Cinta Alex Mafia

Cinta Alex Mafia
Pertemuan yang tak terduga


__ADS_3

Alex dan Evan sampai ditempat markas langsung bertemu dengan Dodi yang menjadi tawanan mereka Dodi yang melihat kedatangan Alex langsung menatap berang kearah Alex


"ada apa kau menatap ku Dodi" tanya Alex aku sangat membencimu Alex kau orang yang kejam cuih meludah tepat kemuka Alex


Alex yang mendapat perlakuan itu menjawab "kau bilang aku kejam sementara dirimu apa baik iya todong Alex "menggunakan pisau kearah dada Dodi yang ditodong langsung berubah mukanya menjadi pucat "hmmm mau bermain dengan ku ya hari ini tatap Alex dingin" diarahkan pisau kemuka Dodi lalu ditorehkannya keluarlah darah yang segar dari mukanya membuat dia meringis kesakitan Alex menatap wajah Dodi lalu berkata kepada anak buahnya "ambilkan aku jeruk nipis peraskan kelukanya dia akan merasakan betapa sakit dan perihnya sebelum dia menemukan ajalnya siksa dia tanpa ampun 'ucap Alex sambil berlalu keluar dari markas siap bos jawab Lilo yang di tunjuk Alex untuk melakukan tugas untuk menyiksa Dodi


Sesampainya Alex dimobil langsung menyuruh Evan menyetir kearah pulang ke apartemen, membuat Evan bertanya kenapa kita pulang bos kok tidak kekantor hari ini ada pertemuan dengan manager Hendra untuk membicarakan kontrak kerja yang sudah diatur 7 hari yang lalu


"kau atau aku yang bos nya Evan" Alex dengan muka yang dingin dan menyeramkan bagi Evan walaupun Evan sudah lama kenal Alex menjadi sahabat sekaligus rekan kerjanya


Evan tak bisa membantah langsung menuju arah apartemen yang dimaksud bos Nya,


Sampai apartemen Alex merebahkan tubuhnya sampai terlelap beberapa jam kemudian terbangun jam 18:00 wib menuju kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan menghilangkan rasa lelahnya sambil memejamkan mata di bathtub setelah puas mandi langsung keluar memakai bajunya sambil menelpon Evan "kau dimana Evan"


saya masih berada dikantor bos belum pulang


telepon langsung ditutup Alex main dimatikan seenaknya aja ketus Evan menatap HP-nya dasar bos tidak ada sopan santunnya tambah Evan lagi sambil bergegas mengemasi barang- barangnya dan keluar kantor yang sudah sepi tinggal satpam yang berdiri menjaga pos,


Alex keluar menggunakan mobil sports keluaran terbaru yang dikendarai oleh nya sendiri tanpa ditemani Evan menuju sebuah restaurant yang megah hanya orang yang berkelas dan terpandang yang boleh masuk dan makan disana Alex menuju mejanya dan memesan makanan yang diunggulkan di restaurant itu habis makan Alex keluar langsung menuju mobilnya belum sempat masuk mobil Alex kaget kepalanya terkena lemparan botol langsung menoleh kearah suara yang mengagetkannya "hai kau seenaknya saja melempar botol ke kepalaku" Henny yang melempar kaget tak terduga lemparan yang dimaksud untuk melempar seekor anjing yang mengganggunya malah terpeleset terkena Alex


maafkan saya tuan memasang wajah memelas


"kau seenaknya saja minta maaf setelah melempar ku menggunakan botol ini sanggah Alex sambil mengarahkan botol ke muka Henny yang diajak bicara malah ketakutan melihat muka Alex yang tidak bersahabat itu


"Saya benaran tidak bermaksud tuan melempar anda dengan botol ini" jawab Henny sambil mengambil botol ditangan Alex kemudian Henny memohon agar Alex memaafkannya tetapi tetap saja Alex semakin marah


"kau membuat ku jengah membuat alasan yang tidak masuk akal karena dilihat Alex dari tadi tak ada hewan yang melintas seperti yang dikatakan Henny


Henny pun merasa gugup mendengar perkataan Alex yang dari tadi tidak melepaskan pandangannya sedikit pun dari Henny "Jadi saya harus apa Tuan",sehingga anda mau memaafkan saya sambil berlutut meminta ma'af Alex yang melihat Henny berlutut terkejut tidak menduga perempuan itu berani berbuat begitu "baiklah aku akan memaafkan mu tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan untuk ku" perkataan Alex membuat Henny menatap Alex menebak apa yang menjadi syarat Alex untuk nya yang ditatap menjawab sambil memasang muka dingin "Kau harus membayar uang seratus juta untuk ku sebagai ganti rugi" mendengar itu Henny langsung berdiri sambil melotot kan matanya menatap Alex "Hei Tuan kau mau menguras ku"tatap Henny berani yang ditatap santai saja malah Alex meraih tangan Henny yang terkejut melihat tangan nya digenggam oleh Alex "sudah melakukan kesalahan malah berani melototkan matamu kepada ku"ucap Alex


"iyalah masak cuma dilempar begitu mau minta uang seratus juta diobatin juga luka seperti ini dengan obat merah sembuh" ucap Henny sambil memegang kepala Alex dengan berani, "hey enak saja diobatin pakai obat merah kepalaku ini sangat berharga Nona"menatap Henny semakin mendekatkan mukanya ke muka Henny merasa terancam Henny berusaha untuk melepaskan tangannya dari genggaman Alex dan mencoba Untuk memundurkan langkah kakinya yang tetap tidak bisa bergerak karena Alex sudah melingkar kan tangan nya kepinggang Henny yang semakin ketakutan melihat itu Alex merasa bahagia walau tidak dilihatkannya,


"Tu tu tuan" ucap Henny gugup membuat Alex tersenyum walaupun sedikit terlihat langsung diwajahnya dan cepat digantikannya dengan wajah dingin seketika langsung ditariknya lengan Henny dan dibawanya ke mobilnya Henny menjadi takut mau dibawa kemana oleh Alex Takut dia berbuat yang tidak-tidak kepada Henny ,Alex fokus menyetir mobil sambil diam mengarah kan mobil menuju apartemennya Henny semakin ketakutan dibuatnya setelah sampai langsung mengendong Henny ala bridal style yang digendong memberontak turunkan aku tuan tolonglah jangan lakukan ini kata Henny sambil memukul dada Alex dengan keras yang dipukul tidak menghiraukan sedikitpun malah Alex mempercepat langkahnya untuk cepat sampai ke kamarnya setelah sampai Alex langsung menekan kata sandi kamarnya dan langsung mengunci kamar itu setelah sampai kedalam takut Henny keluar dan menghempaskan tubuh Henny keranjang king size nya, Henny kaget merasa sekujur tubuhnya bergetar membayangkan apa yang dilakukan oleh Alex selanjutnya "diamlah kau disitu jangan memikirkan kau akan lepas malam ini"ucap alex membuat hati dan pikiran Henny melayang membayangkan hidupnya akan berakhir seperti apa malam ini sambil memejamkan matanya Henny pun berdoa memohon supaya bisa bebas dari jeratan Alex,


"sudahlah nona jangan kau berpikir aku akan menyukai tubuhmu yang jelek itu aku tidak berpikir untuk menghabiskan malam bersama mu aku cuma ingin kau masak untuk ku malam ini aku merasakan lapar setelah kau melempar botol ke kepalaku walau aku sudah makan tadi"


Henny sedikit kaget mendengar ucapan Alex barusan namun Henny merasa senang mendengarnya apa yang dipikirkannya tidak terjadi,"memangnya kenapa tidak beli aja tuan diluar sana banyak makanan tersedia malah membawa saya kesini menjadi tukang masak anda malam ini" ucap Henny sambil beranjak dari ranjang menuju dapur Alex yang mendengar ocehan Henny menjadi marah


"kau membuat ku jengah nona tadi disuruh bayar tidak bisa disuruh masak malah ngoceh tidak jelas maunya apa sih" ucap Alex sambil menatap Henny yang mulai menjauh,

__ADS_1


"hehehe sambil tersenyum Henny mengucapkan sabar Tuan jangan marah ya cuma bercanda,marah melulu nanti cepat tua" ucap Henny "sudah mulai berani ya kamu menjawab"ucap Alex dengan wajah dingin,


"iya deh maafkan saya tuan ini mau masak apa nih ya tuan"ucap Henny melihat kearah Alex "masak aja yang ada bahan di dalam kulkas jangan banyak omong" ucap Alex


"baik tuan jawab Henny didalam hatinya berkata "ini orang makan apaan ya sehingga hobbynya marah-marah terus hu menyebalkan" sambil memanyunkan bibirnya,


"cepat sedikit jangan lambat atau kau nona mengumpat ku dari tadi" ucap Alex


Henny yang mendengarnya "kok dia tahu aku ngomong dalam hati jangan-jangan dia punya indera keenam"


hmmm,,kemudian sambil membuka dan melihat isi kulkas cuma ada mie,daging, keju mau dibuat apa ni ya sambil mikir mau masak apa Henny mengeluarkan bahan-bahan yang ada di kulkas


"Oke kita akan membuat spaghetti bolognese aja deh kan gampang tu cara membuatnya 45 menit akan selesai jadi tuh si tuan pemarah tidak akan mengurung ku di apartemennya ini sumpek tau dan tanpa ikatan lagi"hmmm menyebalkan kenal aja nggak" ucap Henny sambil merebus mie dan memotong bahan untuk membuat spaghetti bolognese Nya,


Alex duduk di sofa sambil melihat tab menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda


45 menit pun berlalu selesai lah sudah acara membuat spaghetti bolognese buatan Henny dan segera membawa dua piring spaghetti kemeja makan sambil melihat keberadaan Alex dan memanggilnya untuk makan bersama,


"Tuan sudah selesai mari makan"ucap Henny Alex yang dipanggil segera datang menghampiri meja makan tanpa berbicara satu katapun menyantap makanannya hingga habis lalu beranjak dari kursinya tanpa menoleh berkata kepada Henny "hey kau bereskan ruangan ini hingga bersih tanpa debu sedikit pun"Henny yang mendengarnya terkejut karena sudah jam 23:00 wib masih disuruh bekerja,


"hey kau kenapa diam mematung seperti patung Pancoran saja segera laksanakan tugasmu"ucap Alex berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari Henny yang masih tak habis pikir sudah malam mau istirahat seharian bekerja dikafe malah disuruh bersihkan apartemen oleh Tuan Alex arogan,


"ya ampun pake dikunci lagi bagaimana aku bisa keluar ini dari ruangan yang sangat menyebalkan ini"ucap Henny dengan nada kesal sambil menghentakkan kakinya serta tangan dengan raut muka prustasi,


Henny pun merasakan tubuhnya terasa lelah dan tanpa terasa terlelap disofa ruang tengah apartemen Alex,


Alex yang mendengar suara alarm jam weker nya berdering nyaring di samping tempat tidur kamar pun terbangun mengambil jam weker dan mematikannya seraya berlalu menuju ke kamar mandi berendam didalam bathtub,


Selesai mandi berpakaian rapi bersiap untuk pergi ke kantor telpon pun berdering menampilkan nama si penelpon siapa lagi yang berani pagi-pagi mengganggu Alex kalau bukan si asistennya evan langsung diangkat Alex "ada apa Evan? aku akan segera berangkat siapkan berkas-berkasnya tunggu aku dalam 20 menit"


tanpa menunggu jawaban Evan telpon langsung dimatikan Alex,,


Evan menarik nafas panjang untung aja bos kalau tidak sudah ku habiskan kata Evan menuju ke ruangannya


Alex keluar kamar mencari keberadaan Henny yang ntah kenapa membuatnya menjadi kepikiran kalau Henny akan meninggalkan apartemennya,,


Melihat keberadaan Henny masih tertidur pulas dengan wajah yang polos membuat hatinya merasa bahagia yang entah kenapa itu bisa terjadi terlalu cepat tanpa Alex sadari berlalu melewati Henny yang terlelap tanpa sadar dipandangi oleh Alex,


"Kau sungguh cantik nona tidurlah yang nyenyak aku tidak akan mengganggumu"ucap Alex sambil membelai rambut Henny menuju pintu apartemen dan pergi dengan mobil sports nya meninggalkan Henny yang tidur terkunci didalam apartemen Alex,

__ADS_1


Sesampainya dikantor Alex disambut oleh Kelly receptionis nya tersenyum semanis mungkin mau menarik perhatian Alex sambil menyapa pagi bos tapi Alex hanya menganggukan kepalanya tanpa bersuara dan memasang muka dingin masuk kedalam lift khusus untuk petinggi grup menuju lantai 10 ruangan CEO tempat Alex berada,


Di apartemen Henny yang terbangun dari tidurnya langsung melihat sekeliling nya merasa aneh tidak melihat seorang pun disana


"aduh sudah jam berapa ini"Henny berkata sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan rambut yang berantakan sambil pergi ke kamar mandi yang berada di dapur


Henny selesai mandi karena tidak ada pakaian dia tetap memakai baju yang dari semalam menempel di badannya menuju pintu berharap tidak terkunci dan bisa pergi dari apartemen Alex segera tapi kenyataan tidak sesuai harapan pintu terkunci rapat mencoba untuk membuka dengan sekuat tenaga namun sia-sia saja "harus berapa lama lagi aku disini"ucap Henny sambil meraba handphone yang ada didalam saku celananya,


"Aku tidak mengerti dengan Tuan yang ada dirumah ini entah apa yang dipikirkannya sehingga membuat dia mengurungku"pikir Henny menghubungi Sisil sahabat dekat Nya yang setia bersamanya semenjak Henny ditinggalkan oleh kedua orang tuanya


"Kamu sekarang dimana sil? bisa kah kamu menjemput ku"ucap Henny yang mendapat tanggapan dari Sisil diseberang sana tanpa menjawab pertanyaan Henny segera mengoceh


kamu Henny yang berada dimana dari semalam tidak pulang aku khawatir loh takut kamu kenapa-kenapa "Aku tidak apa-apa masih sehat tidak kurang apapun masih utuh tubuhnya"ucap Henny tersenyum,,


Sisil bilang aku serius ini Henny memikirkan mu "iya Sisil aku sekarang berada di rumah tuan yang sangat menyebalkan dan seenaknya saja mengunciku tanpa membiarkan ku keluar"


siapa sih orang nya Henny atau kamu punya kekasih pujaan hati tanpa memberitahu ku


"ih amit-amit punya pacar seperti itu sudah mukanya tak pernah senyum dan sangat menjengkelkan lagi"umpat Henny ke Alex tanpa sadar dia diamati oleh Alex yang sedang saat ini berada di kantor sambil tersenyum melihat tingkah Henny yang sangat menggemaskan dari leptopnya yang sengaja dipasang cctv untuk memantau keamanan apartemen disegala ruangan kecuali kamar tidur serta kamar mandi,


Evan yang dari tadi berdiri di depan Alex melihat tingkah lakunya yang tidak biasa membuat Evan menggelengkan kepalanya heran "Sisil bisakah memberi tahu kepada manager kafe agar memberikan izin buatku? "


baiklah jawab Sisil cepat


"terimakasih sahabat terbaik ku Sisil muuaach" memberi kecupan di handphonenya sekilas membuat Sisil pura pura muntah diseberang sana uweek membuat Henny tertawa sambil menekan off panggilan diakhiri,


Alex yang sedang melihat itu salah paham membuat mukanya menjadi merah karena marah memandang Evan dengan dingin


"Cari tentang kehidupan wanita yang bernama Henny dalam waktu 30 menit" ucap Alex membuat Evan terkejut baik bos tugas saya laksanakan seraya melangkah meninggalkan Alex yang masih memasang wajah yang memerah menahan amarah pun berucap "tidak akan kulepaskan dirimu Henny akan kujerat kau terus menerus tetap berada di samping ku"seringai Alex yang sekarang mulai tenang dan tidak merasa marah lagi


Henny yang merasa mulai bosan diapartemen sendiri tidak melakukan apapun memilih memasak makanan yang ada didalam kulkas,


Tidak terasa jam menunjukkan pukul 13:00 wib dan pintu pun terbuka Henny terkejut dan berpaling menatap siapa yang datang.


Henny pergi dari dapur merasa takut serta waspada takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan memilih tempat persembunyian


"lebih baik aku bersembunyi"ucap Henny berkata sendiri raut mukanya menjadi pucat,


"oh Tuhan lindungilah diriku ini dan segera keluarkan aku dari tempat ini"ucap Henny penuh harap.

__ADS_1


__ADS_2