Cinta Anak 1990

Cinta Anak 1990
lanjutan " kisah nyata gadis remaja yang dinikahkan di usia dini "


__ADS_3

cukup lama aku menyendiri, sampai akhirnya ardi datang dan duduk disampingku


" kamu sudah makan ?" aku mengangguk


" maaf aku terlambat, tadi harus antar bapakku ke rumah om di kampung sebelah tapi ban motor ku harus di tambal di tengah jalan tadi"


bodohnya aku , kenapa aku masih saja tinggal di tempat itu padahal aku tau akulah orang yang paling tidak di inginkan di tempat itu oleh kuarganya ardi, tapi aku harus bertahan, aku harus menjatuhkan harga diriku demi ardi besok dia akan pergi untuk waktu yang dia sendiripun tidak tau akan berapa lama, selama ini ardi sudah begitu baik padaku, menyanyangiku dan menghargaiku aku harus membalas kebaikannya biarlah aku di hina biarlah aku tak di inginkan oleh keluargnya untuk satu hari ini saja biarkan aku bersamamu ardi...


ardi menggemgam tanganku " kenapa tanganmu dingin sekali ?? "


"aku hanya agak gugup" kataku memberikan alasan aku tak ingin menceritakan apapun kepadamu ardi apa yang dikatakn ibumu biarkan aku saja seorang diri yang mengetahuinya, cinta tak harus memiliki, berpacaran belum tentu akan menikah jodoh manusia telah ada yang menentukan, biarkan semua berjalan sesuai jalurnya sendiri


"apa kamu akan menungguku ??" kata ardi memandangku

__ADS_1


aku menjawabnya dengan tegas " iya, pasti "


"ardi, berapa lama kamu akan mengingatku di tempat barumu nanti ? seminggu ?? atau dua minggu ?? "


" bodoh..!! tentu saja aku akan mengungatmu selamanya sampai aku kembali kamu akan tetap ada lama hati dan fikiranku" katanya sambil mengusap kepalaku


" kau akan bertemu orang orang baru suasana yang baru teman teman yang baru bahkan mungkin wanita baru yang akan jadi pacarmu, apa kamu yakin saat itu terjadi kau masih akan mengingatku ??,"


yah, aku tak ingin mendengar penjelasan lagi dari ardi , sudah cukup meskipun ardi tetap mencintaikau sampai kapanpun namun hubungan kami tetap hanya akan seperti ini, sampai kapanpun orang tuanya bahkan mungkin seluruh keluarganya tak akan ada yang merestui, sudahlah citra sekuat apapun rasa cinta kalian ujung ujungnya tetap akan berpisah, kataku dalam hati


" besok aku tak bisa ikut mengantarmu, aku tidak tahu harus kasih alasan apa ke orang tuaku dan besok juga aku ada ulangan"


" iya tidak apa apa" kata ardi yang masih terus menggenggam tanganku

__ADS_1


hari beranjak sore, rasanya aku masih ingin berada di tempat itu tempat dimana ada ardi menghabiskan waktu meski hanya sekedar mengobrol dengannya,


" aku harus pulang sekarang" kataku melepaskan genggaman tangan ardi


" tunggu sebentar , ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu"


dia bergegas masuk kerumahnya dan membawa dua gelang keluar ditariknya tanganku dan dimasukkannya gelang bertuliskan namanya ke tanganku, satu gelang yang bertuliskan namanya di pakainya sendiri


"gelang ini anggaplah pengganti diriku, meski cuma gelang murahan tapi aku berharap akan bisa menjadi pengikat cinta kita, aku sangat mencintaimu citra baru kali ini aku merasakan perasaan seperti ini, seandainya aku bisa memilih aku tak akan pergi meninggalkanmu aku akan disini selalu di sampingmu" dia menggenggam tanganku kali ini lebih erat dia menundukkan kepalanya dihadapanku,


air mataku kembali menetes, dan aku melihat ardi pun ikut menangis bersamaku ingin sekali rasanya aku memeluknya saat itu ingin ku peluk selamanya tanpa melepasnya lagi , rasa sakitku menjadi bertambah dua kali lipat kenapa harus begini lagi keadaan yang sama lagi sakit yang sama lagi, begitu sulitnya bahagia ku raih begitu susahnya bahagia ku genggam aku selalu saja terhempas oleh kesakitan yang luar biasa


hari itu deru angin menjadi saksi betapa terlukanya dua insan yang saling mencinta namun harus dipaksa berpisah oleh keadaan, langkah kakiku yang baru saja tegak berjalan kini kembali goyah, senyumku yang baru saja ceria kini kembali suram aku kembali kehilangan arah, AKU KEHILANGAN CINTA UNTUK YANG KEDUA KALINYA....

__ADS_1


__ADS_2