
Dipagi harinya,Abian terjaga lebih dulu dari Sekar.Abian beranjak lalu mengangkat tubuh Sekar untuk memindahkan nya ke atas ranjang yang jauh lebih nyaman.
Setelah memastikan Sekar kembali tertidur diatas ranjang nya,Abian kembali kesofa dan melihat kembali rekaman ulang cctv yang dia pasang didalam kamarnya.
Abian mengerutkan dahinya saat melihat salah satu art nya masuk dengan cara mengendap ngendap kedalam kamar.
Abian semakin dibuat heran saat melihatnya tengah mengambil sesuatu dari bawah meja kerjanya.
"Apa yang dia lakukan?"gumam nya seraya terus meneliti tingkah laku sang art.
"Sial,"
Abian langsung menghubungi Kenzo,orang yang paling tepat untuk mengurus si musuh dalam selimutnya itu.
"Aku serahkan semua nya padamu,"ucap Abian pada orang disebrang sana yang saat ini tengah Abian hubungi lewat sambungan telpon.
"Ok,tenanglah bersama bidadarimu,aku akan mengurus semuanya."
"Diamlah,ucapan mu ngawur,"
"Ok,ok,apa perlu aku habisi mereka?"
"Tidak usah sekejam itu,ini negara hukum,bawa mereka padaku dulu,aku ingin tahu siapa dibalik ini semua,lalu susun rencana agar mereka masuk penjara."
"Ok,"
Abian pun segera menutup telpon nya dan begitu mengangkat kepala nya Abian sudah dibuat kaget dengan Sekar yang ternyata sudah bangun dan kini menatap bingung ke arahnya.
__ADS_1
"Kenapa tidak tidur?ini masih terlalu pagi untuk bangun,"ucap Abian kembali bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati ranjang.
Abian duduk tepat dibibir ranjang,tangan nya terulur membelai lembut rambur Sekar yang panjang dan lurus.
"Apa aku boleh bertanya?"lirih Sekar,dipenuhi rasa takut.
Bahkan kedua tangan nya meremas kuat selimut yang saat ini dia pakai untuk menutupi setengah tubuhnya.
"Apa?katakan saja,"
"A_apa p_pria itu be_berhasil melakukan nya?"tanya Sekar terbata karena begitu takut saat kembali mengingat malam naas itu.
Deg...
Abian langsung menoleh saat Sekar kembali mengingatkan nya pada malam dimana dirinya menemukan Sekar sudah tergeletak tidak sadarkan diri tanpa mengenakan apapun dan hampir digagahi oleh pria bertopeng itu.
"Jangan khawatir,dia tidak melakukan itu.Aku datang tepat saat dia akan melakukan nya,tapi tidak jadi karena aku sudah menghajarnya terlebih dahulu,"
Netra keduanya saling bertemu dan saling mengunci,kini keduanya sama sama merasakan satu debaran dihati masing masing.
Sekar lebih dulu memutus pandangannya pada Abian dengan menundukkan kepala.Sungguh rasanya masih terlalu takut menatap mata tajam milik pria itu.
Meski dalam beberapa hari ini Abian bersikap lebih lembut dan lebih baik,tetap saja belum menghilangkan rasa takut Sekar pada pria itu.
"Sekar,"lirih Abian lembut.
Deg...
__ADS_1
"I_iya Tuan,ka_kanapa?"jawab Sekar terbata karena gugup dan takut.
"Maafkan aku,aku benar benar menyesal,karena selama ini aku sudah salah mengira."lanjut Abian kembali menggenggam tangan yang satu nya lagi.
Kini kedua tangan Sekar berada didalam genggaman tangan kekar Abian.Seketika tubuh Sekar mengang saat Abian menggenggam kedua tangan nya.
Perlahan Sekar mendongakan kepalanya,memberanikan diri untuk menatap wajah Abian.
"Aku tahu,apa yang aku lakukan padamu sudah keterlaluan.Karena itu,aku mohon maafkan aku Sekar."
"Itu Tuan tahu,"jawab Sekar berenggut.
"Iya,aku tahu,makanya minta maaf,"jawab Abian cepat.
Sekar menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ucapan nya.
"Meski awal nya aku bingung,kenapa Tuan melakukan semua itu padaku?padahal kita baru saja bertemu.Tapi setelah aku tahu alasan dibalik semua itu.Mungkin,jika aku ada diposisi Tuan,aku juga akan melakukan hal yang sama."
"Itu artinya,kamu memaafkan aku?"
"Tentu saja,meski Tuan selalu berlaku buruk dan kasar,tapi berkat Tuan,aku jadi selamat dari pelecahan itu dan Nenek juga bisa mendapatkan perawatan yang terbaik dari Dokter,semua berkat Tuan.Terima kasih sebelumnya,karena sudah membawa dan merawat Nenek."
Keduanya nampak melempar senyum masing masing.Hingga sebuah pibrasi telpon milik Abian terdengar,yang menandakan jika Abian tengah dihubungi seseorang.
"Tunggu sebentar aku angkat telpon dulu,"pamit Abian beranjak dan meninggalkan ruangan itu.
Sekar sendiri saat ini tengah meremas baju bagian dada nya.Entah mengapa,saat ini jantunganya berdetak begitu cepat.
__ADS_1
"Kenapa jadi berdebar debar begini?"gumam nya sembari meraba raba dadanya.
***