
" aku selalu berharap semoga kamu dan miko suatu saat berjodoh nak" batin hati paman.
"ya sudah tunggu saja sebentar mungkin miko segera datang" ujar paman kepada icha.
" ya paman icha akan menunggu, kak miko bentar lagi pasti datang" jawab icha
tak lama kemudian miko datang mengendarai motor nya, ia membawa bingkisan untuk paman juga bibi,tak lupa membawakan hadiah untuk icha.
" assalamualaikum" suara miko berdiri di depan pitu rumah.
"waalaikum salam" jawab icha dan paman bersamaan.
" putih,,,,udah lama nunggu??" tanya miko menggoda icha
" kak miko jangan seperti itu,aku jadi malu sama paman" tutur kata mita menahan senyumnya .
" mari masuk nak,,duduk sini!!!" pinta paman yang ingin miko duduk berhadapan dengan icha
" paman tinggal ke belakang dulu ya kalian ngobrol saja,jangan sungkan biasalah seperti rumah sendiri nak miko" paman menepuk pundak miko dan meninggalkan mereka ke dapur membuatkan minuman karena bibi pergi belanja.
miko mengawali pembicaraan mereka berdua, dulu icha yang malu berhadapan dengan miko sekarang tidak lagi karena mereka sudah terbiasa berbicara di telepon.
__ADS_1
" bagaimana cha,,,apa yang sebenar terjadi?" tanya miko yang merasa penasaran ingin mengetahui peristiwa sebenarnya.
" seperti yang aku ceritakan tadi di telepon kak" jawab icha dengan kesedihnya.
icha hanya menceritakan kepergian mita 6 bulan yang lalu kepada miko tanpa membuka sedikitpun keburukan dari mita yang sebenarnya selama kepergian miko.karena icha ingin agar suatu saat miko mengetahui sendiri kebenarannya.
"kamu tau alamat pabrik itu cha,,?"tanya miko yang masih ingin mencari keberadaan mita.
" aku kurang tau kak,dia hanya bilang jika bekerja di pabrik sepatu yang amat besar dikota itu," ujar icha
"adakah sesuatu yang mita titipkan kepada kamu sebelum dia pergi?" tanya miko yang lebih detil lagi.
" tidak kak,dia hanya mengirimkan sebuah foto untuk ku" icha memperlihatkan foto mita yang tersenyum manis,sehingga hati miko pun luluh tak kuasa ingin menangis menahan kerinduannya.
" nanti kalau mita sudah pulang pasti aku kabari kak," sahut icha yang mencoba menenangkan hati miko
" aku sangat berterima kasih dengan mu karena selalu membantuku" ucapan terimakasih miko kepada icha
"iya sama sama kak,kak miko tidak usah terlalu berterima kasih jika icha bisa membantu insyaallah icha siap kak" ujar icha
"( selama kamu bahagia aku akan ikhlas kak)" gumam icha didalam hatinya
__ADS_1
paman sedang mendengarkan pembicaraan mereka berdua didalam kamar sebelah tak terasa meneteskan air mata,bukan karena kesedihan miko tetapi ketulusan hati icha yang tak ingin melukai hati miko juga tak ingin membuka aib mita,sungguh hati yang sangat putih suci seperti pemiliknya, paman terkagum dengan pendirian hati icha.
" Ya Allah semoga kelak engkau membuka hati miko untuk mencintai icha dan menjodohkan icha dengan miko dalam suatu pernikahan yang sakinah mawaddah warrohmah" amiin doa paman dalam hatinya.
tak lama kemudian paman keluar membawa minuman untuk mereka.
" maaf nak miko paman lama di dapur,bibi sedang pergi belanja" sahut paman yang berjalan membawa nampan berisi teh hangat.
" tak usah repot repot paman,miko kesini hanya sebentar" tutur miko
" udah lama kamu tak kesini nak, paman juga kangen sama kamu apalagi bibimu belum pulang tunggulah sebentar. kelihatanya kamu semakin ganteng aja miko " canda paman menggoda miko
" ha ha ha, paman ada aja pasti paman ada maunya" miko terkekeh
" tidak lah,,,paman sepertinya ingin makan sate kambing,kamu mau belikan nak ganteng??" paman memang sangat suka menggoda miko juga icha
" naah,,ada sesuatu kan," ledek miko
"iya lah bibimu belum masak perut paman sudah lapar" ujar paman
" ya sudah miko pergi membeli pesanan paman dulu, kamu tunggu disini sebentar ya cha kita makan bersama paman dan bibi" pinta miko agar icha tidak kembali pulang kerumah.
__ADS_1
icha hanya menganggukkan kepala dan tersenyum kepada miko
setelah beberapa saat miko pun datang membawa pesanan paman,dan bibi sudah sampai dirumah. mereka makan bersama dengan penuh canda tawa.