
**hari ini adalah hari pengumaman lulus, wajah ceriaku dan teman teman yang lain terpampang begitu nyata bagaimana tidak akhirnya kami akan melepas baju putih biru kami dan memakai seragam putih abu abu, awalnya aku dan ke 5 teman baikku berencana masuk ke sekolah yang sama namun karena satu dan lain hal akhirnya kami memutuskan untuk ikut keputusan orang tua kami masing masing disini kembali ada perasaan mengaharu biru, setelah kehilangan edi dan ardi kini aku harus kehilangan ke 5 teman terbaikku teman yang sudah seperti saudara sendiri rasanya lebih sakit dari pada di tinggal kekasih bahkan 1000 kali lebih sakit rasanya aku lebih ingin berpisah dengan 100 kekasih dari pada berpisah dengan ke 5 teman teman terbaikku, sakitnya begitu luar biasa sampai membuat kesehatanku ikut terganggu
10 tahun kami bersama sama namun akhirnya kami harus berpisah di bangku smp, tak ada lagi kelas unggulan tak ada lagi team happy ku tak ada lagi sahabat sejatiku aku menangis sampai aku kehilangan kesadaranku, kawan sungguh aku menyayangi kalian, kawan sungguh berat berpisah dengan kalian kini disini aku harus berjuang sendiri tanpa kalian, aku takut aku tak mampu menjalani hari hari tanpa kalian...
akhirnya hari pertamaku di bangku sma pun di mulai, aku dina dan mita bersekolah di tempat yang sama namun jurusan kami berbeda dina dan mita, anti dan ana bersekolah di tempat yang jauh namun di sekolah yang berbeda semntara nita sendirian di kampung tak jauh dari tempat tinggalnya, akhirnya kami menjalani hari hari kami sendiri sendiri dengan teman teman yang baru perlahan lahan pertemananan kami menjadi renggang seiring berjalannya waktu, ternyata aku bukan apa apa tanpa mereka aku tak pandai bergaul dengan orang orang baru selama 10 tahun dari jelas 4 sd sampai kelas 3 smp aku berteman dengan orang orang yang sama kini aku harus berhadapan denga orang orang baru rasanya sangat canggung
sebulan berlalu aku mulai beradaptasi dengan baik di sekolah yang baru, aku kembali menemukan teman teman rasa saudara meski tak sedarah, aku ingat hari itu ada rapat guru di jam terakhir pelajaran jadi semua siswa. isa pulang cepat, aku dan maryam melangkah keluar kami selalu pulang bersama sama dia teman terbaikku saat itu sampai di halte tempat kami biasa menunggu angkutan umum aku duduk sebentar sambil menikmati es krim gowes termurah saat itu, tiba tiba pandanganku tertuju pada sosok pria yang berjalan ke arahku cukup familiar rasanya aku meng8enalnya , pria itu semakin mendekat dia tersenyum padaku jantungku hampir copot seketika itu , senyum itu adalah senyum EDI cinta pertalmaku di masa smp , rasanya jantungku berhenti berdetak aku gugup seluruh tubuhku panas dingin
akhirnya edi pulang setelah 3 tahun pergi merantau ke jakarta ternyata dia masih mengingatku...
" sudah pulang ??" katanya padaku sambil tersenyum sungguh sungguh senyumnya adalah racun terhebat yang mampu membunuhku saat itu juga, wajahnya lebih tampan dari dulu penampilannya lebih menarik
__ADS_1
" citra, itu pacar kamu yah ?? waaahh mirip kayak artis kayak ari sihasale" oceh maryam
aku tersedak es krim mendengar celotehan maryam sampai terbatuk batuk jadinya, tapi jika di perhatikan memang edi yang sekarang jauh berbeda dengan edi 3 tahun yang lalu sekarang dia terlihat jauh lebib tampan
" kapan datang ?"
" semalam sekitar jam 2 an sampe rumah, mau langsung temuin kamu tapi udah tengah malam banget, tadi pagi aku kerumah kamu tapi kata kakak kamu, kamu udah berangkat kesekolah aku tau sekolahan kamu ini dari kakak kamu" kata edi menjelaskan
" ya udah kamu mau kemana sekarang ??" tanyaku pada edi
" gak usah, kita pulang aja "
__ADS_1
sungguh hari ini adalah keajaiban yang luar biasa untukku, akhirnya edi pulang dan dia menepati janjinya untuk menemuiku pertama kali ketika dia pulang..,, hari itu kami pulang naik angkot bersama sama aku begitu gugup sampai aku tak bisa berkata apa apa, aku hanya diam begitu juga edi dia hanya diam sambil sesekali melirikku
"aku tidak lama mungkin cuma seminggu, paling lama 10 hari, setelah kembali ke jakarta lagi mungkin aku aku akan menetap di sana" katanya tanpa basa basi
aku semakin terdiam, apa yang bisa kukatakan edi, tadi ketika aku melihatnya aku begitu bahagia namun kata katanya barusan mematahkan segalanya
"ikutlah denganku, kita kejakarta sama sama memulai hidup baru disana "
" kamu mengajakku ke jakarta, artinya kamu mengajakku kawin lari ??, kamu tidak salah bicara ?" kataku dengan wajah sedikit heran
"kalau kamu cinta sama kamu tentu itu bukan hal yang sulit, ikutlah denganku kalau memang benar kamu mencintaiku" pintanya sambil memegang tanganku
__ADS_1
" maaf, aku tidak bisa ikut kamu cinta bukan berarti harus mengorbankan segalanya, orang tuaku sudah bekerja keras membesarkanku rasanya tidak adil jika aku membalasnya dengan cara seperti itu,terlebih kakakku yang baru saja kawin lari dengan pacarnya, jika aku melakukan hal yang sama aku tidak yakin orang tuaku akan sanggup menanggungnya," kataku melepaskan tangannya
saat itu aku tak pernah memikirkan pernikahan, aku masih ingin menikmati masa masa remajaku, usiaku masih muda masih 15 tahun aku belum mampu membina rumah tangga di usia yang masih anak anak**