
Di setiap pagi Henny bangun jam 5:00 wib bersiap untuk pergi bekerja ke perusahaan tidak pernah dirinya mengeluh walau terlihat raut mukanya yang lelah.
Henny harus kuat untuk menghadapi hidup tetap berjuang meraih yang diinginkan, Sonya selalu mengganggunya dan mengirimkan pesan sebagai peringatan agar Henny menjauhi Alex tetapi Henny tidak peduli dengan mengabaikannya.
Henny sampai diperusahaan dan bertemu dengan receptionis menyapanya "Pagi nyonya ada yang mau bertemu dengan Anda sedang menunggu diruang tunggu"ucap sang receptionis bernama Tina, Henny menjawab dengan anggukan kepala dan mengatakan "Baik terimakasih saya akan segera menemui nya"Henny pun berlalu menuju keruangan yang di ucapkan oleh Tina.
Disaat melangkah masuk kedalam ruangan Henny merasakan kakinya melemah melihat orang yang dari belakang yang sangat dikenalnya.
lelaki itu pun menoleh ke arah Henny menyapanya dengan tersenyum,"kamu sekarang tambah cantik ya Henny menyesal ku meninggalkanmu waktu itu"ucap Gilang laki laki yang pernah dicintai oleh Henny namun meninggalkan memilih wanita lain yang lebih cantik darinya.
"Kenapa kamu kemari kalau hanya mau mengatakan kata-kata seperti itu sungguh memalukan datang dan pergi seenaknya saja dan kembali lagi "ucap Henny menatap wajah Gilang yang memuakkan.
"Aku lah orang yang akan meeting bersama mu untuk menjalin kerjasama dari perusahaan Corpus "sambil mengulurkan tangannya kearah Henny,
"Baiklah kita bicarakan tentang kerjasama ini diruangan saya saja pak Gilang yang terhormat"ucap Henny berjalan mendahului Gilang tanpa membalas uluran tangan dari nya.
Gilang yang merasa diabaikan merasa kesal dengan sikap Henny yang tidak selembut dulu sikapnya sekarang lebih dingin dan berani untuk membalas tatapan Gilang, semakin membuat Gilang penasaran merasa tertantang dan tertarik untuk menaklukan wanita seperti Henny apalagi sekarang kelihatan Henny sudah sukses memimpin perusahaan Alex grup seperti sekarang ini.
Henny dan sang asisten bernama Mila yang diangkatnya sementara untuk menemaninya dalam bekerja.
__ADS_1
Henny dan Gilang menandatangani kontrak perjanjian kerjasama,"selamat bekerja sama pak Gilang semoga kita menjadi rekan kerja yang baik dan profesional "ucap Henny meninggalkan Gilang yang termenung memikirkan sesuatu yang hanya Gilang yang tahu bagaimana perasaan yang dirasakan.
Henny POV
Disaat Henny berusia lima belas tahun diasuh oleh bibi adik dari ibunya yang sudah meninggal sejak melahirkan nya dan sang Ayah menyusul ibu nya pergi saat Henny berumur lima belas tahun.
Henny tinggal dirumah yang tidak terlalu besar namun cukup untuk menampungnya bibi,paman dan dua orang sepupu perempuannya.
Sampai dewasa lulus kuliah S1 jurusan keuangan dengan mengandalkan beasiswa dan Henny memperoleh nilai bagus mendapatkan gelar cumlaude universitas tempat nya kuliah.
Paman dan bibi ingin segera menikah kan nya dengan juragan kaya raya dikampung nya namun Henny menolak dan diusir dari kampung dianggap bibi tidak berterima kasih atas apa yang telah diberikan oleh bibinya selama ini.
Henny bertemu dengan pria yang bernama Gilang dan jatuh cinta kepadanya karena Gilang lah yang membantu Henny untuk mendapatkan pekerjaan di kota .
Henny berusaha melupakan Gilang dan hidup dengan tenang bekerja disebuah kafe disitu lah dia pertama kali bertemu dengan Alex yang sangat dicintai sampai sekarang dan rela menunggu kesembuhan Alex.
POV off
Henny yang duduk di kursi kerjanya pun beranjak untuk pergi makan siang untuk mengisi perutnya yang sudah kosong, melupakan masa lalu yang suram mengahadapi kehidupan didepan semoga lebih baik lagi dan kebahagiaan yang didapatkannya walaupun sulit untuk meraihnya Henny akan terus berusaha untuk menggenggam kebahagiaan itu.
__ADS_1
Dirumah sakit Perancis seorang pria yang tampan walaupun kepalanya berbalut perban tapi tidak mengurangi ketampanannya siapa lagi kalau bukan Alex dan Andira yang bersiap-siap untuk membawa Alex pulang ke apartemen nya untuk sementara sampai Alex benar-benar sehat seratus persen.
Andira membawa sang kakak memakai taksi menuju apartemennya, sudah dua bulan Alex dirawat dirumah sakit dan akan menjalani rawat jalan diapartemen Andira.
Alex merasakan kenyamanan tinggal diapartemen dari pada tinggal dirumah sakit karena tidak enak Indra penciumannya mencium bau obat setiap hari.
Sindy mendatangi apartemen Henny untuk melihat sahabatnya itu, karena sudah lama tidak bertemu sejak Henny menjadi CEO diperusahaan Alex.
Sekarang Henny pun sudah mempunyai apartemen sendiri dengan gaji yang diperolehnya dari perusahaan.
Sindy memencet tombol bel pintu apartemen menunggu Henny membukakan pintu,Henny yang melihat Sindy pun membukakan pintu dan mengajak sindy masuk kedalam.
Sindy masuk melihat apartemen Henny yang ruangan nya rapi cuma ada satu kamar dan ruangan untuk menonton televisi.
"Ini silahkan diminum jus jeruknya, cuma ini yang aku punya belum ada belanja persediaan bulanan masih kosong kulkasnya"ucap Henny.
"Tidak apa ini saja sudah cukup untuk membasahi kerongkongan ku yang sudah kering "ucap sindy sambil meneguk minuman sehingga habis tanpa sisa.
"Sekarang temenin aku belanja ya sindy",
__ADS_1
"baiklah Henny pakai mobil ku aja ya".
Henny dan sindy segera menuju mobil untuk pergi ke supermarket untuk membeli barang barang yang diperlukan oleh Henny.