Cinta Dan Dendam Abian

Cinta Dan Dendam Abian
Bab.43


__ADS_3

"Ini Tuan,saya sudah pilihkan beberapa buku yang mudah untuk Tuan mengerti."ujar Sekar membawa tumpukan buku yang dibutuhkan Abian untuk mengenal agama yang saat ingin dia pilih sebagai kepercayaan nya.


"Bisa nggak sih berhenti memanggilku Tuan?aku nggak nyaman,apa lagi ditempat umum seperti ini."gerutu Abian sembari mengambil alih buku yang ada ditangan Sekar karena terlihat begitu berat saat dibawa oleh tangan mungilnya.


"Lalu saya harus memanggil apa?"jawab Sekar kebingungan.


"Mana aku tahu,memang nya disini kalau manggil calon suami itu bagus nya apa?aku sudah lama pergi dari negara ini jadi tidak begitu tahu dengan apa yang bagus sebagai panggilan untuk calon istri atau suami.Makanya,rubahlah nama panggilan ku jadi dengan begitu aku jadi tahu."jelas Abian yang sudah benar benar percaya diri akan menjadi suami untuk Sekar.


"kenapa diam?cepat jawab pertanyaan ku?nama panggilan untuk calon suami itu apa yang bagus?"


"Ya banyak,ada yang memanggil Abang,Kakak,Mas,Sayang,Baby.Itu sih terserah orang nya."


"Lalu kalau kamu akan manggil aku apa?"tanya Abian penasaran.


"Me_memang maunya diipanggil apa?"tanya Sekar balik dengan gelagapan karena gugup saat mendapatkan tatapan yang begitu intens dari Abian.


"Apa yang bikin kamu nyaman?"


"Ti_tidak tahu."


"Kok tidak tahu sih?ayo cepat sebutkan,apa yang pantas untuk aku pakai sebagai calon suamimu?"

__ADS_1


"M_Mas,bagaimana kalau Mas saja?"


"Mas,Mas...ok,aku suka.Ya sudah kita bayar dulu buku bukunya lalu setelah ini kita makan ya,aku sudah cukup merasa lapar."ujar Abian meraih tangan Sekar dengansatu tangan nya dan membawa nya dalam genggaman.


"Eh,maaf,kelepasan."ucap Abian kembali melepaskan tangan Sekar yang sempat masuk kedalam genggaman nya.


"Alhamdulillah,terima kasih."


"Terima kasih?untuk?"


"Karena Mas sudah mengingat dan mulai menerapkan apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan."


Deg...


"Ke_kenapa berterima kasih,aku hanya belajar untuk membiasakan nya."jawab Abian yang salah tingkah saat Sekar menatap nya penuh dengan rasa kagum.


"Y_ya sudah,ayo.Lebih baik kita bayar buku buku ini,lalu kita pergi makan."


"Iya,ayo."


Keduanya pun berjalan beriringan menuju ke kasir untuk membayar buku buku yang akan Abian beli untuk memulai memperlajari satu agama yang menjadi pilihan nya saat ini.

__ADS_1


Setelah membayar buku yang dibeli olehnya,Abian langsung membawa Sekar ke salah satu restoran mewah dan cukup mahal untuk setiap menu makannya.


Seketika Sekar menghentikan langkahnya saat Abian membawanya masuk ke restoran mewah dan mahal itu.


"Kenapa?"tanya Abian bingung saat melihat Sekar menghentikan langkahnya.


"Disini makanan nya terkenal sangat mahal Mas,kita ketempat lain saja bagaimana?"jawab Sekar yang memang tidak terbiasa menghabiskan banyak uang demi seporsi makanan.


Bahkan dulu demi menghemat pengeluaran tak jarang Sekar membawa bekal kesekolah atau pun ketempat kerja dari rumah agar tidak mengeluarkan uang untuk jajajn.


"Kenapa?kamu tidak percaya kalau uangku bahkan bisa membeli makanan disini bahkan dengan restoran nya sekalian."


"Bu_bukan begitu,saya hanya belum terbiasa.Dan saya takut membuat Mas malu karena tidak terbiasa makan ditempat seperti ini."jawab Sekar yang memang keadaan Sekar dulu tidak memungkin kan untuk makan ditempa mahal seperti itu.


"Baiklah,sekarang,bawa akuu ketempat biasa kamu makan.Aku akan mencoba dan mulai belajar mengimbangi kehidupan kamu.Setidaknya,aku tahu apa yang biasa kamu makan sebelum kita saling kenal satu sama lain."Abian pun akhirnya memutuskan untuk mengalah dan mengikuti apa maunya dari Sekar dan apa yang membuat gadis itu nyaman.


"Tapi apa Mas tidak keberatan jika kita makan ditempat sederhana seperti tempat yang biasa saya datangi?"


"Kenapa harus keberatan?aku yakin,kalau kamu tidak akan memberikanku makanan beracun,jadi untuk apa keberatan?"


"Baiklah jika begitu,ayo,kita pergi ketempat langganan Sekar."

__ADS_1


Sekar pun membawa Abian keluar dari gedung pusat perbelanjaan itu dan pergi menuju sebuah warung makan yang sangat sederhana namun dipenuhi oleh pengunjung yang akan melakukan makan siang disana.


__ADS_2