
hari berganti hari hubungan asmaraku dengan edi baik baik saja sampai pada hari itu..
seorang tetangga membawa pesan padaku pesan itu dari edi yah dijaman pacaran kami dulu belum secanggih saat ini kami tak mengenal whatsApp bahkan sms pun tak pernah cara berkomunikasi kalau bukan surat pasti lewat mak comblang..
siang itu tetangga sekaligus temanku sengaja mengunjungiku untuk menyampaikan pesan dari edi dengan ragu ragu dia berkata " cit, edi memintamu untuk kerumahnya malam ini katanya dia ingin bertemu untuk yang terakhir kali " aku tersentak diam tanpa bahasa aku bingung kenapa ?? ada apa ?? dengan penuh rasa penasaran aku menanyakannya pada temanku " apa maksdnya ?? ada apa dengan edi " " besok subuh edi akan berangkat ke jakarta merantau untuk waktu yang lama" aku tersontak kaget ada rasa yang sangat tidak nyaman di hatiku bergejolak bagai petir yang menyiksa batinku sungguh sakit sungguh perih
__ADS_1
kenapa ?? kenapa ?? hanya kata itu yang terus muncul dalam fikiranku
tepat jam 7.00 kuberanikan diri melangkah ku ajak sang sepupu ikut bersamaku menemaniku kerumah edi, di sepanjang jalan aku hanya bisa terdiam, menunduk dan sesekali menyeka air mataku, entahlah meski telah ku coba menahan tapi mata ini sungguh tak bisa menahannya kabar ini sungguh menyakitkanku luar biasa sangat luar biasa rasa perih ini
akhirnya aku sampai di rumah edi , di depan pintu dia mempersilahkan aku masuk, aku melihat ada dua kopor yang berdiri tegak siap untuk pergi bersama edi, aku duduk diam sejenak mengatur nafas dan tentunya mengatur hatiku yang berdebar hebat edi mendekatiku duduk tepat di sebelahku dia memegang tanganku "maaf" kata itu yah satu kata itu bagaikan silet yang menyayat hatiku aku tak mampu berkata kata aku semakin jatuh dalam perasaan sakitku tanpa sadar aku telah memeluknya aku menangis tersedu sedu dalam pelukannya aku tak berkata apa apa aku hanya ingin menangis barangkali setelah menangis perasaanku bisa sedikit lega pikirku .
__ADS_1
" pergilah sayang, kejar cita citamu aku akan menunggumu menunggu dengan sabar dan setia"
yah edi bukanlah orang yang kaya kehidupan ekonomi keluarganya sangat memprihatinkan dia hanya lulusan sd orang tuanya tak mampu menyekolahkannya lagi dan akhirnya kehidupan yang begitu berat membuatnya harus pergi merantau demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sungguh nasib baik tak berpihak padanya juga padaku
kisah cintaku dengan edi berakhir ketika dia menginjakkan kakinya ke pelabuhan pada hari itu.. aku tak mengantarnya pergi karena aku ada ujian semester tapi aku masih sempat mampir untuk kembali mengucapkan kata perpisahan padanya, lagi dan lagi mata ini tak bisa bersahabat entahlah mungkin karena dia adalah cinta pertamaku dialah yang mengenalkanku akan indahnya dan bahagianya cinta monyet
__ADS_1
jam 6.30 saatnya dia berangkat ke pelabuhan aku memeluknya kembali pelukan terakhir benar benar yang terakhir kali aku menatapnya dan berkata " kapan kau akan kembali ? kenapa kau begitu tega meninggalkanku ? 2 tahun kebersamaan kita tidakkah ada artinya untukmu ? " " sayang aku pasti kembali, ketika aku kembali kaulah orang pertama yang ingin kutemui karena itu tunggulah aku, aku akan mengirim surat untukmu, aku pun tak rela aku tak sanggup tapi apa boleh buat keadaan yang memaksaku" aku menatapnya aku melihat matanya mulai berair dan perlahan lahan tetesan benih itu jatuh ke pipinya aku mengusapnya dan mencium pipinya " jangan menangis sayang, aku ikhlas aku rela pergilah aku doakan kau menjadi orang yang sukses aku akan menunggumu 1 tahun 2 tahun bahkan untuk selamanya pun aku akan tetap menunggumu" pelukannya semakin erat tangisan kami semakin menjadi jadi sungguh sesak bahkan rasanya tak ingin hidup lagi pada saat itu saat dia memelukku rasanya aku ingin menghentikan waktu seketika itu juga..