Cinta Dan Dendam Abian

Cinta Dan Dendam Abian
Bab.51


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu selama 3 hari di hotel akhirnya pasutri itu memutuskan pulang kerumah Abian.


Sementara untuk rumah Sekar akan dibiarkan kosong,namun akan tetap dirawat oleh Mbok Surti tentunya.


Abian menyuruh artnya itu membersihkan setidaknya satu minggu 3x agar rumah itu tetap terjaga meski tidak ada penghuninya.


Abian sempat menyarankan untuk mengontrakkan rumah itu.Namun tampaknya Sekar masih memepertimbangkan saran dari suaminya itu.


Dan kini disinilah keduanya.Tidak beberapa lama berkemdara,akhirnya mobil Abian tiba juga dihalaman rumah nya disambut oleh Mbok Surti dan Pak Narto yang sudah berdiri didepan teras untuk menyambut majikan baru mereka yaitu Sekar.


"Assalamu'alaikum."seru Sekar mengucap salam saat turun dari mobil.


"Wa'alaikumsalam Nyonya,selamat datang."jawab Mbok Surti menyambut hangat istri dari Tuan nya itu.


"Terima kasih Mbok atas sambutan nya,jadi terharu."ucap Sekar memeluk wanita paruh baya yang selalu menemani selama masa sulitnya dulu.


Masa masa pada era kebencian Abian padanya begitu membara dan sulit dikendalikan hanya karena kesalah pahaman.


"Biar saya yang bawa masuk koper koper nya Tuan,"ucap Pak Narto menghampiri Abian yang tampak mengeluarkan dua koper berukuran besar milik istrinya.


"Iya Pak,terima kasih.Langsung simpan dikamar saya saja ya."

__ADS_1


"Baik Tuan."


Abian pun melangkah mendekati Sekar yang tengah berbincang hangat dengan art yang sudah lama bekerja untuknya itu.


"Mbok nanti tolong siapkan beberapa makanan atau kalau repot pesan saja,besok saya ingin mengadakan syukuran kecil kecilan.Tolong undang juga anak anak panti,saya ingin berbagi rezeki dengan mereka,sebagai ucap syukur atas rasa bahagia ini."ujar Abian setelah berada didekat Sekar dan memberi mandat pada artnya itu.


"Baik Tuan,saya akan menghubungi tempat cetring yang biasa dan akan menghubungi salah satu panti yang ada diwilayah ini."


"Baik kalau begitu,terima kasih.Ya sudah,kami masuk dulu ya Mbok."


"Baik Tuan silahkan."


Abian pun menggandeng sang istri untuk masuk kedalam rumah nya,lebih tepatnya kedalam kamar.


Dan saat menaiki tangga kedua pasutri itu pun berpapasan dengan Pak Narto yang abru saja keluar dari kamar Abian setelah menyimpan koper milik Sekar.


"Kopernya sudah saya simpan dikamar Tuan."ujar Pak Narto mengangguk hormat pada majikan nya itu.


"Iya Pak,terima kasih.Sekarang Bapak istirahat saja,nanti jika saya butuh bantuan akan saya hubungi."


"Baik Tuan,permisi."

__ADS_1


Abian dan Sekar mengangguk lalu kembali melanjutkan langkah kakinya menuju ke kamar utaman rumah itu.


"Assalamu'alaikum."ucap Sekar saat memasuki daerah pribadi suaminya dan kini akan menjadi tempat pribadinya juga.


"Wa'alaikumsalam sayang,ayo masuk."jawab Abian membukakan pintu kamar nya lebar lebar agar sang istri bisa masuk.


Sekar dibuat melongo saat memasuki ruangan pribadi itu.Bagaimana tidak,ruangan itu sudah berubah dari terakhir kali Sekar melihatnya.


Ranjang,sofa,lemari,meja kerja,gorden bahkan catnya sudah berubah semua tidak seperti dulu.Dan kini ada satu tampilan baru disana,yaitu adanya meja rias yang bersebelahan dengan meja kerja milik Abian.


"Bagaimana?kamu suka?"tanya Abian memeluk posesif tubuh mungil sang istri dari belakang.


"Suka Mas,suka banget.Tapi kenapa semua nya diganti?"tanya Sekar balik.


"Aku ingin memulai semuanya dari awal bersamamu,tentu saja aku harus menyingkirkan semua barang yang pastinya akan membuat kamu mengingat perlakuan burukku dirumah ini.Meski hilang nya barang itu tidak akan menghilangkan memori didalam benak kamu tentangku dulu.Setidaknya,kamu tidak akan pernah melihat barang barang yang mengingatkanmu tentang perangai burukku."jelas Abian semakin mengeratkan pelukkan nya.


"Terim kasih suamiku,sayangku,cintaku,belahan jiwaku dan separuh hidupku tentunya."jawab Sekar memeluk lengat Abian yang melingkar indah diperutnya.


Deg...


Abian terpaku saat mendengar ungkapan dari Sekar barusan.Pasalnya,selama menjalin hubungan hingga menikah,ini pertama kalinya Sekar memanggilnya dengan sebutan seromantis itu hingga tanpa terasa membuat mata Abian berembun.

__ADS_1


__ADS_2