
Alex yang sudah terbangun sejak pagi memilih berolahraga untuk mendapatkan tubuh yang sehat, Hari ini tidak kekantor karena libur Alex memilih diam diapartemen.
Beda halnya dengan Henny hari Minggu pun tetap bekerja, Henny yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya membiarkan ponselnya berdering beberapa kali.
"Angkat Henny mana tahu ada yang penting",ucap sindy,
"aku lagi sibuk tidak sempat untuk menjawab telepon "jawab Henny.
"Tuan Alex mu yang telepon itu Henny" ucap sindy tersenyum mengejek Henny tapi tidak dihiraukan oleh Henny.
Alex yang merasa terabaikan karena telepon tidak diangkat marah dan membanting ponselnya ke lantai sehingga pecah menjadi dua.
"Baru kali ini aku dicuekin sama seorang wanita yang membuat ku menjadi gila seperti ini",gerutu Alex memegang kepalanya prustasi.
"Awas saja nanti kamu pasti akan kudapat kan",ucap Alex pergi meninggalkan apartemen mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
Diperjalanan Alex dihadang oleh beberapa pengendara sepeda motor membuat Alex menjadi marah,Alex pun berhenti keluar dari mobilnya.
Alex berteriak kepada pengendara motor itu,
"hey apa sih mau nya minggir aku mau lewat".
Bobi bersama teman teman nya yang diterima itu pun menjawab "emang kamu mau apa kalau aku tidak minggir" adu mulut dan adu kekuatan pun tidak bisa dihindari mereka pun berkelahi.
Alex yang sendirian menghadapi 5 orang tidak merasa gentar walaupun Alex terkena pukulan oleh Boby dan sempat ingin ditusuk pisau oleh teman Boby namun berhasil mengelak.
Alex berhasil mengalahkan mereka walaupun mendapatkan lebam diwajahnya,
Alex yang semula ingin menemui Henny di kafe tidak jadi memilih pergi ke rumah Henny.
Henny pun melihat jam tangannya sudah pukul 17:00 wib membereskan pekerjaan nya dan kembali pulang kerumah menggunakan taksi,
__ADS_1
Sampai dirumah henny terkejut melihat ada seseorang yang berbaring di sofa diruangan TV.
Henny berjalan perlahan menuju sofa,
Alex yang sudah bangun pun menoleh ke arah Henny.
"Sudah pulang ya ?"ucap Alex pelan, Henny yang melihat muka Alex lebam tampak kasihan.
Henny tanpa menjawab pertanyaan Alex memilih kebelakang untuk mengambil es batu untuk mengompres luka alex.
"Kamu habis berkelahi ya! sok jagoan sih sehingga sampai babak belur seperti ini",
ucap Henny sambil menekan perlahan luka alex yang sedikit menghilang lebamnya setelah dikompres.
"Bukan sok jagoan dijalan mau ketempat mu bekerja dihadang sama preman,ya itu terjadi perkelahian orang nya berlima aku sendirian"jawab Alex.
"Makanya kalau tidak imbang mendingan pergi Untung saja lebam begini coba kalau sampai patah tu kakinya tidak bisa lagi berjalan" ucap Henny dibalas tatapan mata Alex yang lebar dan muka yang memerah menahan amarah mendengar yang dikatakan Henny.
"Kalau tidak ikhlas menolong ya sudah tidak usah menyumpahi ku seperti itu",ucap Alex kesal sambil berdiri.
"Henny ada makanan tidak?"ucap Alex sambil memegang perutnya yang lapar dari tadi siang belum di isi,"sudah marah minta makan lagi"ucap Henny berjalan ke dapur mengambil makanan yang dia bawa tadi dari cafe.
Memberikan Alex makan dan menemaninya dengan sabar walaupun Henny terlihat jengkel dengan sifatnya Alex.
"Sudah malam sebaiknya tuan pulang kerumah"ucap Henny memecah kesunyian dari tadi mereka berdua Hanya diam saja.
Alex pun menjawab"aku akan pulan kalau aku mau tidak perlu diusir seperti ini",
"bukan saya mengusir tuan tapi saya tidak enak sama tetangga nanti apa katanya kita belum ada ikatan apapun".
"Jangan terlalu dipikirkan apa yang mereka katakan,kita tidak melakukan apapun yang dilarang meskipun aku terlihat seperti preman begini juga sadar tidak akan aku sakiti wanita yang ku suka"ucap Alex dengan sangat pelan tapi masih terdengar oleh Henny.
__ADS_1
Dia suka dengan ku apa tidak salah dengar batin Henny diam saja tanpa membalas ucapan Alex,
"Boleh kah aku menginap disini?diapartemen aku sendirian, Henny kaget mendengar ucapan Alex yang mau menginap langsung menggeleng kan kepalanya tanda tidak setuju menerima Alex bermalam dirumahnya.
"Jangan sembarangan tuan,saya diam bukan membolehkan anda untuk tidur disini tapi saya hanya tidak mau kita bertengkar hanya gara gara hal sepele ini!"ucap Henny.
"Baiklah kalau tidak boleh aku menginap disini aku akan pulang, terimakasih sudah membantu"ucap Alex berlalu pergi sambil mendekatkan tubuhnya ke Henny sambil membelai rambut Henny dengan sangat lembut dengan tersenyum Alex keluar meninggalkan rumah henny dengan mengendarai mobil sampai ke apartemen Nya.
Henny terpaku melihat kepergian Alex dan mendapatkan belaian dari Alex sambil tersenyum sendiri harinya merasa hangat mendapatkan perlakuan dari Alex walau terkadang suka kesal dengan tingkah Alex yang suka berubah rubah, terkadang suka marah terkadang bisa lembut.
"Hamm sungguh laki laki yang susah ditebak"ucap Henny berbicara sendiri dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena keringat.
Di pagi hari sebelum berangkat Henny mendapatkan kejutan dari Alex sekuntum bunga mawar merah dan ucapan terimakasih dari Alex,
Henny pun tersenyum mendapatkan sekuntum bunga dari Alex dan menyimpan nya dirumah.
Setelah itu Henny pun bergegas pergi ke kafe untuk bekerja memakai taksi.
Dilain sisi Alex pun sudah merasa kan tubuhnya merasa tidak sakit lagi memilih kembali bekerja untuk menghadiri rapat pemegang saham hari ini dan tidak bisa diwakilkan dengan Evan.
Alex mengirimkan pesan ke Henny
"nanti aku mau makan dirumah ya masak yang enak, selamat bekerja jangan terlalu sibuk nanti kecapean" isi pesan Alex mengirimkan nya sambil tersenyum.
Henny yang mendapat kan pesan tersenyum sambil membalas "siap bos" dan melanjutkan pekerjaannya.
Sindy yang melihat temannya yang seperti sedang jatuh cinta itu pun mendekat menggodanya,"yang lagi jatuh cinta seperti orang gila saja tersenyum sendiri"ucap sindy mengejek Henny.
"aku masih waras tahu"ucap Henny membalas ucapan sindy.
Henny bergegas menyelesaikan pekerjaan dan siang langsung pulang kerumah karena jadwal Henny hari Senin ini hanya setengah hari.
__ADS_1
Henny memasak kesukaan Alex walaupun Henny tidak tahu bagaimana perasaan nya yang sebenarnya terhadap Alex,tetapi Henny merasa hatinya senang dan nyaman saja berada didekat Alex walaupun Alex terkadang sangat menjengkelkan .
Alex yang ditunggu Henny pun datang dan mereka berdua makan siang bersama tanpa bersuara hanya dentingan sendok serta garpu yang terdengar,Alex makan dengan lahap tanpa bersisa semua makanan yang dimasak Henny habis dimakannya.Alex selalu ada selera makan apabila makanan yang di masak Henny,dia juga tidak tahu alasannya maka itu Alex suka kerumah Henny hanya sekedar merasakan masakan dari tangan Henny.