
setelah selesai beres-beres Natali dan cerli duduk sambil menunggu temannya yang sift siang.
setelah temannya datang Natali langsung bersiap-siap pulang.
Tapi sebelum pulang dia memperingati mereka yang kerja tidak bagus.
Natali tidak langsung pulang ke mes.
Dia mengunjungi sebuah tempat yang biasa dia datangi.
Malam hari Natali pulang ke mesnya.
Dia sengaja pergi pagi pulang malam biar nggak ketemu sama boy.
Sementara di restoran.
Boy sedang mencari seseorang, yang tidak lain adalah Natali.
Natali kok nggak kelihatan ya, batinnya.
Dia kesana kemari yang membuat Yusni kesal.
yakk, teriak Yusni.
apaan sih Lo, ucap Boy.
elo yang apa-apaan,elo kesana kemari kaek setrikaan, ucap Yusni.
biarin!!! jawab Boy.
Lo kenapa sih, tanya Yusni yang pura-pura tidak tau apa yang membuat boy seperti itu.
emmmm nggak apa-apa, jawab Boy.
ohhhhhh, ucap Yusni lalu meninggalkan boy.
ehhh tunggu, ucap Boy
ada apa?? tanya Yusni cuek.
emmm Natali kok nggak kelihatan sih, ucapnya.
ohhh Nana, jawab Yusni.
dia dipindahkan ke restoran pusat, jawabnya berbohong sambil melihat ekspresinya boy.
Boy terkejut tapi sebisa mungkin dia menyembunyikannya.
Dia tidak ingin Yusni mengejeknya.
kenapa?kamu kangen ya sama Nana, ucap Yusni yang membuat boy salah tingkah
nggaklah, ngapain juga gue kangen dia, sangkalnya ya meskipun dia merindukan wanita itu.
cuman lain aja sih rasanya, tempat ini sepih tanpanya, lanjut Boy yang membuat Yusni tersenyum sinis.
Dasar buaya, umpat Yusni.
emmm tapi kenapa dia dipindahin kesana?? tanya Boy.
mana gue tau, jawab Yusni ketus.
Boy pun terdiam dan memilih melanjutkan pekerjaannya.
Boy tidak fokus.
dia selalu mengingat Natali.
Haahhhhh kenapa gue nggak fokus gini sih, batinnya.
kenapa gue kangen sama dia, ucapnya lagi.
Boy frustasi karena memikirkan Natali.
Dia memutuskan kekamar mandi untuk menetralkan pikirannya.
huuuhhhhh kenapa gue ngerasa ada yang hilang, ucapnya.
Kenapa gue ingin sekali bertemu dengannya meskipun sering berantem, ucapnya lagi
hahhhhhh,,,,,,,, kenapa gue lebih senang bertengkar dengannya dari pada tidak bertemu dengannya sama sekali, ucapnya frustasi
gue nggak mungkin jatuh cinta padanya, ucap Boy lagi.
__ADS_1
pokoknya gue nggak boleh jatuh cinta padanya, ucap Boy lagi.
iya dia hanya mainan gue, ucapnya lagi sambil tersenyum devil.
setelah pikirannya tenang boy kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.
Yus, panggilnya.
hmmm, jawab Yusni
bantuin gue dong, ucapnya meminta tolong.
gue sibuk, jawab Yusni.
sibuk apaan sih Lo, ucap boy kesal karena dia keteteran.
Biasanya Natali yang selalu membantunya.
sibuk aja, emangnya Lo nggak liat gue lagi ngapain!!! jawab Yusni.
ahhhh dasar Lo Mak lampir, umpat Boy.
apa Lo bilang???Mak lampir??? ucap Yusni
iya, jawab Boy acuh.
Ehhhhh dasar Lo buaya darat, timpal Yusni.
elo,,,,,,, ucapan boy terpotong karena suara teriakan seseorang, siapa lagi kalau bukan Rara.
bisa diam tidak, teriaknya.
kalian itu kerjanya cuman berantem saja, lanjutnya.
dia yang ngajak gue ribut duluan, ucap Yusni.
heh enak aja Lo, timpal Boy.
stooopppppp,, teriak Rara.
untung saja restorannya sepih dan dapurnya juga kedap suara,kalo nggak bisa berabe urusannya.
kalo kalian masih seperti ini, saya akan pecat kalian, ancam Rara.
ini semua dia yang mulai duluan, ucapnya lagi sambil menunjuk ke arah Boy.
kok gue sih, ucap Boy kesal.
gebrakkjj,,,, suara meja yang dipukul oleh Rara
Yusni kamu saya pecat, ucap Rara emosi.
apa???!!!! ucap Yusni kaget.
Lo bercanda kan??? ucapnya lagi.
saya serius kamu saya pecat, ucap Rara.
tapi Ra gue masih membutuhkan pekerjaan ini, ucap Yusni denga mata yang berkaca-kaca.
dan lagian juga boy yang buat gue marah kenapa nggak dia saja yang dipecat, ucapnya lagi.
saya itu udah nggak butuh kamu lagi, jawab Rara
yang membuat Yusni menangis.
sedangkan Boy, dia adalah salah satu koki terbaik di restoran ini, ucapnya lagi.
Yusni yang mendengar itu merasakan sakit yang luar biasa.
Dia tidak menyangka Rara bisa mengatakan hal seperti itu padanya.
b,,,,,aik kalo begitu Ra, ucap Yusni.
terimakasih karena selama ini elo mau memperkejakan gue disini, ucapnya lagi.
Rara tidak menjawabnya.
Yusni meninggalkan restoran tempat dia mengabdi selama lima tahun.
sakit banget!!! gumamnya.
Gue cari Natali dulu, ucapnya lagi sambil menunggu taksi.
__ADS_1
sedangkan boy, dia merasa sangat bersalah karena dirinya Yusni dipecat.
huhuhhhhh.......
kenapa sekarang gue ngerasa bersalah begini ya, ucapnya.
seharusnya gue senang, ucapnya lagi sambil membereskan masakannya.
Yusni yang sudah mendapatkan taksi langsung pergi mencari Natali.
Dia membuka ponselnya untuk melihat lokasi keberadaannya Natali lewat GPS.
emmm pak,kita ke jalan X, ucap Yusni kepada sopir taksi tersebut.
sopir yang mendengar nama jalan tersebut terdiam.
Raut wajahnya seperti orang yang ketakutan.
Yusni yang menyadari perubahan wajah dari sopir tersebut pun bertanya.
maaf pak, ucapnya
iya mbak, jawab sopir itu
bapak kenapa??? tanyanya.
sepertinya bapak ketakutan, ucapnya lagi.
nggak apa-apa mbak, jawabnya sambil menyunggingkan senyuman.
aduh ini orang pake nanya lagi,batin sopir itu.
mbak kita udah sampe, ucapnya.
oh iya pak, jawab Yusni Sambil membuka pintu mobil dan langsung turun.
ini pak ongkosnya, ucap Yusni sambil menyerahkan uang seratusan.
terimakasih mbak, ucap sopir itu sambil menerima uang yang diberikan oleh Yusni.
emmm mbak yakin ketempat ini, ucapnya.
maksudnya?? jawab Yusni.
oh nggak apa-apa mbak, ucapnya.
ya udah mbak saya duluan, ucapnya lagi.
iya pak, terimakasih, jawab Yusni.
ini tempat apa ya??? batinnya.
kok Natali bisa ketempat ini, batinnya lagi.
ahhh mendingan gue cari Natali saja, ucapnya sambil memasuki tempat tersebut.
Dari luar tempat tersebut sangat menyeramkan tapi ketika Yusni masuk kedalam dia melihat pemandangan yang sangat indah.
Taman yang cantik,kolam renang, dan masih banyak lagi yang lainnya yang membuat Yusni kagum dengan keindahannya.
Ditambah lagi dengan lampu taman yang cantik juga yang membuat tempat tersebut terang seperti siang hari.
wowwwwww keindahan yang tersembunyi, ucapnya.
ini kesempatan emas yang nggak boleh gue lewatin, ucapnya lagi sambil mengeluarkan ponsel miliknya untuk mengambil gambar Selfi.
Yusni asik dengan ponselnya sehingga dia tidak menyadari kalau Natali sedang memperhatikannya.
ehhhh buset itu anak kok bisa disini, batin Natali.
bukannya dia kerja, ucapnya lagi sambil berjalan kearah Yusni.
bummmmm!!! Natali mengagetkan Yusni sampai ponsel yang dipegang Yusni jatuh.
ah,,ehhh,monyet,,anjing,Yusni teriak karena kaget, dan dia melihat Natali sedang berada di sampingnya.
ehhh dasar!!! umpatnya.
Lo bisa tidak sekali saja nggak ngagetin gue, ucapnya kesal.
ngapain Lo disini, tanya Natali.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1