
**bel tan pulang telah berbunyi kurapikan segera buku buku pelajaran dan memasukkannya ke dalam tasku kemudian melangkah keluar ruangan untuk segera pulang kerumah, hari ini rasanya sangat lelah mungkin karena pelajaran olahraga tadi pagi yang membuatku sangat lelah padahal cuma disuruh berlari 3 kali keliling lapangan
__ADS_1
seperti biasa aku selalu pulang bersama dua orang teman baikku dina dan helmy yah mereka adalah teman terbaik yang kupunya selalu mendampingiku dikala suka maupun duka dan yang pasti selalu bersedia jadi obat nyamukku hehehe, sampai di gerbang sekolah aku bertemu ridwan seorang adik kelas yang katanya naksir sama aku, aku mencoba menyapa agar tak dikatakan terlalu sombong " hai ridwan lagi nunggu siapa ? " lagi nunggu kak citra" jawabnya tegas, kebetulan memang arah rumah kami sejalan meskipun rumahku lebih jauh tapi angkutannya sama " ya sudah yuukk pulang sama sama " tanpa ragu ridwanpun melangkah bersamaku helmi dan dina setibanya aku diluar pagar aku terkejut tiba tiba ada memanggilky dari arah kiri gerbang sekolah, spontan aku langaung menoleh ke arah suara itu datang, aku melihat seorang pria dewasa namun memiliki paras yang sangat tampan " hai aku ardi, yang tadi nitipin auray ke kamu" ya ampun aku sampai lupa kalau hari ini ada yang ngajak ketemuan saat pulang sekolah " owh iya, saya citra salam kenal yah " sambil menjabat tangannya, telapak tangannya cukup kasar sehingga aku yakin dia bukan anak sekolahan.
__ADS_1
begitu selesai berkenalan akupun memperkenalkan teman temanku padanya kembali aku terkaget kaget rupa rupanya dina temanku sudah sangat mengenal ardi bahkan ardi dan dina adalah saudara sepupu yang sangat dekat waahhh dunia memang kecil, " boleh ngobrol di warung bakso di seberang jalan gak " tanya ardi "mungkin lain kali yah kak soalnya saya buru buru harus pulang " dalam hati aku bergumam sendiri " bodohnya kamu citra di ajak makan sama pria ganteng kok malah di tolak ?" entahlah aku tdak tau kenapa begitu sulit membuka hatiku untuk pria lain kenapa aku sampai detik ini masih mengharapkan edi, ketika aku mengingat edi rasanya masih begitu sakit air mata pun masih saja menetes jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam aku sangat berharap bisa mendengar kabarnya aku tak ingin apa apa lagi aku hanya ingin tau kabarmu edi...
__ADS_1
akupun melangkah menuju warung jaraknya tdak terlalu jauh hanya sekitar 100 meter dari rumahhku sampai di depan warung aku terhenti sejenak ada wajah yang tak asing yang sedang duduk didalam warung sambil tersenyum padaku ya ampun itu adalah ardi laki laki yang mengirimiku surat dan bertemu di depan sekolah.. tak lama ardipun keluar warung dan menuju kearahku "mau beli apa sayang ?" panggilannya membuatku tidak nyaman tapi sekaligus mampu membuatku senyum senyum sendiri " kamu ngapain disini ?" " ini warung tanteku saya datang mengunjungi beliau" apakah ini kebetulan ? atau memang sudah takdirku? mungkin setiap hari aku akan bertemu dengan laki laki tampan ini**...
__ADS_1