Cinta Anak 1990

Cinta Anak 1990
lanjutan kisah gadis remaja yang di nikahkan di usia dini


__ADS_3

" **cit, besok malam mau nonton perekemahan lagi gak ??" tanua ardi serius


" kayaknya gak dulu deh bebz, aku lelah pengen istirahat " jawabku dengan suara sedikit merintih, yah aku sangat lelah 2 minggu latihan siang dan malam dan harus tampil jam 2 malam di pertandingan qasidah rasannya aku hanya ingin tidur malam ini..


tapi entah dari mana datangnya, fikiran negatifku mulai muncul dalam ingatanku kenapa yah ardi menanyakan hal itu padaku ?? pikiranku melayang kemana mana, kecurigaanku mulai bermunculan dari segala penjuru otakku, akupun bangun ketika mendengat kakakku akan berangkat ke perkemahan malam itu, kebetulan malam itu adalah malam terakhir perkemahan jadi aku bisa bikin alasan kalau malam ini mau menghadiri penerimaan hadiah lomba yang aku menangkan kemarin malam, dan akhirnya kakakpun setuju aku berangkat ke perkemahan.


seperti biasa sampai di lapangan aku di temani kakak mencari temanku Ana, yah hadriana teman terbaikku di masa smp , sebenarnya kami punya team jumlah kaminada 6 orang kami beri nama team happy ada ana, nita, mita, dina , anti , dan aku sendiri hubungan kami begitu dekat bahkan melebihi hubungan saudara kandung maklum kami sudah bersama sama sejak kelas 4 sd tergabung dalam satu sekolah di kelas unggulan kami terpilih dari berbagai macam sekolah dasar pada waktu itu dan di satukan dalam sebuah sekolah dan di satukan dalam satu kelas unggulan


akhirnya aku bertemu ana setelah sekitar 10 menit mencarinya


" ana, kamu liat ardi gak ??" kamu udah lama kan disini" ??


"udah gak usah di cari orangnya lagi happy happy di pojokan sana" jawaban itu kudapat dari kak sugi tantenya ana

__ADS_1


" ya udah kak aku pinjam ana sebentar yah nuat nyamperin ardi"


aneh sekali ketika aku mendengar kata kata itu aku tdak merasa sakit juga tidak merasa marah yang ada cuma rasa penasaran,


"wanita seperti apa yang sudah berani bersaing denganku" hanya kalimat itu yang terus menggeliat dalam pikiranku


yah seperti inilah sifatku sekarang, ketika edi mengabaikanku dan setelah rasa sakit yang begitu besar yg dia berikan padaku rasanya aku sudah kebal , aku menjadi sosok wanita yang kuat yang egois dan bahkan kejam, aku tak akan mengalah bahkan jika wanita itu lebih cantik dariku aku tidak akan mengalah, hampir 30 menit aku berkeliling mencari ardi sudah kuhabiskan banyak tenagaku dan itu membuatku semakin penasaran ada sedikit perasaan kesal dalam hatiku


akhirnya pencarianku terhenti sepasang mataku tertuju pada seorang laki laki berbaju biru dengan topi yang senada dengan bajunya, aku lihat ada dua orang gadis duduk di dekatnya, aku tersentak kaget wanita itu ternyata wanita yang sama dengan wanita yang kemarin malam bersama ardi, tanpa banyak berfikir aku melangkah mendekat


" gak boleh yah ??, ya udah lah kalo gitu " kataku sambil berdiri kembali, malam ini aku akan menanggung malu yang luar biasa pikirku dalam hati, namun semua itu hanya khayalanku saja belum sempat aku berdiri tegak ardi memegang tanganku dan menarik tanganku


" jangan pergi disini aja , diam dan duduk disini jangan kemana mana "

__ADS_1


"gak ahh aku gak biasa jadi obat nyamuk, iya kan ana "


"sembarangan, kamu ini pacar aku bukan obat nyamuk, kamu marah yah ? cemburu ?" kata ardi menggodaku sambil mencubit pipiku


" hahahaha, marah ?? cemburu ?? kamu mimpi kali, kalau mau bikin aku cemburu selingkuhnya harus dengan wanita yang lebih tinggi levelnya di banding aku" kataku penuh percaya diri


aku pun berdiri ku raih tanga ana dan melangkah pergi " udahlah kamu lanjutin aja, satu hal yang harus kamu tau ardi kamu bisa juga bisa "


mendengar ucapanku ardi terlihat sangat marah, di menggenggam tanganku sangat erat menarikku ke arah dua orang wanita itu


" kenalkan ini citra pacar aku, maaf mungkin sebaiknya kita tidak usah bersama lagi" katanya pada wanita yang tadi bersamanya


rasa puas muncul dalam hatiku, entah dari mana datangnya perasaan ini sungguh sangat sulit kumengerti, tapi amarahku belum berhenti saat itu, ardi memutuskan selingkuhannya di hadapanku harusnya aku sudah merasa cukup tapi tidak untukku, kutinggalkan ardi begitu saja dan melangkah pergi bersama ana

__ADS_1


"akan aku balas, harus aku balas" kalimat itu terus muncul dalam fikiranku**


__ADS_2