berdua langsung di sapa teman kami masing-masing. Dan aku sedikit kaget, dia cinta pertama aku. Yang tak pernah di anggap oleh dia. Aku tetap diam. Dan sedikit tersenyum, dia kaget berserta adiknya.
“ sayang” ke cinta pertama aku. Jadi dia sudah punya pacar.
“ Kenalkan ini kin-kin, dia adalah temanku sekaligus, perancang bajuku.” Kata wanitanya dengan senang.
“ benarkah? Oh halo saya... Kenzie kekasih temanmu. “ aku tersenyum. Datang Akma. Tanpa aku tau, .
“ Love, kamu jangan jauh-jauh. “ langsung memeluk pinggang aku. Aku hanya diam dan mengamati.
“ Ah,.. chagiya. Maaf. Aku menyapa temanku dan ... Kekasih temanku.” Kataku dengan tenang.
“ benarkah?. Oh halo, saya Akma.”
“ Saya ... Dan ini Kenzie kekasihku ini adiknya Rio . Mereka pun menjabat.
“ Baik. Kami harus memberi selamat pada pasangan itu. Permisi.”
“ tunggu” kata Rio .
“ Ya?” kata Akma. Yang sudah memegang tangan kin-kin.
“ Ah, saya ingin tanya pada nona yang bersama tuan Akma.”
“ kekasihku?. Tentu, aku pergi kesana. Nanti kamu nyusul”.
__ADS_1
“ Ya, chagiya ..” kataku. Dia pun meninggalkan aku bersama mereka. Yang tak ingin dia temuin terutama cinta pertama dia .
“ ada apa tuan*...?”