Cinta Dan Dendam Abian

Cinta Dan Dendam Abian
Bab,36


__ADS_3

"Euugghhhhh."


Suara lenguhan lirih masuk ke indra pendengar Abian saat dirinya tengah fokus menerima laporann dari Kenzo prihal Wilson dan juga anak buahnya.


Abian pun segera menutup telpon itu dan berjalan cepat ke arah ranjang saat melihat Sekar mulai mengerjapkan matanya.


"Sekar,kamu sudah bangun?"tanya Abian langsung duduk disamping Sekar dan mengecek kondisi gadis itu.


"Tu_tuan?ta_tadi,tadi ada____"ucapan Sekar terpotong karena dadanya tiba tiba saja sesak saat mengingat kembali kejadian dimana dirinya ditinggalkan oleh Abian,lalu ada orang asing yang masuk dan membekap nya hingga Sekar pingsan dan tidak mengingat apapun lagi.


"Ssstttt,tenanglah,kamu aman sekarang."lirih Abian langsung menarik Sekar masuk kedalam pelukannya saat melihat betapa paniknya Sekar saat terbangun dan mengingat kejadian kemarin malam.


Abian mendekap erat tubuh Sekar yang saat ini tengah bergetar karena ketakutan.Bahkan tanpa sadar Abian hingga mendaratkan beberapa kecupan dipucuk kepala Sekar agar gadis itu merasa tenang dalam dekapan nya.


Mendapatkan perlakuan lembut dari Abian,Sekar pun mulai merasa aman dan refleks Sekar pun membalas pelukan dari Abian.


Tangan mungilnya melingkar indah dipinggang kekar Abian dan sungguh itiu membuat Abian kaget tapi detik kemudian tersenyum tipis dan semakin mendekap erat tubuh Sekar.

__ADS_1


"Bagaimana?apa kamu sudah tenang?"tanya Abian setelah beberapa saat dalam posisi duduk diatas ranjang dengan memeluk tubuh Sekar.


Sekar mengangguk lalu mengurai pelukkan nya ditubuh Abian.Sekar terus menundukan kepala nya karena merasa malu terhadap Abian.


Bisa bisa tadi dia membalas pelukkan Abian dan merasa nyaman saat berada didalam dekapan pria bengis itu.


"Apa ada yang kamu inginkan?"tanya Abian setelah mereka melepaskan pelukan masing masing.


Seketika suasana pun terasa begitu canggung saat kedunaya menyadari apa yang telah mereka lakukan tadi.


"Ka_katakan,apa ada yang kamu inginkan?"tanya Abian lagi setelah keduanya nampak kikuk satu sama lain.


"A_aku ingin melihat Nenek,"jawab Sekar cepat karena jujur otak nya tiba tiba saja bleng saat Abian bertanya.


Karena gugup dan juga canggung,membuat Sekar tidak bisa berpikir apa yang sedang dia inginkan saat ini.


Mendengar ke inginan dari Sekar,Abian pun dengan sigap menyiapkan kursi roda untuk Sekar gunakan saat pergi ke kamar rawat sang Nenek.

__ADS_1


"Aku jalan saja Tuan,kakiku sudah bisa dipakai kok."ucap Sekar saat melihat Abian tengah menyiapkan kursi roda untuk dia pakai.


"Tidak,sebelum kondisimu benar benar pulih kamu tidak boleh pergi tanpa kursi roda."jawab Abian yang langsung mengangkat tubuh Sekar untuk berpindah dari ranjang ke kursi roda.


Abian pun dengan sigap mendorong kursi roda itu hingga sampai dikamar Nenek Sari berada.Masih belum ada perubahan dengan kondisi Nenek Sari saat ini.


Nenek Sari masih terbaring koma disana.Tidak ada harapan sama sekali namun Abian tetap bersikeras mempertahankan wanita tua renta itu.


"Biarkan Sekar yang memutuskan nya,untuk sementara biarkan Nenenk Sari seperti ini.Jika pun Nenek Sari harus pergi,keputusan itu biarkan Sekar yang memutuskan nya.


Itulah yang dikatakan Abian saat William memberitahu kondisi Nenek Sari saat dibawa kesana.


Namun hingga detik ini,Abian belum bisa mengatakan kondisi sang nenek pada Sekar karena takut kondisi Sekar akan kembali memburuk.


"Apa masih belum ada perkambangan tentang kondisi Nenek saat ini Tuan?"tanya Sekar begitu lirih saat melihat sang Nenek masih terbaring dengan alat bantu pernafasan melekat ditubuhnya.


"Lebih baik kita bicarakan masalah ini besok saja,kita tanyakan langsung pada William yang jauh lebih mengerti tentang kondisi Nenekmu."jawab Abian yang sudah tidak bisa lagi menutupi kondisi Nenek Sari pada cucu nya.

__ADS_1


__ADS_2