Cinta Alex Mafia

Cinta Alex Mafia
Perasaan yang dipendam


__ADS_3

Di pagi yang cerah seperti biasa Henny bangun dan memasak untuk sarapan pagi,dilain sisi Alex sudah selesai makan dan bersiap untuk pergi kerja ke perusahaan.


"Kakak aku akan segera kembali ke Paris untuk melanjutkan kuliah karena selesai cutinya"ucap Andira sang adik,"iya hati hati di sana jaga dirimu baik-baik "ucap Alex memberikan ciuman sayang kepada sang adik.


Andira tersenyum melihat kakaknya pergi berjalan meninggalkan apartemen,


Evan mengendarai mobil yang dibelakang nya duduk Alex mengarahkan kearah kantor.


"Tuan apakah kita sebaiknya ke markas karena tuan sudah lama tidak kesana",ucap Evan fokus menyetir.


"Markas itu urusan mu Evan,aku mau lebih fokus dengan urusan perusahaan aku mau meninggalkan dunia mafia dan menata hidup untuk lebih baik lagi "ucap Alex.


"Apakah tuan mau menikah?"ucap Evan lagi,


"aku mau menikah tetapi pengantin perempuan nya tidak mau memilih menjauh dariku.Apalagi nanti kalau dia tahu aku seorang mafia tidak akan dia mendekati ku mungkin dia akan meninggalkan ku.


"Apakah pesona Tuan Alex sudah pudar?"tanya Evan lagi,


"Bagaimana mungkin seorang Alex pesona nya pudar didepan perempuan"jawab Alex dengan angkuhnya sambil memegang kerah baju Nya.


Evan tersenyum saja mendengar nya dan memilih diam,tidak terasa sampai di perusahaan nya Alex.

__ADS_1


"Evan nanti diantar Andira ke bandara menuju paris dan berikan bodi guard untuk nya biar dia aman di sana tanpa dia tahu kalau dia diawasi.


Aku tidak mau kejadian dahulu terulang kembali", ucap Alex.


"Baik tuan! tugas dilaksanakan"jawab Evan,


Alex masuk keruangan CEO dan fokus kerja.


"Henny kok telat datang nya"ucap sindy,


"saya telat bangunnya sindy"jawab Henny dengan senyuman.


Tidak lam ponsel disaku Henny berdering melihat si penelpon lalu Henny mengangkat Nya,"ada apa lagi pagi pagi menelpon"ucap Henny tanpa merasa takut.


"Nanti masakan saya makanan Paris mau makan malam dirumah"ucap Alex dan tanpa menunggu jawaban dari Henny langsung memutuskan sambungan telepon.


Henny menjadi jengkel "seenaknya saja memerintah emang aku siapa? Henny bekerja sambil mengomel pacar bukan, istri juga bukan dasar tuan arogant.


Sindy yang mendengar ikut menimpali"ada apa nona Henny pagi pagi sudah mengomel tidak baik tahu cepat tua nanti tidak laku!mau menjadi gadis tua,ucap sindy sambil tertawa.


"enak saja kamu sindy mendoakan sahabat mu seperti itu,kamu juga sama sekarang juga belum memiliki pasangan kan! ucap Henny cemberut.

__ADS_1


"Iya deh kita sama senasib seperjuangan" balas sindy lagi, mereka berdua pun tertawa bersama.


Tibalah waktunya Alex pulang dan kembali ke apartemen yang didalamnya tidak lagi ada andira,si adik susah sampai di paris untuk menyelesaikan kuliahnya.


Henny juga sudah selesai bekerja dan membeli bahan untuk membuat masakan makan malam sesuai pesanan Alex,"emang dasar bos semplak main memerintah seenaknya tidak tahu apa capek mau istirahat ini disuruh masak lagi"gerutu Henny sendirian mengeluarkan uneg-uneg dihatinya.


Tanpa terasa masakan pun sudah selesai dan tersaji diatas meja dan Henny membersihkan tubuhnya sambil berendam di buthtub, menghilangkan rasa lelah seharian bekerja.


Alex pun sampai dirumah henny tepat jam 8 malam Henny yang sudah siap menunggu kedatangan Alex mereka berdua pun makan bersama tanpa suara hanya dentingan sendok dan garpu saja.


Alex menyudahi makan nya dan duduk di sofa sambil menonton siaran TV, menganggap seperti rumah nya sendiri tanpa menghiraukan Henny yang sudah jengkel dari tadi melihat Alex.


Henny membiarkan Alex sendirian memilih melihat ponselnya,Alex meras diacuhkan pun mendekati Henny.


"Henny ini ada hadiah buatmu" ucap Alex sambil menyodorkan paper bag berisi dress yang sangat cantik.


Henny melihat sekilas dan kembali fokus ke ponselnya,"ini untuk apa tuan?saya tidak memerlukan nya"ucap Henny.


"Terimalah pemberian ku ini anggap saja ucapan terimakasih atas Sudi memberikan saya makanan yang sangat enak"ucap Alex berjalan pergi meninggalkan Henny yang masih terpaku melihat paper bag hitam yang diletakkan oleh Alex diatas meja.


Alex keluar dari rumah henny karena hari pun sudah larut malam tidak mau terjadi apa apa dengan Henny takut tidak bisa menahan hasratnya yang sedang menggebu kalau terus berlama-lama didekat Henny..

__ADS_1


Alex melajukan mobilnya dan pulang ke apartemen nya untuk menuntaskan dikamar mandi baru merasa lega,Alex memilih memejamkan mata merasa kantuk dan istirahat melepaskan lelah seharian bekerja.


__ADS_2