
hari berganti hari kujalani seperti biasa sekolah dan sesekali hangout bareng teman temanku, kupandangi kalender yang tergantung di tiang rumahku tak terasa sudah 3 bulan kepergian edi rasanya baru kemarin kami bercanda bersama rasanya baru kemarin kami tertawa bersama aahhhh sungguh indah masa masa lalu itu aku tersenyum simpul ketika mengingatnya
6 bulan berlalu.. aku mulai merasakan rindu yang luar biasa kenapa edi tak pernah mengirimkan surat untukku ? aku pun tak tahu alamat lengkapnya di jakarta ya Tuhan ada dengannya rasa rindu seketika berubah jadi rasa cemas yang luar biasa..
sore itu sepulang sekolah kuberanikan mampir kerumah ibunya untuk menanyakan kabar edi, belum sempat duduk ibunya yang datang dari arah kamarnya menyodorkan kertas yang terbungkus amplop berwarna merah muda padaku sembari berkata " maaf nak tante tidak sempat mengantarkan surat edi padamu di karenakan tante beberapa hari ini sakit dan harus di rawat inap di rumah sakit" dengan senyum sumbringah aku menjawabnya " ooh gak apa tante" aku tak ingin berlama lama lagi surat surat dari edi sungguh membuatku penasaran akhirnya aku pun pamit
sesampainya di rumah aku tak ingin melakukan apapun bahkan aku tak merasa lapar padahal di sekolah tadi aku cuma minum segelas air putih saja, sungguh surat surat edi adalah obat segalanya bagiku kubuka amplop dan mengeluarkan secarik kertas dari dalam amplop itu rasanya aku hampir mati karena penasaran.. kubuka lipatan kertas itu dan membaca kalimatnya dengan dada berdebar kencang
teruntuk kekasihku citra
apa kabar sayang, aku sangat merindukanmu disini aku masih tinggal menumpang sama om jadi belum bisa leluasa
__ADS_1
gimana sekolahmu ? ingat sekolah yang rajin jangan nakal rajin rajin belajar dan ingat jangan sampai tergoda sama teman cowokmu
kehidupan disini sangat berat, doakan aku semoga bisa cepat dapat kerja..
tunggu aku sayang, aku akan kembali secepatnya untuk menemuimu ketika tabunganku cukup banyak aku akan kembali dan menemuimu..
maaf sayang aku hanya bisa mengirimkan surat untukmu, lain kali aku akan mengirimimu oleh oleh. jangan lupa di balas !!
kekasihmu edi
aku menangis tersedu sedu tuhan sungguh berat rasanya, andaikan bisa kuputar waktu itu kembali ke masa masa dimana masih ada edi disampingku alangkah bahagianya aku, aku mengambil sampul surat itu aku melihat ada alamat lengkap edi tertulis disana syukurlah akhirnya aku bisa tau alamatnya sehingga sewaktu waktu aku bisa mengiriminya surat
__ADS_1
ke esokan harinya aku mengiriminya surat balasan kukatakan padanya aku baik baik saja dan juga sangat merindukannya aku juga memberitahunya bahwa sekarang aku sudah kelas 2 smp dan sebentar lagi akan menghadapi ujian penaikan kelas
bulan demi bulan berganti, aku tak pernah lagi menerima surat balasan dari edi sudah 8 kali kukirimkan surat padanya namun sekalipun tak pernah dia balas aku pun sudah berkali kali kerumahnya dan bertanya pada ibunya namun jawabannya selalu sama tidak ada, 1 tahun berlalu tak terasa sudah begitu lama kepergiannya namun hanya satu kali dia mengirimkan surat padaku tak kusangka aku mulai lelah aku mulai jenuh aku bosan menunggunya menunggu dia yang tak perduli lagi padaku, akhirnya kuputuskan tak lagi mengiriminya surat aku merasa telah gagal aku merasa telah di abaikan aku kecewa aku sakit hati aku ingin berontak aku ingin berteriak kembalu padaku tapi sekuat apapun aku berusaha dia tak akan mampu mendengarku
hari ini lagi ada rapat guru jadi di kelas tidak ada pelajaran sama sekali , aku bersama teman teman asik mengobrol di kantin sekolah dan tiba tiba seorang murid kelas 1 menghampiriku "kak ada surat dari ardi " dengan wajah penuh kebingungan aku meraih surat itu kubaca kata kata di amplopnya
untuk citra
dari ardi
ardi ?? gumamku dalam hati siapa laki laki ini ? aku buka suratnya kata2nya singkat dia hanya ingin berkenalan denganku di sampaikannya pula rasa ketertarikannya padaku sampai di baris bawah aku membaca sebuah kalimat ajakan " cit boleh ketemu gak sepulang sekolah di depan gerbang sekolah ? aku tunggu yah ?
__ADS_1
aku tersenyum kecil ,teman teman mulai menggodaku hingga aku semakin tak bisa menyembunyikan rasa bahagiaku tapi apakah aku telah siap ? siap menerima orang baru di hatiku apakah hatiku bisa ? bukankah hatiku ini sangat mencintai edi ? dan bukankah telah kuputuskan menutup rapat rapat hatiku untuk pria lain dan menunggunya kembali ?? ENTAHLAH...