
Di Perusahaan yang dipimpin oleh Alex tumbuh dengan pesat,
Alex sangat optimis dan berusaha untuk terus meningkatkan kualitas perusahaan yang dia pimpin.
Asistennya Evan masuk keruangan dan mengatakan sesuatu kepada Alex"bos ada yang ingin bertemu",Alex pun segera menjawab "siapa yang ingin menemui ku evan? aku sedang sibuk".
"Seorang wanita cantik bos"ucap evan,
"Suruh dia segera masuk aku tidak ada waktu untuk bercanda"ucap Alex menatap Evan dingin.
"Baik bos"ucap Evan berjalan keluar memanggil seseorang dan menyuruh nya masuk kedalam menjumpai Alex.
"Halo sayang sudah lama tidak berjumpa,kamu tambah tampan saja"ucap wanita cantik itu,
Alex yang melihat wanita itu langsung berdiri dan berkata"pergi kau dari sini! untuk apa datang bertemu dengan ku?"ucap Alex dengan tatapan penuh amarah.
"Sambut dengan senyuman dan peluk cium dong sayang Kitakan sudah lama tidak ketemu,masa kamu tidak rindu dengan ku" ucap Sonya sang wanita itu sambil tersenyum dan mendekati Alex mau menciumnya tapi tentu saja itu ditolak Alex dan mundur serta menepis tubuh Sonya.
"Jangan kau mendekati ku lagi sonya,pergi dari ruangan ku sekarang!" ucap Alex dengan wajah memerah penuh amarah.
"Kok kamu menjadi kasar sayang?"ucap Sonya melirik kearah Alex,
"itu semua karena kamu yang telah mengkhianati ku Sonya enyah dari sini!teriak Alex,
Evan yang mendengar teriakkan Alex segera masuk,"kenapa bos ada yang membuat bos tidak nyaman"ucap Evan bertanya kepada Alex.
"Bawak wanita ini menjauh dariku Evan!"ucap Alex berbalik duduk kembali ke kursinya,
Evan segera mendekati Sonya dan merangkul lengan Nya.Sobya memberontak, berteriak kepada Alex,"Aku akan tetap akan mengejar mu Alex!tidak akan kubiarkan orang lain memiliki mu hanya aku yang berhak memiliki mu".
Alex diam saja tanpa menjawab,Evan berhasil membawa Sonya keluar dari ruangan Alex.
"Lepaskan aku berengsek"ucap Sonya berteriak kepada Evan,
__ADS_1
Evan melepaskan cengkeramannya tangannya dari lengan Sonya yang sudah merah.
"Sekarang pergilah Sonya"ucap Evan dengan suara keras, membuat Sonya kaget dan pergi meninggalkan perusahaan Alex.
Di kafe Henny tampak sibuk mengurus pesanan dari pengunjung yang ramai makan di kafe tersebut,
Sindy menolong Henny yang sudah kelihatan lelah dalam menyediakan makanan menu kafe.
"Henny kalau sudah capek gantian sama aku" ucap sindy,
Henny fokus dengan masakan nya menjawab "aku masih sanggup kok sindy".
Andira adiknya Alex meras bosan diapartemen menelpon sang kakak,
"Halo kak boleh kan aku keluar mau ke mall" ucap Andira.
"iya pergilah tapi jangan lama-lama ya"kata Alex.
"Terimakasih kakak",ucap Andira menutup telepon dan pergi keluar menuju mall.
Alex keluar perusahaan melangkah ke mobil untuk mencari makan siang menuju kafe tempat Henny.
Sudah lama Tidak bertemu dengan Henny membuat Alex merasakan rindu ingin melihat nya,
tidak berapa lama sampai lah Alex ditempat Henny langsung menuju meja dan memesan makanan.
Alex melihat sekeliling kafe tidak tampak Henny di manapun dan lalu dia bertanya ke pelayan yang mengantarkan makanan,
"apakah Henny masuk hari ini?"
pelayan meletakkan makanan pesanan Alex menjawab "iya tuan lagi sibuk di dapur".
Alex yang mendengar langsung meninggalkan mejanya pergi menuju ruangan yang di sebutkan pelayan cafe tadi,Tanpa menghiraukan tatapan yang bekerja disitu Alex mendekati Henny.
__ADS_1
"Apakah bisa menemani saya makan?"ucap Alex membuat Henny menoleh kaget melihat Alex yang sudah berdiri dibelakang nya menjawab"Aku sedang sibuk",
Sindy yang berada di samping mengambil peralatan memasak yang digunakan Henny "pergilah Henny kamu juga belum makan"ucap sindy.
Alex yang mendengar langsung menarik tangan Henny menuju mejanya,"tuan saya masih sibuk kerja tidak bisa disini".
"Kamu makan duduk di sini dengan tenang atau saya akan membuat kafe ini berantakan kalau kamu tidak menurut",ucap Alex dingin menatap Henny.
Henny memilih diam dan makan apa yang sudah dipesan Alex untuk nya,kok dia tahu sih apa kesukaan ku nasi goreng seafood batin Henny.
"Sudah makan saja jangan menghayal, jangankan makanan kesukaan semuanya aku tahu"ucap Alex.
Membuat Henny heran kok bisa dia menebak isi hatiku jangan-jangan ni orang paranormal batin Henny lagi sambil menghabiskan makanannya.
Alex melakukan pembayaran dan membawa Henny pulang walau sempat ditolak tapi Alex tidak bisa dibantah tetap bersikeras membawa Henny yang terlihat kelelahan,"sudah lelah masih dipaksakan kerja"ucap Alex fokus menyetir.
Henny diam saja tanpa menjawab Alex dan tanpa sadar memejamkan matanya, Alex yang melihat itu pun tersenyum membiarkan Henny tidur dengan tenang tanpa mengganggunya.
Tidak berapa lama sampai lah Alex dirumah Henny, melihatnya masih tidur langsung saja mengendong Henny masuk kedalam rumah.
Alex pulang ke apartemen meninggalkan Henny yang terlelap dan mengunci pintu agar Henny nyaman sendirian di rumah kosannya.
Henny terbangun ditengah malam kaget kok sudah sampai rumah dan berada ditempat tidur,siapa yang membawa ku masuk batin Henny.
Keluar kamar mencari Alex ternyata orang yang dicari tidak ada lagi,"kemana dia pergi ya"ucap Henny berkata sendiri.
Ponsel Henny berdering tanda ada menelpon,
langsung Henny angkat"halo siapa ini?"
"sudah bangun ya?ucap Alex diseberang sana.
"Kok bisa tahu no ponsel ku?"tanya Henny heran,"ponselmu tidak dikunci dengan mudah ku ambil nomornya".ucap Alex tertawa.
__ADS_1
"Dasar sembarangan saja melihat privasi orang"gerutu Henny,"tidur lagi sudah malam"ucap Alex menutup telepon Nya mengakhiri percakapan itu.
Henny yang kesal karena ulah Alex melempar ponsel ke tempat tidur,dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan kembali mengistirahatkan tubuhnya agar besok bisa bekerja lagi dengan tubuh yang fit.