Cinta Anak 1990

Cinta Anak 1990
lanjutan kisah gadis remaja yang dinikahkan di usia dini


__ADS_3

**aku berdiam diri di tengah lapangan bersama sahabatku, ana sambil menonton penampilan ulang sang pemenang lomba di atas panggung, sampai akhirnya seseorang memukul pundakku dari belakang aku menoleh ke arah orang itu, ternyata dia pacar kakakku iful namanya, dia datang bersama temannya


" dek, kenalin teman kakak"


" hai aku asri"


" hai, aku citra ini temanku ana "


OOOMMGGG.. aku kira hanya edi dan ardi saja yang memiliki paras paling tampan di dunia sungguh lebaynya diriku, kuperhatikan dengan seksama penampilan laki laki bernama asri ini dari ujung kepala sampai ujung kaki, kulitnya putih hidungnya mancung wajahnya tampan eehhh bukan tampan tapi SANGAAAATTT TAMPAN,


"ya ampun citra sejak kapan kamu bisa jadi PLAY GIRL kayak gini ??" kata kata yang terucap dalam hatiku ini membuatku senyum senyum sendiri


" cit, kamu udah punya pacar belum" tanyanya memulai percakapan

__ADS_1


" ahh mana ada yang mau sama gadis jelek kayak aku" jawabku menggodanya


"aku mau " jawabnya singkat, aku tersenyum kegirangan tapi aku tak langsung menanggapinya, aku masih ada ardi pikirku dalam hati


hampir sejam kita ngobrol sama sama, serasa lebih akrab karena kami ngobrolnya rame rame ada kakak juga dan teman temannya yang lain, aku tertawa terbahak bahak karena mendengar cerita cerita lucu dari teman teman kakakku dan juga si asri, tapi kemudian tawaku terhenti aku terdiam seperti kucing di pukul kepalanya ketika aku melihat ke arah belakang ada ardi yang duduk di sana pas di belakangku bersama 5 orang temannya, entah sejak kapan dia duduk disana aku pun tak tahu mungkin karena aku terlalu asik ngobrol atau asik terpesona oleh sosok laki laki tampan bernama asri yang duduk dihadapanku hingga aku lupa pada ardi, lupa pada pertengkaran kami...


" kamu mau kesini atau aku yang kesana " kata ardi tegas dengan bahasa isyarat padaku kugelengkan kepala tanda aku tak setuju, kulihat ardi tak hanya bersama teman laki lakinya tapi juga bersama 3 orang teman wanita mungkin mereka adalah pacar teman temannya.. sungguh gelisahnya aku salah tingkah dan bahkan tidak bisa tenang ketika aku akan mengampiri ardi


" eehh, mau kemana cit udah disini aja" asri langsung mencegahku aku lihat wajah ardi semakin tak sedap di pandang dia mulai marah dan aku harus cepat menenangkan situasi aku tak mau jadi bahan tontonan malam ini jika harus ada ribut ribut di lapangan.


akupun melangkah ke arah ardi, di tariknya tanganku hingga aku terjatuh


" aduuuhh, kamu ini kenapa sih main tarik tarik terus" kataku kesakitan

__ADS_1


"duduk" katanya dengan nada tak berirama wajah dan nada suaranya sungguh membuatku takut, aku duduk agak menjauh dari ardi karena aku melihat kakakku dan juga asri memperhatikanku terus menerus


" jadi begini cara kamu balas dendam sama aku ??" kata ardi memulai percakapan


" maksudnya" tanyaku pura pura tak mengerti


"jangan pura pura bego deh, aku bukan anak kecil kayak kamu aku bisa ngerti semuanya kelakuan kamu yang begini karena kamu mau balas dendam sama aku kan ?"


" udahlah jangan di bahas lagi, kamu berhak dengan siapapun, kamu mau pacaran dengan siapa saja itu urusan kamu, asal kamu tahu aku paling benci laki laki penghianat,"


malam itu kami bertengkar hebat, sampai akhirnya aku harus pulang bersama kakakku aku meninggalkan ardi tanpa pamit bahkan tanpa sepatah katapun, entah kenapa di sepanjang jalan perasaanku menjadi tak tenang rasa sakit di hatiku mulai menyerang, kenapa aku yang tadinya begitu kuat begitu gigih akhirnya tumbang karena perasaan bersalah jika malam ini harus menjadi malam perpisahanku dengan ardi maka aku akhirnya telah berhasil menyakiti diriku sendiri,


sejujurnya aku wanita yang tak mampu menjalin hubungan dengan dua pria, aku wanita yang sangat setia, aku wanita yang jika jatuh cinta pada seorang laki laki maka tak akan membuka hati lagi untuk laki laki yang lain

__ADS_1


malam itu aku kembali menangis


"maafkan aku ardi" kataku dalam hati sambil berurai air mata**....


__ADS_2