Cinta Anak 1990

Cinta Anak 1990
E 5


__ADS_3

**di sekolah akan di adakan acara perkemahan dan perlombaan berbagai macam kesenian dan olahraga untuk memperingati hari 17 agustus , aku mendaftar banyak kegiatan tapi hanya lolos masuk grup qasida dan gerak jalan indah hari ini hari pertama latihan karena pementasannya nanti akan di iringi musik jadi kami harus latihan di rumah pemilik organ tunggal yang akan mengiringi kami bertanding qasidah sungguh tidak kuduga rumah pemilik organ tunggal itu berdekatan dengan rumah ardi..


ketika latihan ardi ikut menonton sesekali aku meliriknya dan dia selalu tersenyum padaku matamya tak pernah berhenti menatapku dan anehnya ketika kami saling bertatapan jantungku berdetak sangat kencang mungkinkah aku mulai ada rasa suka sama pria tampan ini ?? latihan telah selesai aku harus bergegas pulang takut gak dapat angkot kalau ke sorean namun langkahku terhenti ketika ada seseorang yang menarik tanganku dengan wajah terkejut aku menoleh ke arah tangan itu rupanya itu ardi " aku mau bicara tolong kasih wakru sebentar saja " aku menoleh ke arah teman temanku dan mereka mengangguk tanda mereka setuju dan siap menungguku " ya sudah bicara saja ada apa yah kak ? " tanyaku " duduk disana yuk" ajak ardi sambil menunjuk ke arah bangku yang terletak di bawah pohon yang rindang aku pun mengikutinya seperti oramg yang terkena sihir

__ADS_1


" cit sudah lama aku menarub hati sama kamu aku suka sama kamu tapi aku sangat takut untuk mengatakan perasaanku, aku takut hatiku akan sakit jika seandainya kamu menolakku, tolong terima perasaanku dan jadilah pacarku " tanpa berpikir panjang aku pun memberinya jawaban " ya sudah kita coba yah "


hari itu pohon rindang menjadi saksi dua sejoli yang sedang saling mengutarakan perasaannya, aku merasa bahagia aku merasa begitu berbunga bunga kini aku benar benar akan melupakanmu edi, aku benar benar akan membuangmu jauh jauh dari hati dan fikiranku sudah cukup..!! sudah rerlalu lama aku menangisimu

__ADS_1


malam itu selain perkemahan di lapangan juga di adakan pasar malam sungguh sangat ramai , aku mencoba menaiki wahana kincir angin bersama temanku ana kincirnya terus berputar dan sesekali berhwnti untuk menaikkan penumpang tiba giliranku berhenti di bagian paling atas dari kincir itu aku sangat takut tapi aku mencoba memberanikan diri, dari ketinggian nampak sangat jelas orang orang yang ada di bawah berdiri di lapangan tiba tiba mataku tertuju pada 3 orang di sudut kiri lapangan dua cewek dan satu cowok, " itu ardi, tapi siapa ke dua wanita yang ada di sampingnya yang sedang mengobrol bersamanya ?? apakah itu pacar ardi ?? apakah dia selingkuh ?? secepat itukah ??" perasaan sakit itu datang lagi bahkan lebih hebat dari sebelumnya ketika bersama edi kenapa semua laki laki yang dekat denganku selalu menyakitiku ? aku menangis menangis sejadi jadinya menangis untuk hal yang belum kutahu secara pasti akan kebenarannya


akhirnya kincir berhenti aku segera turun diatas kincir aku mengumpulkan semua keberanianku " tidak aku tidak akan mengalah pada siapapun, apa yang menjadi milikku akan aku pertahankan kecuali jika ardi yang membuangku aku baru akan menyerah, aku siap bersaing dengan siapapun aku cantik penampilanku oke bentuk tubuhku sempurna aku bisa dapat laki laki mana saja yang ku mau" aku menarik tanagn ana dan berjalan ke arah tadi aku melihat ardi "semoga dia masih di tempat yang tadi " gumamku dalam hati , benar saja ternyata dia masih di sana aku lihat dia sedang berusaha membujuk gadis yang didepannya mungkin mereka sedang bertengkar kecil , aku terus berjalan mendekatinya aku berjalan tepat di depannya aku berhenti sejenak dan melirik tajam pada ardi, ardi tampak kaget ketika melihatku aku pun langsung melanjutkan langkahku tapi tiba tiba langakahku ardi menarik tanganku hingga aku terjungkal ke arahnya dan hampir saja memeluknya, " kamu dari mana saja, dari tadi aku keliling lapangan mencarimu bahkan aku sudah bertanya sama semua teman temanmu , aku kira kamu gak datang malam ini ke lapangan" " aku tidak datang pun bukan berarti kamu bisa selingkuh seenakmu saja" jawabku ketus " dia memegang tanganku menarikku aku terus berjalan mengikutinya aku berontak agar dia melepaskan genggamannya namun hasilnya sia sia dia terus berjalan sambil menggenggam tanganku ana temanku sempoyongan mengikutiku dari belakang.. akhirnya dia berhenti pas didepan tenda kemah sekolahku dia menyuruhku duduk di sampingnya aku merasa canggung karena di sana ada ibu ros guru bahasa indonesiaku yang tak lain adalah tantenya ardi,

__ADS_1


ardi mengambila gitar dan memainkannya aku dan teman teman serta guru guru bernyanyi bersama, sampai akhirnya suasana menjadi tenang ibu ros asik mengobrol dengan guru guru yang lainnya teman teman yang lain masuk lapangan untuk berjalan jalan dan menonton pertandingan di atas auala, aku memulai percakapan dengan ardi " mungkin sekarang kamu harus menjelaskan apa yang tadi aku lihat" ardi menggenggam erat tanganku aku merasa sangat grogi dengan perlakuannya " dia itu anti mantan pacarku aku sudah putus sama dia 2minggu yang lalu tapi dia tidak mau menerima keputusanku, tadi dia bertanya alasanku memilih putus dengannya aku sudah jawab karena sekarang aku pacaran sama kamu, citra aku bukan laki laki play boy kamu sudah memberikan hatimu dan aku pasti akan menjaganya baik baik" aku terdiam aku berusaha sekuat tenaga menyembunyikan perasaab bahagiaku , ardi kembali memainkan gitar dan bernyanyi suaranya sangat lembut aku sandarkan kepalaku di bahunya, sungguh bahagianya aku malam ini , ardi mungkin kau adalah penyembu lukaku selama ini karena itu aku tdak akan pernah lagi ragu padamu**


__ADS_2