Cinta Atau Nafsu?

Cinta Atau Nafsu?
bab26


__ADS_3

Dela meninggalkan Sasa dan Natali.


Dia tidak bisa lama-lama berdekatan dengan mereka, bisa-bisanya nanti dia pingsan.


Na, panggil Sasa tapi tidak dihiraukan oleh Natali.


nana, panggilnya lagi tapi masih saja tidak dijawab oleh Natali.


ini anak bikin gue kesel aja, batinnya.


gue kerjain aja biar dia kapok, batinnya lagi sambil tersenyum jahil.


Sasa mengambil sebuah kertas lalu digulung.


Dia memainkan gulungan kertas itu ditelinganya Natali yang membuat Natali kegelian.


ihhh Sasa, ucap Natali kesel.


hahahaha,Sasa hanya tertawa karena melihat wajah Natali merah karena kesal.


kenapa sih Lo suka sekali gangguin gue, ucapnya


lagian elo dipanggil baik-baik bukannya dijawab malah diacuhkan, jawab Sasa.


huuuuuuhhhhh


kesel gue sama elo, ucap Natali.


tanpa elo kasih tau gue juga udah tau, Jawab Sasa sambil mengibaskan rambutnya.


tau ah!!


gue mau kebelakang dulu, ucap Natali.


eitttt nggak bisa,Lo harus disini karena gue mau pulang dulu, ucap Sasa.


Lo kok gitu,protes Natali yang tidak terima Sasa pulang duluan.


bisa dong, jawab Sasa Santai.


karena cerli udah datang, lanjutnya sambil menunjuk ke arah temannya yang baru nyampe.


Dia adalah cerli.


Natali menghelas nafasnya kasar.


Dia sebenarnya nggak apa-apa tapi karena Rivaldo belum pulang jadi dia merasa khawatir.


please dong sa, ucap Natali memohon.


nantian dulu habis tamu yang disana membayar makanannya, ucapnya sambil mengatupkan kedua tangannya.


sorry na,gue nggak bisa karena kesepakatan awal seperti ini, ucap Sasa.


lagian gue harus kerumah sakit dulu mau jenguk paman gue, ucapnya lagi memberi pengertian kepada Natali.


ya udah dah, ucap Natali.


gue balik duluan ya, pamit Sasa kepada Natali dan cerli.


iya, jawab Natali dan cerli.


gimana ini ya, batin Natali.


nggak mungkin gue suruh Dela apa lagi cerli, batinnya lagi sambil memikirkan cara untuk bisa menyelesaikan masalahnya.


aha,gue punya ide, gumamnya sambil tersenyum membuat cerli bergidik ngeri.


ini orang kenapa sih? senyum-senyum sendiri, batinnya.


emmm cer,gue mau kebelakang dulu sebentar, ucap Natali.


iya mbak silahkan, jawab cerli.


Natali melangkahkan kakinya menuju ruangan belakang.


Dia mengambil sesuatu dari dalam laci meja.


Natali kembali dengan membawa sesuatu yang membuat cerli bingung dengan apa yang dilakukan oleh Natali.


emmm mbak itu apa?? tanya cerli.

__ADS_1


apa yang kamu lihat? tanyanya balik.


ya mbak saya kan nanya kok ditanya balik sih, ucap cerli.


hehe sorry gue becanda, ucap Natali sambil cengengesan.


ini masker, jawabnya.


mau buat apa!?? tanya cerli.


astaga ini anak!!gumam Natali kesal.


mau jadiin pembalut, jawab Natali asal.


kok dijadiin pembalut sih mbak! ucap cerli.


masker kan gunanya untuk menutup mulut, ucapnya lagi.


ya ampun cerli!!!Natali sangat kesal dengan kebodohan cerli.


kenapa Mbak?? tanya cerli.


nggak apa-apa, jawab Natali kesal.


kok maskernya dijadiin seperti itu sih mbak!! katanya mau dijadiin pembalut, tanya cerli.


ya Tuhan disini yang bodoh gue apa dia sih!!! gumamnya.


terserah!!! jawab Natali ketus.


kenapa harus ada manusia sebodoh dia sih??batin Natali.


kadang dia judes kadang lemot, batinnya lagi.


pokoknya entar Lo jangan panggil nama gue, ucap Natali.


emangnya kenapa Mbak, tanya cerli.


nggak apa-apa, jawab Natali.


ohh, ucap cerli dengan membentuk mulutnya huruf o.


Dia kembali berdiri di meja kasir sambil memakai masker sehingga hanya matanya saja yang kelihatan.


semoga ini berhasil, batinnya.


Dan semoga yang datang bayar bukan Roy, batinnya lagi.


seorang laki-laki yang cukup tampan melangkahkan kakinya ke arah meja kasir untuk membayar pesanan mereka.


berapa mbak, tanyanya.


Natali memberikan bil kearah laki-laki itu


dan laki-laki itu mengeluarkan ATM tanpa limit kepada Natali.


setelah membayar makanannya laki-laki itu kembali ke arah teman-temannya berada.


huhhhhh


selamat,, ucap Natali pada dirinya sendiri.


mbak, panggil cerli.


hmmm, jawab Natali.


mbak, panggilnya lagi.


iya ada apa cerli, jawab Natali kesal.


nggak ada Mbak, jawab cerli.


cerli!!! bentak Natali dan kedua tangannya hendak memukul cerli tapi diurungkannya.


huhhh untung gue hari ini puasa mukulin orang,gumam Natali.


Natali melirik jam tangannya dan jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas tapi karyawan yang lainnya belum datang.


kok mereka belum datang sih, ucap Natali.


seharusnya jam segini mereka sudah disini, ucapnya lagi.

__ADS_1


emangnya mbak nggak tau gitu kalo mereka memang seperti ini sebelumnya, ucap cerli yang membuat Natali terkejut.


apa??? tanya natali yang merasa terkejut.


iya kadang mereka juga nggak masuk kerja tanpa alasan yang jelas, ucapnya lagi.


ya Tuhan jadi selama ini mereka kerjanya seperti ini, ucapnya tidak percaya.


gue nggak boleh biarkan ini semua berlanjut terlalu lama lagi, gumamnya.


bisa-bisanya restoran ini ditutup karena nggak ada penghasilan, gumamnya lagi.


makasih ya cer, ucap Natali.


buat apa mbak?? tanya cerli.


ya Tuhan lemotnya kumat, gumam Natali sambil memukul jidatnya.


nggak ada! gue mau siap-siap dulu, ucap Natali.


iya mbak, jawab cerli.


Natali mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.


Terdengar Natali berbicara serius.


Tatapannya dingin.


Setelah berbicara Natali memutuskan panggilan telepon tersebut dan kembali ke depan menunggu tamu sekaligus menunggu karyawan yang lainnya...


udah selesai mbak?? tanya cerli


hmmm iya, jawab Natali datar.


oh ya cer elo punya nomor dari salah satu karyawan kita yang sift siang nggak,,, tanya natali.


iya ada Mbak, jawab cerli


saya minta ya, ucap Natali.


oh tentu, jawab cerli sambil memberikan nomor ponsel temannya.


Natali menghubungi nomor tersebut.


Panggilan terhubung dan diangkat oleh seorang perempuan.


***hallo, ucapnya.


kamu masuk kerja apa tidak, tanya Natali tothe point'.


siapa ini, tanyanya lagi.


saya natali, jawab Natali.


mendengar nama Natali cewek itu langsung minta maaf.


maaf mbak saya tidak tau, ucapnya.


sekarang cepetan datangnya,kalo tidak kalian akan tau akibatnya,ancam Natali yang membuat orang yang mendengarnya bergidik ketakutan.


baik mbak, ucapnya lalu mematikan hubungan telepon tersebut***.


Natali kembali duduk sedangkan cerli membereskan bekas makanannya tamu.


Rivaldo dan teman-temannya meninggalkan restoran tersebut.


Rivaldo melihat kearah Natali dan sesaat pandangan mereka terkunci.


Rivaldo mengamati wajah perempuan yang ada didepannya meskipun sebagian mukanya ditutupi masker.


*sepertinya gue pernah ketemu sama cewek ini, batinnya


astaga semoga dia tidak mengenali gue,batin Natali*.


Roy memanggil Rivaldo sehingga tatapan mereka berakhir.


*ihhhh untung saja Roy memanggilnya kalo tidak gue nggak tau apa yang akan terjadi, batinnya sambil mengelus dadanya.


setelah kepergian mereka Natali membantu cerli membereskan bekas makanan dari tamu-tamu tadi.


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰🥰*

__ADS_1


__ADS_2