Cinta Aku Dan Kamu

Cinta Aku Dan Kamu
10


__ADS_3

Sedetik itu Akma menghilang dan aku bangun, dengan perasaan lega. Melihat tak ada Ivan. Bergegas aku keluar ternyata dia bersama dengan Rayki.


" Kamu sudah bangun. Maaf tak bangunkan kamu. Karena kamu seperti sangat nyaman."


" Hmm. Ya Tak apa. Makasih.."


" Makan ya " aku mengangguk mengerti dan mengikuti anak dan dia makan . Dalam makan aku senang anakku sangat dekat denganya. Mungkin ini petunjuk untukku.


☘️☘️☘️


Siang hari..


Aku masih di tempat kerjaku. Sepertinya Ivan sangat senang mewarnai, hadiah dari Rayki.


'sepertinya aku harus menerima dia, sebagai papanya'


Kin-kin mulai menelepon Rayki ..


Sesudah selesai, membereskan semua aku berjalan bersama anakku. Dan berkata " kita pulang yuuk.."


" Yeah pulang ke rumah Phiuya" mendengar itu aku kaget..dan seketika itu, aku melihat Rayki dengan setelah yang sangat tampan. Dan sexy membuatku tak berkedip. Seketika itu dia mencium bibirku.aku kaget dan langsung memundurkan tubuhku.


" Heheh. Mhiu kok malu-malu sih sama Phiuya, di cium. " Tertawa anakku dan juga pria itu dia tersenyum padaku.


" Aku akan buat kamu bahagia."


" Kamu bucin sama aku?"


" Kalau iya,kenapa?"


" I...tu.." dia pun menciumiku lagi dan langsung mengedong Ivan dan menggandeng tanganku.


" Hayo pulang" aku hanya mengikuti dia.


☘️☘️☘️


Dan saat sampai aku melihat mobil orang tua Rayki .


" Mama papa ingin bicara sama kamu. Aku akan pergi dulu bawa Ivan. Sebentar"


" Jangan.. aku ingin kamu sama aku.."


" Kenapa?" Tanya dia padaku.


" Ih,. Kamu calon suami aku. Jangan pergi aku mohon.." melihat kekasihnya akhirnya mengangguk dan memegang tangan .


Tak terasa.. mereka menerima aku sebagai menantu dan Ivan sebagai cucuk.mereka, mereka tak mempermasalahkan. Selama anaknya bahagia. Soalnya anak bungsu tak usha di pikirkan . Membuatku lega..


" kita harus minta restu, untuk menikah"


" hm.. "


" ada apa?"


" apa mereka akan menerima aku, karena...,"


" percaya lah, ma chérie,."


"hmm.. makasih ...oh ya , kapan kamu liburnya ?"


" sepertinya Minggu depan *ma Cherie,"


" kenapa kamu panggil aku itu?"


" kamu tau itu artinya apa?" kin-kin diam dia emang tak tau,. lalu Rayki membisikinya . membuatku sangat malu..

__ADS_1


" panggil aku mon chéri "


* Mon chéri?!"


" good ..."


" Mhiu, Phiuya lagi apa?"


" ah, ga lagi apa-apa, .."


mereka pulang rumah masing..


hari Minggu tiba, kin-kin menutup laundry. untuk hari ini, karena di akan mengunjungi, sang mama dan papa yang sudah tak bertemu karena kesehatan dan kesedihan. serta saudara.


dia sudah menemukan kebahagian selain Ivan, yaitu pria yang sekarang di sampingnya, sedang Ivan duduk di belakang. dia sangat senang bahagia, baru kali ini dia pergi. biasanya dia jalan-jalan sekitar rumah sekarang tidak..


2 jam berlalu setelah bercerita dan lainya sampai komplek. pemakaman sang suami, dan ayah mertuanya.


lalu aku berdoa, dan berkata " chagiya.. maaf baru datang, setelah 4 tahun. kamu pasti kangen.., dan juga ingin tau anak kamu kan. aku bawa juga bersama.." rangkulan Rayki menguatkan aku..


" bersama calon suamiku, dan calon Phiuya untuk anak kita. maaf, tak bisa cinta sampai tua., "


lalu kin-kin melihat sebelah kuburan sang suami. papa mertuanya.


" pa, gimana kabar papa, maaf, juga baru datang. karena Kin butuh waktu pa. makasih udah jadi papa mertua yang baik buat aku selama hamil, Ivan. "


" aku sangat bahagia, bersama dengan 2 pria yang hebat.."


" Ivan, ini Phiuya kamu dan kakek kamu" memasang sang anak .dengan mata mirip dengan dirinya serta wajah dengan sang suami.


" Phiuya tenang aja, Ivan jaga Mhiu dan ga akan nakal. begitu juga kakek ya. sekarang ada Phiuya Rayki. jadi Ivan sangat senang, dan akan selalu nurut sama mereka. dan Ivan akan tetap sayang sama Phiuya. sama kakek juga.." kata Ivan sang anak


" Akma terima kasih, telah mempertemukan untuk kedua kali" mendengar itu kin-kin bingung..


" pasti calon istriku bingung, padahal dia tak sadar waktu kuliah aku selalu, melihat dia hanya saja. aku belum berani karena dia sangat tertutup, pada pria entahlah apa alasan. yang jelas aku sangat senang dan bersyukur. bisa bertemu kembali, dan menjadi istriku, untuk anakmu tenang aku akan jaga dia, dan aku akan anggap, menjadi anakku.."


setelah, itu kami langsung ke tempat orang tuaku. saat aku hampir sampai, aku berpapasan dengan Aira. namun Aira tak melihat. rasanya kangen.


sampailah. di rumah orang tuaku.


" tenanglah"


" Ivan ?"


" dia tidur, aku bawa dia , kamu duluan ..


" oke.."


dia gugup sekaligus takut.


Ting tong...


lalu pintu terbuka.. dan pertama kali melihatku, bibi yang membantu mama.


" astaga.. non kin-kin. anda kemana saja" langsung memeluk dan menangis. aku pun sama.


" BI mama ada "


" ada non di kamar. nanti saya panggil ayo masuk.."


" duluan bi saya mau bareng sama anak saya."


" oh, ya baik.."


lalu bibi Langsung menuju ke tempat mama. aku menunggu Rayki membawa, bersama anaknya yang tertidur.

__ADS_1


* dia tidur pulas?"


" sepertinya. cape kali.. yu masuk.."


dan mama langsung turun dengan tergesa-gesa setelah kami berdua duduk dan Ivan masih di gedong sama Rayki. sepertinya dia tak mau lepas.


" astaga, Kin. kamu.. gimana kabarnya sayang. mama kangen sama kamu. maaf ya mama ga ngerti kamu saat kamu kehilangannya. kehilangan suami dan mertua kamu. "


" iya, ma. aku juga minta maaf" sambil memeluk dan tiba-tiba mama tau dan berkata siapa ini. "


" dia calon suami aku dan anakku dan Akma ma"


" astaga... mama ketinggalan kabar ya.." mama langsung melihat Ivan.


" dia Ivan mah. namanya Raivan Akma "


" ah, pantas mirip banget mukanya. tidurkan saja di kamar. BI.."


"iya nyonya.., "


" antar ke kamar Kin, untuk tidur cucuku."


" baik.." lalu Rayki mengikuti dia.


aku menceritakan semua., mama mendengar kan sampai akhir. sampai mama menitihkan air mata.


" kamu wanita tangguh. dan kuat kamu bisa merawat dan mendidik Ivan. mama bangga. oh ya mama telepon papa ya. pasti papa kangen dan senang. kalau untuk Aira mungkin g bisa soalnya dia udah di bandara pasti . "


" iya ga apa-apa. "


lalu mama menelepon papa dengan senang dan heboh. datang Rayki.


duduk di samping aku. "gimana?"


" seperti kata kamu.."


" syukurlah.. mudah-mudahan. terus ginj ya "


" iya,. minta izin nanti sama papa mama"


" iya, ma Cherie, jangan khawatir. kita ke sini kan itu.."


mama yang sudah bicara sama papa. melihat kin-kin mesra dengan pria itu. pasti karena dia. Kin ke sini. dan tak sedih lagi. syukurlah...


1 jam berlalu. papa datang langsung memeluk aku .. aku pun sama. kami sama-sama rindu. lalu aku memperkenalkan Rayki. papa pun tersenyum dan kami berbicara panjang.


tak terasa sudah malam. aku masuk kamarku. aku sangat bahagia dan kangen. sementara Rayki di kamar tamu. di bawah. rasanya , kebahagiaan aku bertambah.


'tapi aku bingung kenapa Jo tak. memberi tau tentangku pada mama dan papa. apa benar yang dia katakan ..'


' rasanya sangat aneh .'


dan melihat sang anak laki-laki. tidur pulas banget..


dan tanpa terasa 2 hari aku pun sudah berbaikan dengan Aira. dan Aira tak bisa ke rumah karena suami tak bisa ambil cuti . dia akan doakan semoga lancar acara nikahan aku.


dan hari itu tiba..


aku sah jadi istri seorang Rayki...


tapi tidak bagi adiknya masih tak suka sama aku..


\=\=\= bersambung \=\=


*Mon chéri kekasih laki-laki

__ADS_1


*Ma chérie untuk kekasih wanita


__ADS_2