
Alex memulai usahanya dari nol sehingga berhasil,dan berkembang begitu pesat mempunyai perusahaan bernama jaya group. Disamping itu mempunyai usaha ilegal penyelundupan senjata yang hingga sekarang menyebar seluruh kehidupan nya tidak semulus usahanya,kedua orang tua Alex sudah meninggal saat Alex berumur 20 tahun mempunyai adik bernama Andira berumur 22 tahun.Andira adalah adik kesayangannya apapun diminta Andira selalu dituruti nya kalau didepan anak buahnya Alex selalu bersifat dingin kalau didekat Andira sifat nya berubah menjadi lembut.Alex tidak mengenal arti cinta ketika dia dikhianati oleh wanita yang sangat disayangi nya selingkuh semenjak itu dia tidak suka dengan wanita yang mendekatinya.Selalu dingin itu lah sifatnya seperti yang terjadi pada malam ini diklub malam duduk bersama anak buahnya Evan saat wanita yang seksi mendekat langsung diusir.
'Ayolah tuan kita bersenang-senang malam ini menyambut kemenangan kita sudah mengalahkan gang Dolly banyak wanita yang cantik dan tubuh yang seksi akan membuat kita puas'ucap Evan kepada alex yang mendengus kesal langsung berdiri meninggalkan klub tanpa berkata sepatah kata pun membuat Evan diam mengikuti tuannya.
"Evan aku tidak suka dengan wanita apalagi tubuh ku disentuh mereka aku jijik",ucap Alex.
'Ayolah tuan coba sekali saja' Evan berusaha membujuk Alex tapi Alex langsung menghadap Evan tajam
"Diam kamu Evan kamu tidak tahu apa yang terjadi dengan hidup ku gara gara wanita sialan itu hidup ku hancur"
Alex langsung berlalu pergi meninggalkan Evan yang berdiri mematung,merasa tidak enak atas ucapannya tadi membuat Alex menjadi marah. Evan berjalan mengikuti Alex yang sudah masuk kemobil.
"evan ayo cepat aku mau pulang "teriak Alex,
__ADS_1
'siap bos'ucap Evan singkat.
Alex tiba di apartemen nya dilantai tujuh langsung membuka bajunya dan membentangkan kedua tangan menerawang ke langit langit sambil berkata "seandainya kau tidak menjadi penghianat sindy kita mungkin sekarang sudah hidup bahagia".sambil menutup matanya Alex tidur dengan pulas Nya.
'Bos bangun sudah pagi' teriak Evan membuat Alex terjaga,Alex mendengus kesal kearah kamar mandi dan segera memakai pakaian Nya.
"hey kau Evan tidak ada sopan nya membangun kan bos mu teriak teriak saja" ucap Alex kesal,Evan tersenyum kearah Alex 'kalau Tidak teriak bos tidak akan mendengarkan ku' kata Evan.
Muka Alex yang kesal berjalan mendahului Evan "Ayo kita pergi ke markas hubungi Dodi kita akan kesana"ucap Alex menatap wajah Evan, 'baik bos' ucap evan.
'baik bos 'jawab Evan singkat.
Alex tiba-tiba memberhentikan Evan "singgah sebentar disini Evan aku mau sarapan sebentar"ucap Alex menepuk pundak Evan mobil pun menepi disebuah kafe.
__ADS_1
Disebuah kafe Henny sibuk melayani pengunjung yang berdatangan,sambil tersenyum Hanny menghampiri meja Alex "mau pesan apa tuan "ucap Henny melihat kearah Alex menjawab sambil fokus melihat tanya menjawab "pesan Copi hitam pakai gula sedikit 1, capuccino dan nasi goreng 2" ucap Alex tanpa melihat kearah Henny,
Henny mencatat dan berlalu.
'bos cafe ini sudah lama ya berdiri kok aku baru lihat setiap kali ke markas' tanya Evan,
"mata mu diletakan dimana Evan sehingga cafe yang besar pun tidak terlihat" jawab Alex memasang muka masam dan pesanan mereka pun datang.
'silahkan tuan'bicara soniya menyapa Alex sambil tersenyum yang disapa menjawab "Hem" saja tanpa menoleh Evan yang melihatnya menjawab terimakasih 'cewek cantik' jawab Evan sambil tersenyum.
Alex mendengus kesal Evan "kamu pantang melihat cewek langsung saja menggombal" hahaha jawab Evan tertawa 'dari pada bos jutek mana ada yang mau dekat sudah umur 32 masih setia menjomblo mau jadi bujang lapuk' jawab Evan,
Alex yang mendengar nya kesal "aku lebih baik jadi bujang lapuk daripada dikhianati berkali kali oleh seorang wanita" jawab Alex.
__ADS_1
"ayo cepat habis kan makanan mu jangan berisik"ucap Alex kepada Evan.
Evan dan Alex segera menghabiskan makanannya dan pergi ke markas setelah keluar dari cafe.