
"Turun Mas,Mas duduk dibelakang.Biar Pak Narto yang bawa mobilnya."titah Sekar yang seketika membuat Dokter Cecilia melongo.
Sedangkan Abian dan Pak Narto sama sama terlihat mengatupkan bibir demi menahan senyum diwajah mereka masing masing saat melihat tindakan Sekar yang tidak terduga ini.
Abian pun menurut dengan langsung turun dari jok kemudi dan langsung menempati jok belakang tepat dibelakang Pak Narto.
Sementara Cecilia sendiri hanya bisa mendengus kesal namun pasrah.Tidak mungkin juga Cecil mengamuk saat ini,dia tidak akan meruksak rencana yang sudah lama dia susun hanya karena emosi sesaat.
Sepanjang perjalanan mereka bertiga memilih diam.Abian yang tengah berkirim pesan dengan sang istri,Pak Narto yang fokus dengan jalanan dan Cecilia sendiri tengah menahan amarah nya karena gagal pergi berdua saja dengan Abian.
["Kamu terlihat keren tadi,mas suka gayamu melindungi pernikahan ini."] ~ PakSu
Seketika Sekar mengembangkan senyumnya saat membaca pesan yang dikirimkan oleh suaminya setelah mobil yang membawanya pergi dari halaman rumah.
["Aku hanya melindungi apa yang aku miliki."] ~My Wife
["Itu bagus sayang.Jangan biarkan orang luar menemui celah agar masuk kedalam rumah tangga kita.Aku kira kamu tidak peka dengan tingkahnya yang aneh?"] ~PakSu
__ADS_1
["Gimana nggak peka,sejak datang kerumah matanya hanya tertuju padamu.Kesel rasanya pengen cungkil itu matanya."] ~ My Wife
Seketika tawa Abian pecah saat mendapatkan balasan dari sang istri.Abian tidak menyangka jika dalam sikap tenang yang dia tunjukan sedari tadi menyimpan kekesalan didalam nya.
Dan hal itu pun tidak terlepas dari perhatian Pak Narto dan juga Cecilia yang tengah duduk dijok bagian depan.
"Sepertinya Tuan sedang bahagia?"tanya Pak Narto mengintip Abian dari rear-vision mirror.
"Hidup saya selalu bahagia disetiap harinya semenjak saya menikah dengan Sekar.Sekar sudah membuat hidup saya yang gelap kini menjadi berwarna Pak."puji Abian akan sosok sang istri.
Sepanjang perjalan kerumah sakit tempat Cecilia bekerja sebagai dokter disana dan kantor Abian yang memang satu arah dihabiskan dengan Abian yang mengobrol hangat dengan Pak Narto.
Mengabaikan wanita yang ada diantara mereka,seolah wanita itu tidak ada disana.Sementara Cecilia sendiri memilih diam karena memang tidak mengerti apa yang tengah di obrolkan oleh Abian dan Pak Narto.
Sibuk dengan pikiran nya tentang semua kekesalan nya hari ini,bahkan Cecilia tidak menyadari jika dirinya sudah diantarkan hingga depan rumah sakit.
"Non,sudah sampai."ucap Pak Narto membangunkan Cecilia dari lamunan nya.
__ADS_1
"Ah,maaf.Ya sudah kalau begitu,saya pamit dulu,terima kasih sudah mengantarkan saya sampai disini."ucap Cecilia bersikap seramah mungkin demi menarik perhatian Abian.
Namun sayang lagi lagi Abina sibuk dengan dunianya sendiri.Bahkan hingga mobilnya kembali melaju Abian masih sibuk berkirim pesan dengan sang istri.
Kekesalan Cecilia pun semakin menjadi saat tadi dirinya berpamit namun kembali tidak dihiraukan oleh Abian.Jangankan menoleh sekedar menjawab pamit nya pun tidak.
Hingga Cecilia pun harus melalui harinya dengan mood yang super jelek.Berbeda dengan Abian yang terus saja memasang senyum diwajahnya karena Sekar.
Sekar benar benar sudah membuat dunia Abian berubah.Yang tadinya tidak memiliki arah bahkan sering kebingungan dalam mencari arah pulang.
Kini Abian sudah menemukan rumah yang sebenarnya,dimana disana ada seseorang yang menunggunya pulang dengan wajah yang cemas dan gelisah.
Namun raut wajah cemas itu seketika hilang saat orang yang dia khawatirkan pulang dengan selamat.
...****************...
...Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*...
__ADS_1