Cinta Aku Dan Kamu

Cinta Aku Dan Kamu
9


__ADS_3

" Ivan, kamu mirip sekali degan Akma. Mudah-mudahan,kamu bisa seperti phiyu," muncul air mata kin-kin, mengingat suaminya itu.


Tanpa terasa sudah 4 tahun berlalu...


Anakku dan Akma, sudah besar dan juga toko aku semakin laris. Banyak yang mendukung aku meskipun mereka bukan dari keluarga, hanya teman. Dan tetangga


Tanpa tau, kin-kin ada yang terus memandangi dia. Dialah Jo, dia tau kalau kin-kin tinggal di sana.sekitar beberapa bulan lalu hanya saja belum bisa bertemu, dan juga memberi tau, Aira .


"Syukurlah, kamu baik-baik saja. " Kata Jo sepupu dari suami Kin.


Tanpa sadar dia tersenyum.


* Aku menemukan, istrimu akma dan juga anakmu "


Di tempat Kin, dia tersenyum pada anaknya yang bermain, dan tak rewel membuatnya sangat senang. Dan bahagia, meskipun berdua dengan sang anak.


Tiba-tiba datang seorang laki-laki yang membuatnya bosan. Karena gara-gara dia. Kin di fitnah dan lainya. Membuat dia semakin kesal.


" Untuk apa kamu ke sini? Aku udah bilang aku ga mau, dan jauhlah dari aku." Nada masih pelan dan tak emosi.


" Aku ga akan sebelum kamu jadi milikku"


" Berapa kali aku bilang" sekarang semakin marah Kin, dan juga anaknya menangis karena melihat mamanya marah, membuat Jo langsung ke tempat Kin, karena melihat tak nyaman Kin.


" Hentikan, jangan ganggu calon istriku" mereka semua melihat ke arah bicara tadi. Ya Kin sangat kaget, dan pria sebelum itu bingung.


" Kamu siapa beraninya, .."


" Kin maaf, baru datang. Tutup laundry, kita pulang"


" Hey.."..


Skip...


Setelah kejadian itu pria itu tak datang tapi kesalnya Kin, Jo selalu datang dan mengajak anaknya dan juga bikin Kesal.


" Kamu, itu jangan gitu. Aku ke sini sudah di .."


" Berisik jangan ganggu aku lagi. Pergi.. aku tak butuh. Aku hanya ingin bahagia, dan nyaman tanpa kalian"


" Apa, kamu tak kasian melihat anakmu yang butuh seorang keluarga dan ayah"


" Aku tak peduli pergi sana"


" Dengar, maaf aku tak bisa menjaga suamimu. Tapi setidaknya aku bisa menjaga kalian..


Tiba-tiba sebelum melanjutkan pembicaraan. Kin pingsan membuat kaget dan reflek langsung mengedong Kin. Dan di lihat anaknya Ivan menagis.


" Ivan, jangan nangis ya mama akan baik-baik aja" kata Jo sambil mengelus dan memeluk sang keponakan. Memeluk erat seperti tak ingin kehilangannya. Sekarang, suasana tak enak, anaknya masih bermain biasa, tanpa tau mamanya.


" Kin, aku tau aku salah dan juga zay tapi.., aku sudah janji sama suami kamu, untuk jaga kamu. "


" Pergi aja jangan datang ke sini. Aku udah bahagia sama anakku, aku ingin jauh dari masa lalu yang menyakiti dia setiap melihat kamu, atau siapa pun ."

__ADS_1


" Termasuk Aira?"


" Itu berbeda, tapi aku sudah masing-masing, jadi menjauhi."


Tiba, ada seseorang laki-laki mengetuk, ya Kin di rawat di rumah sakit, dan Jo bingung siapa dia.


" Nona, maaf. Atas kesalahan adikku, dan dia tak akan menganggu lagi, dia sudah di pindahkan. Bersama dengan orang tuaku."


" Terus anda ke sini untuk apa?"


" Saya hanya ingin katakan itu." Kata pria itu.


" Jo, pergi jangan ke sini . Aku akan ingat lagi dengan masa lalu aku. Aku ingin melupakan semua, rasa yang aku rasakan. Nanti saat aku akan ketemu Aira, tapi tidak sekarang. Pergi..." Dengan nada lembut namun terlihat tegas. Mau tak mau Jo pergi dari sana.


" Baiklah, aku tak maksa,dan kalau ada apa-apa, telepon lah yah minimal orang tua kamu, mereka yang khawatir"


" Tentu, kamu tak usah khawatir."


Dia pergi...


Hanya ada anakku, pria itu dan aku.


" Tuan bisa pulang.."


" Baiklah"


" Phiuya..." Membuat aku dan pria itu kaget, Ivan memanggil dia papa, apa maksudnya.


" Ga aku yakin ini papa aku, mah" sambil memeluk kaki pria itu tanpa lepas. Mau tak mau pria itu berlutut dan tersenyum.


" Siapa namamu ?"


" Ivan. Phiuya lupa ya"


" A..apa?ah, ya maaf ya " lalu Ivan memeluk pria. 'Biasanya Ivan sangat cuek sama siapapun. Tapi kenapa?'


" Mhiu, Phiuya di sini ya sama Ivan"


" Eh, itu.."


" Tentu phiuya akan di sini"


" Benarkah"


" Benar, udah makan?"


" Belum, nunggu Phiuya" sambil tersenyum dan membuat senyum.pria itu mirip dengan Akma, lalu aku menggeleng kepala, ' dia bukan Akma, Kin. Dia orang yang berbeda..'


Beberapa hari berlalu aku pulang, dan aku dan pria itu sangat dekat terutama sama Ivan. Dia tak mau lepas bahkan terus sama dia. Hingga datang orang tua pria itu senang dan tulus. Berbeda dengan adiknya dia tak suka. Mungkin dia tak percaya bahwa Ivan lebih dekat, padahal dia berusaha untuk berdekatan.


" Nenek dan kakek pulang dulu ya"


" Yah, Phiuya di sini ya sama Mhiu dan juga Ivan" mereka semua bingung lalu tanpa perasaan. Adiknya berkata " ngapain harus di sini. Kamu itu bukan anak kakakku dan bukan siapa-siapa, termasuk mamamu" mendengar itu aku kaget,dan benar yang di katakan dia. Lalu aku langsung berkata " iya, Ivan kita bukan siapa-siapa, dia bukan papamu," nada lembut meskipun dia sedih.

__ADS_1


" Kamu jangan gitu.." tegas papa marah pada anak bungsu."


" Kamu ini kalau ga di terima, sama anak yang kamu sukai udah abaikan cari yang lain. Lihat, makanya dia tak pernah menyetujui, bahkan mama, tak ada rasa itu karena ini" tegas mama yang memberi saran.


Tanpa peduli, ia diam Rayki. Dan yang tak suka adalah adiknya dia Rama .


Rayki bawa aku dan juga ivan.dan meninggalkan mereka.


" Jangan menangis.. " katanya membuatku diam.


Sampai di mobil aku sekarang bersama Rayki dan juga, anakku Ivan.


" Mama ga boleh sedih. Ingat Ivan sama mama, terus ." Sambil mengusap pipiku yang basah akibat menangis. Aku hanya mengangguk mengerti.


Sampai di rumah yang sangat aku tak menyangka..


" I..ni?"


Tanpa menjawab gedongan Ivan yang tertidur, dia membawanya. Tanpa menjawab aku mengikuti. Terdapat pelayan . Dia langsung berbicara kepada salah satu pelayan. Lalu dia menganggu dan pergi. Aku masih mengikutinya.


Setelah, menidurkan Ivan. Karena dalam perjalanan dia tertidur di pelukan aku.


" Kita menikah, dan menjauh dari sini. Dari masa lalu kamu, dan juga sakit hati kamu sama adikku. Aku tau aku salah mencintai seorang wanita yang kuat, tapi aku tak bisa tinggal diam ketika aku melihat kamu di hina oleh adikku. " Rayki langsung memeluk aku tanpa kata-kata.


" Aku cinta kamu dan anak kamu, ayo kita bangun keluarga yang bahagia."


Mendengar itu aku tersentuh, baru kali ini, meskipun aku baru mengenalnya, tapi dia seperti Akma.. hanya sedikit tapi dia berbeda, caranya yang lembut dan sayang padaku dan anakku akhirnya aku tau.. tapi aku tak boleh langsung menerima..


" Rayki.." belum sempat aku jawab dia menutup mulutku dengan jarinya.


" Nanti saja. Istirahat kamu pasti cape" lalu dia meninggal aku ..


Aku melihat Ivan tidur seperti Akma. Dan tiba-tiba aku mengantuk dan tertidur...


Dalam mimpi aku melihat sekeliling taman indah dan aku mendengar ada yang memanggil dia lah yang ku rindukan yaitu. Akma.


" Chagiya" aku memeluk dan pun sama.


" Aku kangen kamu, kamu tau. Aku sangat ..."


" Jangan berkata begitu, love."


" Ingat kamu kuat love.aku dan papa Sudah bahagia. Giliran kamu bahagia. Aku ingin kamu bahagia.dan baru kali ini aku bisa datang , ke hadapan kamu."


" Tapi. Aku butuh .."


" Sudah ada yang akan jaga kamu dan Ivan anakku. Jangan kau jauhkan dia adalah orang yang akan jaga kamu. Aku memang meminta Jo untuk jaga kamu. Tapi.., aku rasa kamu akan kecewa. Lalu aku percaya dengan yang aku lihat. Dia pria yang pantas. Aku yakin dia tak akan membuatmu menangis. "


"Aku yakin itu. Bukalah hatimu untuknya, dan juga ingat Ivan butuh seorang ayah. Aku akan selalu mendukung, dan selalu bersama kamu di mana pun. Papa pun sama. Jadi jangan buat dia menunggu lama. Aku tau kamu sudah suka dia. Hanya kamu memikirkan sesuatu di kemudian terutama adiknya. Tapi aku yakin dia bisa jaga kamu. " Akma tersenyum dan mencium bibir sang istri.


" Aku bahagia kalau kamu bahagia"


\=\=\= Bersambung \=\=\=

__ADS_1


__ADS_2