
siang hari sekitar jam 12:30 Reya tengah berada di dalam kamar nya. Reya terbangun sekitar pukul 8 pagi, sunggu hati Reya sangat sakit melihat dirinya tanpa sehelai benang pun sedangkan Louis sudah pergi meninggal kan dirinya dia bagaikan jal*ng yang sudah puas dipakai langsung ditinggalkan itulah pemikiran Reya saat ini.
Reya turun ke bawah untuk makan siang karna dia belum makan siang. dilihatnya pelayan tengah berkutat di dapur itu meyiapkan makan malam untuk nona nya
"ini nona makanannya "ucap pelayan itu memberikan makan yang sudah siap
"iya. terimakasih ya"
setelah makan siang Reya kembali lagi ke dalam kamar. sumpah ini benar benar sangat membosankan bagi Reya ingin Reya kabur lagi namun dia takut dengan amarah singa itu.
Reya duduk di hadapan cermin rias dilihat nya pipi yang nampak bengkak karna tamparan Louis yang sangat keras, dahinya yang nampak ada bekas luka dan kaki nya yang sobek karna terkena beling. sakit?, jika ditanya sakit pasti Jawabannya sakit sekali tapi ya mau bagai mana lagi Reya pun harus jalan tertatih tatih karna kakinya yang luka
Reya hanya membasuh lukanya dengan air saja tanpa di obatti lagi
...........
sore hari Reya menunggu Louis masih belum pulang juga biasanya ia jam segini sudah pulang. karana sudah lama menunggu Loyis yang tak kunjung pulang akhirnya Reya pun masuk kedalam kamar mandi.
Reya mempersiapkan semua mulai dari air hangat, aroma terapi yang membuat dia tenang tak lupa sabun yang bermerek mewah sudah ia siap kan lalu dia masuk kedalam air dalam Bthum itu.
"apa aku tak pantas bahagia? "lirihnya bertanya dengan dirinya sendiri meratapi nasib nya yang tak sesempurna nama nya
"kenapa semua cobaan ini selalu terus menghampiriku, ibu sudah meninggal dan aku tidak tau siapa keluarga asli ku sekarang apa ini aku terjebak dengan si berengsek itu. jika tau begini tidak mau aku mencari masalah dengan dia meyebabkan aku seperti ini"
__ADS_1
"dia sangat kejam tidak punya rasa kasihan hiks hiks dia juga telah meyakiti ku aku rasa itu hanya lah sebuah obsesi dia untuk mendapatkan aku dia membuat hidup ku semakin rumit aku benci kamu LOUIS hiks hiks" air mata Reya sudah berjatuhan meyatu dengan air air itu.
"aku lelah dengan semua ini bolehkah aku melupakan semua ini"lirinya
.............
sebuah mobik mewah dengan harga yang sangata mahal terparkir di halaman masion yang sangat mewah
turun dua orang pria tampan menuju kedalam masion para pelayan menundukan kepalanya pertanda memberi hormat
"Tuan besok tuan harus ke negara xxx karana ada urusan yang hanya bisa tuan hendel"
"apa tidak bisa kau saja Erick?"
"ck. yasudah urus semuanya "
"baik tuan. kalo begitu saya permisi dulu"
Louis melangkah kan kaki nya menuju kamar nya 'cklek pintu kamar sudah terbuka namun dia tidak melihat gadis kecilnya.
Louis mencari gadis kecilnya dikamar takutnya wanita itu akan kabur lagi "ck. sialan dimana dia" pandangan nya tertuju pada kamar mandi
ia buka kamar mandi nya namun terkunci dari dalam " Reya buka pintunya kalo tidak akan ku dobrak"Teriak Louis namun tak ada sahutan dalam kamar mandi itu.
__ADS_1
sungguh Louis sudah sangat marah sekali dengan gadis kecilnya 'ups kan Reya bukan gadis kecil lagi harus panggil apa dong?.
dia dobrak pintu kamar mandi itu 'brak namun masih belum terbuka sekuat tenaga Louis mendobrak pintu kamar mandi
"Brakk"
terbuka pintu itu dengan segera Louis langsung masuk kedalam "REYA" teriak Louis pada saat melihat Reya sedang berendam namun kepala nya juga ikut terendam
dengan rasa kawatir Louis mengangkat tubuh Reya lalu di baluti dengan handuk dibwa ke ranjang dia rebahkan tubuh Reya lalu menuju walk in closet untuk mengambil baju Reya
"cepat panggil dokter ke sini"teriak Louis kepada kepala pelayan melalui sambungan telepon itu
.............
jangan lupa dukungan nya ya
like
vote
komentar
hadia
__ADS_1
biar author tambah semangat dan komen kalian penting juga buat kasih keritik ke author kalo ada yang salah dalam cerita tapi dengan kata yang sopan ya!