
"Ayo kembali kekamarmu,biarkan Nenek Sari istirahat,"ucap Abian setelah hampir satu jam keduanya berada didalam kamar rawat Nenek Sari.
"Tapi saya masih mau disini Tuan,"
"Kamu juga butuh istirahat Sekar.Tubuhmu belum sepenuhnya pulih,ayo,besok kita bisa kesini lagi,"
"Tapi____"
"Aku tidak ingin memberi perintah dua kali Sekar.Aku mohon,ini demi kebaikanmu,"
Melihat betapa tulusnya Abian yang memintanya untuk beristirahat,bahkan sampai memohon,Sekar pun akhirnya mengangguk setuju untuk kembali kekamar rawatnya.
Dengan kembali didorong oleh Abian,Sekar kembali kedalam kamarnya.Abian kembali mengangkat tubuh Sekar untuk memindahkan dari kursi roba ke atas ranjang.
"Terima kasih Tuan,"
"Istirahatlah,biar tubuhmu segera pulih."
Abian pun begitu telaten menyelimuti Sekar,lalu hendak beranjak dari sana.Namun langkahnya terhenti saat Sekar menyerukan namanya.
"Tuan mau kemana?"
"Aku hanya akan diduduk disofa,ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan.Tidurlah,aku akan tetap disini."
Blussshhhhh
Seketika wajah Sekar merona karena malu.Dia tidak menyangka jika akan bertanya seperti itu pada Abian.
__ADS_1
Sekar segera memiringkan tubuhnya untuk menyembunyikan wajahnya yang nampak merona karena malu.
"Kenapa bertanya seperti itu sih Sekar?memalukan,kamu seperti berharap dia tetap disini."gumam Sekar dalam hati,merutuki dirinya sendiri.
Sekar pun menutup kedua matanya dan tidak lama sekar pun benar benar tertidur.Sementara Abian sendiri menyelesaikan pekerjaannya didalam kamar itu.
Cukup lama Abian berkutat didepan laptop didepan nya.Hingga rasa lelah melanda tubuhnya.Abian pun berhenti sejenak lalu mencoba membaringkan tubuhnya yang terasa kaku.
Namun tidak dirasa pria itu terlelap sebgitu saja do atas sofa,membiarkan laptop yang dia gunakan menyala begitu saja.
Dimana dilayar itu tengah menampakkan lampilan situasi kamar didalam rumah nya saat ini.Karena rasa lelah,Abian sampai tidak menyadari jika kamera cctv yang dia pasang tengah menangkap sesosok yang masuk mengambil sebuah alat kecil dari bawah meja kerjanya.
Gerak geriknya begitu mencurigakan namun sayang Abian melewatkan nya karena rasa kantuk tiba tiba datang menghampirinya.
***
Sekar terbangun tepat ditengah malam karena merasa haus.Sekar bangkit dari tidurnya lalu meraih gelas yang ada dinakas samping ranjang nya.
Sementara disofa single tergeletak selimut begitu saja.Sekar pun turun dari ranjang dan berjalan perlahan mendekati sofa single itu untuk mengambil selimut.
Dengan perlahan Sekar menyelimuti tubuh Abian dengan selimut tadi.Sejenak Sekar nampak memperhatikan raut wajah yang jika dilihat dari dekat ternyata begitu tampan dan berwibawa.
Abian memiliki garis rahang yang tegas dan juga tatapan yang cukup tajam hingga membuat orang orang segan hanya sekedar untuk menatap wajahnya.
Dan ini untuk pertama kalinya Sekar berani menatap wajah tampan itu dengan begitu lama disaat pria itu terlelap dalam damai.
"Masih butuh waktu berapa lama,untukmu mengudahi menatap wajahku ini?kenapa tidak menyalakan lampu utama agar.terlihat lebih jelas,"
__ADS_1
Deg...
Suara serak khas orang yang baru bangun tidur langsung mengejutkan Sekar saat itu.Belum lagi dengan kedua mata Abian yang langsung terbuka sempurna saat Sekar masih berjongkok menatap wajah tampan nya.
"Ma_maaf,"jawab Sekar langsung bangkit dan berlalu ingin kembali keranjang nya.
Namun langkahnya terhenti saat Abian mencengkram pergelangan tangan nya,lalu menarik Sekar hingga terjerambab ke atas pangkuan Abian.
"Tu_tuan?"lirih Sekar merasa kaget dan juga gugup dalam waktu bersamaan.
Sekar tidak menyangka jika dirinya akan tetangkap basah tengah mengamati wajah Abian disaat Abian terlelap.
Sekar mencoba melepaskan diri dan ingin bangun dari atas tubuh Abian namun tangan Abian langsung mengunci tubuh Sekar,hingga gadis itu tidak bisa beranjak bahkan bergerak sedikit pun.
"Tu_tuan?"
"Diamlah,ayo tidur disini bersama ku,"ucap Abian yang langsung menggulingkan tubuh Sekar kesamping dekat sandaran sofa.
Abian memeluk erat tubuh Sekar hingga gadis itu terkunci didalam dekapan Abian.Abian sendiri langsung terlelap kembali sementara Sekar masih sibuk menyesuaikan detak jantung nya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.
Takut,gugup serta malu dirasakan oleh Sekar saar ini.Entah apa yang membuat pria bengis itu tiba tiba bersikap manis padanya setelah Sekar bangun dari koma nya.
Ingin rasanya memberontak namun rasa takut kembali dirasa oleh Sekar.Namun tidur seperti itu juga rasanya benar benar tidak nyaman.
Bagaimana bisa tidur sedangkan jantungnya saja terus berdetak kencang.Namun nampaknya Sekar cukup merasa lega saat Abian benar benar hanya memeluknya.
Dan pria pria itu kini sudah kembali terlelap menyambangi alam mimpi.Terbukti dengan terdengarnya dengkuran halus dari mulut pria dingin dan galak itu.
__ADS_1
Lelah dengan usahanya menetralkan kembali detak jantung nya,Sekar pun memutuskan untuk mengikuti langkah Abian yang sudah lebih dulu tertidur.
Sekar mulai menutup matanya dengan tenang didalam dekapan Abian.Merasa jika Sekar sudah tenang,Abian oun tersenyum tipis meski dengan mata yang terpejam.