Cinta Dan Dendam Abian

Cinta Dan Dendam Abian
Bab.38


__ADS_3

"Sekar kenapa Tuan?"tanya Mbok Surti saat Abian memasuki rumah nya.


"Sssttt,tidak apa apa.Dia hanya tertidur,tolong siapkan makan malam lalu antarkan kekamarku."titah Abian menghentikan langkahnya sejenak lalu kembali melangkah setelah memberi mandat pada art nya itu.


"Baik Tuan."jawab Mbok Surti.


Abian pun membaringkan tubuh Sekar di atas ranjang nya dengan perlahan.Nampaknya gadis itu benar benar kelelahan karena sepanjang jalan terus menangis.


Hingga saat dipindahkan dari mobil ke kamar Abian pun gadis itu tidak terusik sedikit pun.Malah semakin terlelap damai saat Abian dengan lembut menutupi tubuhnya dengan selimut tebal miliknya.


Abian pun segera melesat masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.Ingin sekali membangunkan gadis itu untuk melakukan hal yang sama namun urung Abian lakukan karena tidak tega mengusik tidurnya.


Tok tok tok...


"Tuan,ini makan malam anda dan Sekar sudah saya bawakan."seru Mbok Surti dari balik pintu kamarnya.


Abian pun berjalan mendekati pintu lalu membuka pintu itu lebar lebar dan mempersilahkan Mbok Surti masuk kedalam untuk menyimpan nampan yang dia bawa di atas meja.


"Sekar masih tidur Tuan?"tanya Mbok Surti saat melihat ranjang Tuan nya di isi oleh gadis itu.

__ADS_1


"Dia baru saja kehilangan neneknya dan seharian ini dia terus menangis.Biarkan dia istirahat,Mbok juga habis ini istirahatlah.Besok bantu saja siapkan kamar sebelah untuk ditempati olrh sekar."


"Baik Tuan,saya permisi."


Mbok Surti pun kembali meninggalkan kamar Abian dan kembali kedapur untuk menyelesaikan pekerjaan nya.


Abian sendiri hanya bisa menatap datar gadia yang masih terlelap diatas ranjang nya.Berulang kali Abian terlihat menghela nafas berat saat kembali teringat bagaimana kasar dan buruknya dia memperlakukan Sekar sebelum dirinya bertemu dengan Nenek Sari dan mengetahui kebenaran tentang hidup gadis itu.


Seketika rasa sesal kembali mendatanginya,meski tak dipungkiri amarah terhadap sosok Arumi masih tersisa namun untuk membalaskan semua itu pada Sekar juga rasanya sangat tidak adil.


Mungkin jika bisa merubah takdir,Abian akan membuat Sekar hidup enak dan nyaman hasil dari uang ayahnya.Hingga apapun yang Abian lakukan pasa Sekar tidak akan menimbulkan rasa sesal.


Namun kenyataan nya,gadis itu juga ternyata hidup menderita.Bahkan jauh lebih tersiksa dari pada dirinya.


Berbeda dengan Sekar yang sudah ditinggalka kedua orang tuanya.Bahkan tidak pernah mengenal sosok ibu sepanjang hidupnya.


Lelah dengan pikiran nya tentang hidup Sekar,Abian pun melangkahkan kakinya menuju sofa dimana makan malam nya sudah tersedia disana.


Abian pun menghabiskan makan malam nya seorang diri dan tetap membiarka Sekar tidur hingga gadis itu bangun dengan sendirinya.

__ADS_1


***


Sekar mulai terbangun tepat ditengah malam,Sekar begitu dibuat kaget saat membuka matanya dirinya sudah ada di atas ranjang didalam kamar Abian.


Sementara Abian sendiri entah kemana karena tidak Sekar temukan dikamar itu.Perlahan Sekar pun mulai bangun dan hendak turun dari ranjang saat suara bariton Abian menghentikan pergerakan nya.


"Mau kemana?ini masih malam."tanya Abian yang baru saja masuk kedalam kamar itu dan menemukan sekar yang akan turun dari ranjangnya.


"Sa_saya mau kembali ke garasi Tuan.Di_disana tempat saya untuk tidur."lirih Sekar saat menyadari jika Abian membawanya kembali kerumah pribadinya.


"Kembali ke atas ranjang dan tidurlah."


"Tapi tuan___"


"Tidur atau__mau aku tiduri."


"Hah?apa?"


Abian melangkah mendekati Sekar lalu mengungkung tubuh gadis itu,kemudian Abian membisikkan sesuatu yang membuat tubuh Sekar meremang dengan mata yang membulat sempurna.

__ADS_1


***


Hayoh loh,Abian bisikin apa sih Sekar?sampe shock gitu??🤭🤭


__ADS_2