Cinta Anak 1990

Cinta Anak 1990
lanjutan kisah nyata gadis remaja yang di nikahkan di usia muda


__ADS_3

**hari itu hari pertamaku masuk sekolah kembali setelah libur sendiri 3 hari efek kecapean, 3 hari itu aku cuma tidur makan saja aku sama sekali tak memikirkan hal yang lain, saat itu aku hanya ingin fokus untuk belajar dan belajar aku masih anak anak tugasku adalah belajar tak seharusnya larut dalam kisah CINTA MONYET fikirku dalam hati


akhirnya bel tanda keluar mainpun berbunyi, aku dan teman teman berjalan menuju kantin buat makan, seperti biasa menu andalan kami mie rebus tempat makan kami selalu di kantin neneknya ana karena disana sudah kayak rumah sendiri lebih leluasa makan sambil bercanda gurau,, aku yang sedang asik makan tiba tiba di kagetkan oleh seorang laki laki yang juga makan di mangkok yang sama denganku


" kamu makan gak ajak ajak, sudah sombong yah sekarang ?" katanya berbisik suara itu tak lain adalah suara ardi


kutarik piring tempat makanku tanpa menolehnya sedikit pun " mau makan beli lah sendiri" kataku acuh tak acuh sambil pindah tempat duduk agak menjauh dari ardi, namun ardi tak putus asa di terus mencoba duduk di dekatku, tapi aku sama sekali tak goyah sikapju tetap dingin seperti biasa,


"besok aku mau pergi,,," katanya kembali memulai percakapan namun aku tetap tidak perduli aku hanya makan dan sesekali bercanda dengan teman temanku yang makan bersamaku di kantin,


" mungkin perginya akan sangat lama, aku mau ikut om merantau ke samarinda, aku belum bisa pastikan kapan akan kembali kesini lagi yang jelas aku sangat berharap kamu mau menungguku kembali aku tidak meminta kamu untuk tetap setia juga tidak memintamu menutup diri pada laki laki lain aku hanya memintamu agar tidak melupakanku dan tetap menungguku.."


"sudah selesai ????" entahlah kenapa hanya kata itu yang bisa ku ucapkan perasaan bercampur aduk aku merasa kembali hancur, hancur berkeping keping satu tahun yang lalu laki laki yang sangat kucintai laki laki yang kuanggap dialah belahan jiwaku juga meninggalkanku dengan alasan yang sama, dia memintaku mennunggunya kembali tapi kenyataannya aku di campakan

__ADS_1


ku pandangi wajah ardi ada bulir bulir air di sudut mataku yang siap untuk kembali menetes, ke tarik nafasku dalam dalam kutenangkan pikiranku "aku masih anak anak tak seharusnya larut dalam kisah kisah cinta monyet seperti ini, tugasku adalah belajar dan mengejar cita citaku" gumamku dalam hati


kugenggam tangannya dan berkata " pergilah, jadilah orang yang sukses jangan khawatir aku tidak akan pernah melupakanmu, jngan pusing pusing berkirim surat padaku karena bisa saja kau akan bosan, satu atau dua kali mungkin masih bisa tapi aku tidak yakin akan bisa seterusnya, ardi aku bukan wanita yang gampang jatuh cinta saat kau pergi nanti aku hanya akan fokus pada sekolahku"


"citra, saat aku kembali nanti tak perduli seperti apa kamu , dengan siapa kamu berpacaran, bagiku kau tetap milikku kau harus kembali padaku, dari sekian banyak wanita yang pernah kujadikan pacar bagiku hanya kamu satu satunya wanita yang paling berkesan hanya kamu, "


kutundukkan kepalaku aku tak sanggup lagi menahan air mataku sekuat apapun aku mencoba aku tak kuasa sungguh aku telah menjadi wanita yang sangat rapuh, separuh jiwaku pergi bersama edi satu tahun yang lalu, kini separuhnga lagi akan pergi bersama ardi lalu apa yang akan tersisa lagi ??? edi dan ardi adalah sosok laki laki yang baik mereka mampu menghargai wanita tak pernah berani bersikap kurang ajar padaku perhatian yang sewajarnya hubungan yang saling melindungi satu sama lain,


"ana pastikan citra ikut bersamamu"


"siap" kata ana


"sana masuk kelas, jangan terlalu banyak makan nanti kamu gendut malah makin jelek" kata ardi menggodaku sambil mengusap kepalaku

__ADS_1


" mau diet juga tetap aja jelek, matamu rabun kalau bilang aku cantik " kataku sambil seyum senyum kecil


jam pelajaran usai, aku dan teman temanku berjalan bersama kerumah ardi ternyata disana cukup ramai ada banyak teman teman ardi juga keluarganya yang datang, aku dan teman temanku di suguhkan makanan dan es buah kelapa sembari makan mataku pun jelalatan kesana kemari mencari ardi , dari tadi dia tidak kelihatan " kemana dia ??" tanyaku dalam hati


habis makan aku berjalan masuk kedapur tujuannya mau mencuci piring piring kotor bekas makanku dan teman teman yang lain tapi langkahku terhenti ketika ada suara dari dalam kamar memanggilku


" citra kesini sebentar," suara itu ternyata suara ibunya ardi, aku melangkah mendekat dan duduk di sampingnya "


" kamu tidak cocok sama ardi, kamu sama ardi hubungannya itu sebagai keponakan dan omnya meski jaraknya jauh tapi saya sebagai ibunya ardi tetap tidak setuju sama hubungan kalian, kamu lihat gadis itu dia itu sepupunya ardi, saya sama orang tuanya sudah sepakat menjodohkan mereka setelah sepupunya lulus mereka akan segera menikah"


sungguh tanpa basa basi, tanpa rasa kasihan dan tanpa sungkan ibunya berbicara tanpa henti, kata kata yang di ucapkannya seperti pisau tajam yang mencabik cabik hatiku, tak sampai disitu bahkan harga dirikupun ikut hancur berkeping keping, aku berdiri dan melangkah keluar tanpa mengucapkan satu katapun, aku telah hancur semuanya telah hancur lalu untuk apa lagi aku berbicara saat itu bagiku diam adalah jawaban atas segala pertanyaanku


aku duduk di luar rumah sendirian menjauh dari kerumunan yang sedang bersuka ria sedang bercanda gurau sambil sesekali mengusap air mataku, aku tak habis pikir kenapa ibunya ardi begitu tega mengatakan hal sekasar itu padaku, sebentar lagi ardi akan pergi meninggalkanku dia memintaku menunggunya, lucu sangat lucu kenapa aku harus menunggu orang yang bahkan ibunya saja tak menginginkanku, sudah jatuh tertimpa tangga pula, itulah yang kurasakan saat itu

__ADS_1


__ADS_2