
Setelah belanja di rasa cukup Henny segera mengajak sindy untuk segera pulang karena hari pun sudah malam, sesampainya di apartemen Henny segera memasak makanan untuk mereka berdua karena sudah lapar Henny memasak ayam kecap pedas.
Sindy yang sudah lama tidak memakan masakan Henny makan dengan sangat lahap sampai habis ayam kecap pedas, Sindy pun mohon pamit pulang kerumahnya karena kedua orang tua sindy menyuruh nya pulang karena ada yang mau dibicarakan soal perjodohan Sindy dengan Candra anak rekan kerja papanya Sindy.
Henny pun tinggal lah seorang diri merasa sepi lagi dan tidur cepat agar besok tidak terlambat karena mau pergi kelapangan melihat pekerjaan yang lagi dalam pelaksanaan pembangunan.
Alex yang duduk di balkon apartemen Andira sudah siap untuk pulang ke Indonesia tinggal menunggu sang adik Andira mandi mau ikut mengantar kan Alex ke bandara.
Andira sudah selesai berpakaian rapi itupun menemui Alex "Kakak aku sudah siap Ayo kita pergi"ucap Andira.
Alex yang mendengar suara Andira segera berdiri"baiklah kakak sudah siap dari tadi,kamu sih lama mandinya"ucap Alex.
"maaf deh kak itu aja marah sudah tidak sabaran ya untuk bertemu dengan kak Henny yang cantik"ucap Andira yang tersenyum mengejek sang kakak.
"Tentulah sudah tidak sabar sudah lama tidak bertemu dan kamu menyita ponsel kakak tidak boleh menelponnya"ucap Alex memasang wajah datar memandang Andira kesal.
"Supaya nanti kalau sudah bertemu acara temu kangennya lebih seru, hehehe...."ucap Andira.
"Dasar kamu adik kakak bisa aja"ucap Alex sambil mengacak rambut Andira yang menjadi kesal karena rambutnya jadi berantakan.
Alex pun sampai ditempat jetnya berada dan Evan datang membawanya pergi menuju Indonesia.
Henny yang tidak tahu tentang kepulangan Alex bekerja ditempat bangunan yang berdiri dalam proses pekerjaan bersama Gilang, asisten Gilang dan Mila asistennya Henny.
"Bangunan ini kapan kira-kira selesai nya pak?"ucap Henny bertanya pada mandor yang bertanggung jawab atas pembangunan apartemen.
"Saya usahakan Bu sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati"ucap mandor.
"Baiklah pak selamat bekerja semoga tidak ada kendala yang jelas pekerjaan harus sama dengan yang ada digambar dan bahannya dari kwalitas terbaik agar hasilnya juga maksimal"ucap Henny dibalas anggukan oleh kepala mandor.-
Semua itu tidak luput dari perhatian Gilang yang selalu terus menatap Henny,
merasa kagum atas kecerdasan dan ketelitian dimiliki Henny dalam melihat pembangunan.
Henny merasa risih ditatap seperti terus menerus oleh Gilang tapi Henny mencoba untuk profesional tidak membawa masalah pribadi kedalam pekerjaan.Setelah lama berkeliling di sekitar lokasi proyek pembangunan Henny,Gilang,Mila serta asistennya Gilang pun memutuskan untuk kembali ke perusahaan masing-masing.
Gilang pun pamit kepada Henny untuk bertemu lagi besok karena Gilang ada urusan ditempat lain.
"Lain waktu kita makan siang bersama nona Henny"ucap Gilang lembut,
"Baiklah pak Gilang"ucap Henny sambil mengangguk kan kepalanya dan berjalan mendahului Gilang.
Henny langsung memasuki mobil bersama Mila yang sering digunakan Alex untuk pergi kerja, Henny menatap wajah Alex yang ada di ponsel nya yang dikirimkan oleh Andira adiknya Alex.
Mas kapan kamu pulang aku sudah rindu! Maafkan diri ini yang membuat mu sakit ,batin Henny dan meneteskan air mata.
__ADS_1
Mila yang melihat air mata Henny memberikan tisu untuk menghapusnya, "Terimakasih Mila "ucap Henny sendu.
Mila mengangguk kan kepalanya "iya sama-sama nona" sambil fokus mengendarai mobil dan tidak berapa lama sampai lah mereka berdua diperusahaan.
Henny pun langsung menuju kantin kantor karena perutnya sudah keroncongan segera memesan nasi uduk lauknya ayam bakar kesukaannya dan jus alpukat setelah datang kemejanya langsung saja disantap Henny karena sudah lapar.
Setelah selesai makan siang Henny istirahat diruangan yang tersedia untuk melepaskan lelah yang dibuat Alex khusus untuknya beristirahat,sambil menatap foto Alex yang terpajang didinding ruangan itu lalu memejamkan matanya kedalam mimpi berharap akan segera bertemu dengan Alex.
Alex dan asistennya sampai ke indonesia segera menuju perusahaan, sebenarnya Evan melarang bos nya itu untuk datang kesana istirahat terlebih dahulu di apartemen besok baru kekantor.
Namun Alex tetap tidak mau mendengarkannya ingin segera bertemu dengan Henny sampai tubuhnya yang lelah pun hilang karena semangat untuk bertemu sang pujaan hati.
Tidak berapa lama Alex pun sampai diperusahaan dan disambut oleh karyawan yang ditemui dengannya memberikan selamat atas kesembuhan Alex sebagai CEO di perusahaan.
Alex bertanya kepada Tina receptionis dimana keberadaan Henny,
Tina mengatakan kepada Alex bahwa Henny berada diruangan CEO sepulang dari melihat pembangunan yang sekarang sedang dikerjakan oleh perusahaan.
Alex langsung menuju ruangan diikuti oleh Evan namun sewaktu Evan ingin ikut masuk ditahan oleh Alex memberikan perintah untuk menunggu diluar saja,Evan pun mengangguk paham dengan apa yang dirasakan oleh Alex sang bos sekaligus sahabatnya itu.
"Baiklah bos selamat bersenang-senang dan melepas rasa rindu"ucap Evan tersenyum seraya mengolok-olok Alex.
"Diam kamu"ucap Alex dengan tatapan nya yang tajam.
Alex tidak menyangka kalau Henny tahu akan keberadaan ruangan itu,dia menduga Evan yang segaja memberitahu nya.
Akhirnya Alex menemukan Henny di sana yang sedang tertidur pulas di ranjang tanpa terganggu oleh suara pintu yang Alex geser.
Alex mendekati wanita cantik yang menjadi pujaan hatinya yang rela terluka hanya untuk mendapatkan hatinya.
Alex duduk ditepi ranjang membelai lembut rambut Henny,mencium pipinya,dan mengecup bibirnya sebentar.
Kalau lama Alex takut khilaf dan menganggu tidur Henny yang sangat nyenyak tidurnya kelihatan lelah diwajahnya,Alex pun ikut berbaring disampingnya Henny merasakan kantuk yang tidak bisa ditahannya lagi.
Alex meletakkan tangannya di pinggang Henny dan memeluk erat tubuh Henny mencium aroma harum rambutnya yang menenangkan sehingga membuat Alex pun tertidur terbawa sampai kedalam mimpi.
Lama mereka berdua tertidur pulas saling berpelukan dan tanpa terasa hari sudah mulai gelap mereka tidak sadar masih berada di kantor.
Suara ponsel Alex yang berdering beberapa kali membuat keduanya terbangun, Henny yang melihat Alex yang berada di depannya tidak percaya bahwa dirinya sedang bersama Alex merasa bahwa dia masih tidur dan bermimpi.
Henny Mencubit pipi nya sendiri merasakan sakit dan Alex yang melihat tingkah Henny tertawa membuat wajahnya terlihat lebih tampan membuat Henny tersenyum.
"Mas sudah pulang kok tidak memberi tahu Henny?"ucapnya cemberut.
Alex yang melihat wajah Henny seperti itu langsung mencium dahi Henny karena tidak bisa menahannya lagi.
__ADS_1
Henny melihat jam ditangannya sudah menunjukkan jam 8:00 malam,dan mengajak Alex untuk segera pulang.
Alex berjalan berdampingan menggandeng tangan Henny menuju mobilnya dan mengendarai dengan perlahan sampai lah di apartemen Alex.
Alex mengajak Henny masuk kedalam ruangan kamarnya, tapi Henny tidak mau malah masuk ke kamar disebelah kanan kamar Alex berada.
Alex pun menjadi heran dan ikut masuk kedalam, Henny mempersilakan Alex duduk di sofa.
Henny pergi kedapur dan membuat secangkir teh hangat untuk Alex.
"Diminum mas ini apartemen dijual sama orang yang punya dan Henny membeli dengan gaji yang didapat selama bekerja mengganti kan mas, apakah mas tidak keberatan?"ucap Henny menatap Alex yang masih terdiam dengan wajah datar.
"Tidak apa sayang,mas tidak keberatan malahan kagum melihatnya"ucap Alex sambil meminum air teh buatan Henny.
"Mas duduk dulu ya disini Henny mau mandi sebentar jangan kemana-mana"ucap Henny berjalan menuju kamar.
"Mas pulang sebentar ya mau mandi dan ganti pakaian dahulu karena badannya sudah lengket.ucap Alex membuat Henny berbalik melihat Alex.
"Baiklah mas tapi nanti kesini lagi kita makan bersama ya!"ucap Henny kepada Alex lagi.
Alex menganggukan kepalanya tanda setuju dan menutup pintu menuju kamarnya.
Henny sudah selesai mandi,berpakaian pergi kedapur untuk memasak makanan untuknya dan Alex.
Henny memasak SOP daging,oseng tempe,dan goreng ayam Kentucky setelah semua selesai dihidangkan di atas meja tinggal menunggu Alex datang untuk makan bersama.
Alex datang dengan pakaian baju kaos kerah dan celana pendek membuat penampilannya seperti anak muda.
Henny mengambilkan nasi kedalam piring Alex memberikan daging serta oseng tempe ke piringnya,
Alex menerimanya dengan tersenyum,yang dirindukan dari Henny adalah perhatian, masakan Henny yang sangat pas di lidah nya apalagi sop daging buatan Henny yang sangat enak membuat Alex nambah sampai beberapa kali.
Henny yang melihatnya merasa senang karena Alex menyukai masakannya.
Setelah selesai makan malam Henny dan Alex duduk di sofa menonton televisi sambil mengobrol keduanya saling bercerita tentang kehidupan selama berjauhan terpisah.
Tidak terasa hari pun telah larut malam jam dinding menunjukkan pukul 01:00 wib,
Henny dan Alex pun memutuskan untuk segera tidur pergi ke kamar mereka masing-masing. Karena besok Alex akan memulai kembali bekerja dan Henny diminta untuk tetap datang menemaninya.
Sebenarnya Henny mau berhenti mau menghindar dari Gilang untuk kerja di perusahaan, tapi karena Alex mengajak nya terus bekerja membantu mengawasi pekerjaan yang dipegang Henny untuk diselesaikan terpaksa meneruskan pekerjaannya.
Walaupun pun berat rasanya karena sakit yang dirasakan Henny itu datang lagi dipermukaan ketika sering bertemu dengan Gilang tetapi tetap Henny tahan dengan berusaha bekerja secara profesional.
Henny pergi kerja bersama Alex naik mobil yang dikendarai oleh Evan,dan sampai lah mereka berdua ke perusahaan.
__ADS_1