
5 hari berlalu, dan mereka melangsungkan acara nikah. Dengan sederhana. Hanya kerabat terdekat saja..
Semua menikmati, tidak bagi pengantin mereka sedang sedih atau apa, tak mengerti. Aku hanya menyuapi Ivan. Sedang Rayki sedang berbicara dengan papa dan papa mertuaku, dan juga mamaku begitu .
" Mhiu?"
" Hm, ada apa Ivan?"
" Ivan. Lihat om Rama terus lihat kita, Mhiu"
" Biarkan aja, mungkin hanya kebetulan. Ivan masih mau makan lagi?"
" Ga udah kenyang. " Bentar lagi usia Ivan menuju 5 tahun. 2 Minggu lagi dia ulang tahun.
" Ivan nanti ulang tahun. Mau kado apa dari Mhiu dan Phiuya ?"
" Hm ga tau, bingung." Aku hanya mengelus rambutnya. Tiba-tiba Rayki datang dan berkata " sudah makanya jagoan Phiuya"
" Udah " dia tertawa begitu pun dengan suamiku
" Ma Cherie udah makan?"
" Udah bareng Ama Ivan sekalian. Mon chéri mau makan aku ambilkan " dia anggukan setuju. Aku pergi dari sana. Ivan sekarang bersama dengan ayah sambungnya. Aku mengambil makanan datang Rima yang mengambil mungkin sama lapar.
Aku abaikan dia tetap fokus dengan bawa makanan suamiku.
" Kak Rayki ga suka makan itu". Aku hanya diam dan tak menggubris.
Rasanya aku ingin makan lagi. Mungkin tadi kurang kenyang jadi aku tambahkan sedikit..
Aku pun pergi sebelum pergi Rima berkata " aku akan biarkan kamu sama Rayki tapi nanti ga. Dia hanya.." belum sempat bicara banyak. Rayki datang tidak bersama dengan Ivan. Ivan bersama dengan mamaku ternyata Ivan di antar ke mama sama supir di suruh suamiku. dan sekarang mama rima Dan mama mertuaku. datang dan bingung. melihat dan mendengar mereka sama seperti aku. lalu mertuaku bertanya.
"Ada apa, kin-kin"
" Rima buat masalah. dan Rayki marah.". dan mereka kaget dan melihat itu.
" Jangan terlalu berharap. Harusnya kamu pertahankan. Keluarga kamu. Karena bentar lagi kamu akan melahirkan anakmu. Aku juga ga akan kembali padamu. Meskipun kamu paksa. aku hanya akan cinta pada istriku.."
Mendengar itu aku senang...
Dia diam sejenak. Datang mama mertuaku, dan mamanya.
" Ada apa?"
" Biasa ." Lalu membawaku pergi dari sana.
Mama yang tau langsung berkata pada Rima.
" Rima, sebagai seorang wanita kamu, harus menjaga semuanya. Meskipun itu tidak kamu inginkan. Karena mama tau, kamu masih cinta sama Rayki tapi kalian sudah tak bisa bersama. karena itu hargai istri Rayki. " mama Rima diam tak komentar begitu pun juga Rima.
" Mama harap ini terakhir kalinya jika mengulang lagi. mama tak akan tinggal diam.." lalu pergi.
" Kenapa kamu masih berharap padanya.., mama udah bilang lupakan dan jalani sekarang dengan Rama. dia sekarang suami kamu."
__ADS_1
" Mah aku ga cinta.."
" kamu sekarang menyesal karena, Rayki sudah menikah. Mama kan sudah bilang sebelumnya kamu jangan bersifat seakan mudah dan lainya . mama ga tau harus ngomong apa bingung. tapi mama hanya ingin..."
" Mama hanya ingin kamu ingat dan berubah meskipun mama tau Rama susah. Minimal demi anakmu."
dia terdiam. aku hanya melihat dengan jelas. sebenarnya dia tak ingin. tapi, mungkin karena Rama. juga membuatnya begitu.
...****************...
setelah Rayki membawaku ke kamar. dan berkata " kita harus pindah.
" iya ide bagus. karena aku ga mau, yang tadi terjadi. apalagi kalau ada anakku Mon chéri."
" tenanglah Ma chérie itu tak akan terjadi. aku akan berusaha untuk lindungi keluarga kita. karena papamu sudah memberi amanat untuk jaga dan lindungi kamu."
" mandi dulu. aku mau, ngambil dokumen untuk nanti kita langsung pindah. karena rumah kamu udah dijual. dan laundry kamu di sana kita sekalian di sana. mulai dari nol. aku beli rumah dekat Laundry kamu. biar ga cape."
" makasih ma Cherie"
" sana. " di anggukan .. setuju.
...****************...
dan setelah mengambil dokumen yang di perlukan. Rayki bicara pada mama dan papanya.
asalnya mereka tak setuju. lalu dia memberi pengertian kepada orang tuanya. bahwa sekarang yang di butuhkan istri Rama dukungan dari keluarga.
" emang aku juga kesal. tapi mungkin dia tak tahan dengan tingkah Rama. jadi begitu ditambah aku ga mau, nanti Kin dan Ivan merasa tertekan. karena dulu begitu. saat bertemu dengan kin-kin."
" kamu ke sini aja. Mama ingin kamu ke sini."
" oke sepakat. papa gimana.?"
" papa dukung kamu. lagi pula kamu bisa mengurus perusahaan cabang di sana. sambil mungkin melihat usaha milik istri kamu."
" eh, memang istri kamu punya usaha?" tanya mama
" iya, punya. 1 usaha laundry aja. itu juga baru rintis saat Ivan masih kandungan 7 bulan."
" wah. mandiri sekaligus Banga pasti orang tuanya "
" iya,. sangat. udah besok kami akan berangkat dan jemput Ivan di rumah mertuaku."
" mama senang kamu bahagia, tetap percaya. dan saling dukung. jujur juga perlu "
" iya aku akan mengingat kata-kata mama."
...****************...
pagi-pagi mereka sudah pergi dari sana. sebelum matahari terbit.
dan sekarang dalam perjalanan..
di rumah mama. kelihatan sepi ..
__ADS_1
dan saat makan hanya ada mama papa, Rama dan Rima. membuat mereka berdua bingung. biasa ribut sekarang ga.
setelah makan. Rama akhirnya bicara pada mamanya karena papa udah berangkat.
" tumben sepi".
" bukanya ini ke inginkan kamu. untuk ga ada Ivan. Ivan kan sama nenek. mamahnya kin-kin. " dan mama langsung pergi.
" oh pantas.." langsung ke kamar..
......................
2 jam menempuh perjalanan.. sampai di rumah yang di beli oleh Rayki dan untuk keluarga kecilnya. karena dekat dengan perusahaan. dan tempat usaha sang istri. dan sekarang Ivan masih tidur. bocah umur 4 tahun dia sudah pintar. dan dia bangga sebagai ayah sambungannya untuk Ivan.
" udah sampai?" tanya istriku.
" hmm. lihat aja?" .
" wah indah banget rumahnya.., sayang bangun lihat rumah baru kita".
" wah,. Mhiu bagus. ini dari Phiuya.?"
" tentu dong siapa lagi. Kan Ivan udah baik tinggal sama nenek di sana. ga repotin nenek selama Phiuya dan Mhiu ke rumah opa dan Oma.."
" iya,.. " mereka turun dan menikamati semua. rumah yang asri dan juga halaman yang lumayan cukup mereka terkagum-kagum.
mereka masuk. dan sudah ada bibi.. aku sampai senang. yang paling dekat dengan bibi Nina . dia selalu dukung aku. selain bi Atun.
" BI Nina di sini?".
" iya, suruh papa mama buat bantu non, sama tuan. katanya nyonya."
" makasih ya bi. kangen banget."
" sama.non, non jangan pergi lagi kalau sedih curhat sama. bibi ya "
" iya makasih" memeluk bibi yang membantuku sama aku bisa mandiri.
" Mhiu siapa?".
" ah, bi ini anakku. namanya Ivan."
" Ivan ini bibi Nina."
" halo bibi Nina. Maaf nanti Ivan merepotkan." membuat aku dan semua tertawa. dan langsung berbicara duduk di ruang tamu.
di kamar ..
setelah menidurkan Ivan. aku langsung ke kamar aku.
aku sangat terkejut. bahwa ini rumah milik aku dan Ivan serta Rayki. yang di ceritakan sang Bibi.
datang suaminya, Tentu langsung segera menyiapkan semua.
" mandi sana. cape keliatan"
__ADS_1
aku menurut sama suamiku ini..