
Kedatangan Sonya tempo hari membuat pengawasan di perusahaan diperketat,bagi siapa yang datang harus melaporkan diri terlebih dahulu baru boleh masuk kedalam perusahaan.
Alex yang sedang sibuk melihat berkas berkas yang berserakan di meja kerjanya tidak sadar kalau Henny sedang menghubunginya mengatakan bahwa akan menemuinya dikantor untuk mengantarkan baju Alex yang tertinggal dirumahnya yang sudah Henny cuci bersih dan rapi.
Henny sudah tiba di depan perusahaan Alex yang besar langsung masuk saja dan security langsung menahan Henny yang hendak masuk kedalam,"tunggu dulu nona mau kemana?"ucap security."saya mau kedalam mau bertemu dengan pak Alex"jawab Henny.
Security melihat penampilan Henny dari atas sampai bawah yang terlihat biasa saja itu pun menelpon asisten Evan,tiga kali panggilan tetap tidak ada jawaban dan security memilih untuk mengusir Henny keluar dari perusahaan.
Henny sempat membantah bahwa dirinya mau bicara sebentar dengan Alex tapi security tetap tidak mendengar kan Henny dan masuklah Sonya secara diam-diam ketika security sedang sibuk mengusir Henny.
Henny pun memilih keluar dan menitipkan baju Alex kepada receptionis,"Huh susah ya mau bertemu dengan orang penting"gerutu Henny melangkah mencari taksi untuk pulang kerumahnya.
Sonya pun sudah sampai di depan ruangan Alex yang tetapi tidak bisa masuk karena didepan pintu sudah ada Evan sang asisten yang melarangnya untuk masuk berjumpa dengan Alex.
"Tunggu Sonya kamu tidak boleh masuk kenapa masih saja nekat"ucap Evan tegas.
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan Alex"ucap Sonya dengan wajah yang dibuat sedih agar Evan merasa iba.
Tetapi Evan tidak perduli dan tetap mengusir Sonya,kegaduhan diluar membuat Alex yang didalam merasa terganggu dan melihat keluar ruangan nya.
"Ada apa ini kok kalian berisik saya masih banyak kerjaan mending kamu pergi!"sambil menatap dan menunjukkan tangan kearah Sonya.
"Ayolah Alex sayang kita bicara empat mata terlebih dahulu"ucap Sonya sambil merangkul lengan Alex yang langsung ditepis Alex.
__ADS_1
Sonya merasa malu akan penolakan Alex pun pergi dengan menghentakkan kakinya pergi meninggalkan perusahaan Alex.
Alex melanjutkan kembali kerjanya dan ingin segera pulang karena sudah sore, karyawannya pun sebagian sudah pulang.
Ketika Alex hendak menuju ke parkiran Alex dipanggil oleh receptionis dan memberikan paper bag yang dibawak oleh Henny.
Alex menerima nya dan melihat isinya, segera pergi masuk kedalam mobil dan menuju rumah henny.
Henny yang diusir oleh security pun merasa jengkel mengunci pintu rumah nya, "tidak kubiarkan kamu masuk kedalam"ucap Henny bicara sendiri.
Alex yang sudah sampai di depan rumah henny pun membuka pintu tapi tidak bisa dan mengeluarkan kunci yang dia punya tapi tetap tidak bisa.
Alex menjadi kesal dan mengetuk pintu sangat keras namun Henny tidak membukakan pintu malah Henny mengirimkan pesan dan Alex langsung membacanya.
Alex yang membaca pesan Henny memerah wajahnya menahan emosi,sambil mengetuk pintu rumah henny lagi Alex mengatakan
"maafkan aku sayang benaran tadi pesan tidak terbaca karena sibuk kerja sehingga tidak tahu kalau sayang datang"ucap Alex.
"Kita memang tidak sederajat aku orang susah dan kamu orang yang kaya tidak pantas untuk kita bersama"ucap Henny dengan mata yang sudah basah.
"Ayolah buka pintu nya dahulu sayang kita bicarakan dengan baik baik", ucap Alex memohon agar Henny mau mendengarkannya.
"Pulang lah mas tidak enak didengar tetangga,lain kali saja kita bicara" ucap Henny.
__ADS_1
"Sekaranglah bicaranya sayang biar jelas dan masalah nya tidak berlarut-larut"Ucap Alex masih berusaha untuk membujuk Henny.
Namun tidak ada tanggapan dari Henny, Alex menerima rekaman cctv perusahaan yang dimintanya dari Evan.Melihat adegan Henny diusir oleh security dan mengirimkan pesan ke Evan untuk memecat security yang telah mengusir Henny.
Karena tidak mendengar suara Alex lagi dan mendengar suara langkah Alex sudah menjauh Henny merasa kalau Alex sudah pergi, Henny pun membuka pintu rumahnya.
Dan Alex melihat Henny membuka pintu langsung memeluk Henny erat tidak mau melepaskan sampai Henny merasakan sesak,
"lepas..lepas..lepas dadaku sesak" ucap Henny.
Alex pun melepaskan pelukan dan masuk kedalam tanpa di persilahkan Henny.
Henny pun mengikuti langkah Alex ikut masuk,
Alex memeluk Henny lagi mencium puncak kepala Henny menghirup aroma harum rambut Henny yang membuat nya merasa nyaman.
Henny diperlakukan seperti itu oleh Alex diam saja tidak menolak karena Henny juga merasakan kenyamanan hal yang sama dirasakan Alex kepadanya.
Pertengkaran itu pun selesai tanpa ada yang disakiti,Alex meminta maaf atas kejadian yang telah terjadi terhadap Henny.
Henny lebih memilih memaafkan Alex karena itu semua bukan kesalahan Alex sepenuhnya.
Alex membicarakan hal yang sangat penting tentang perasaannya kepada Henny dan segera menikahi Henny.
__ADS_1