Cinta Diantara Dendam

Cinta Diantara Dendam
awal dendam


__ADS_3

Amaradhiva.


Itu namaku, aku adalah putri tunggal keluarga Micheline.


Mungkin harusnya hari ini akan menjadi hari bahagia untukku, tapi itu bukanlah kenyataan, karena nyatanya sekarang ,aku tengah berlari demi menghindari kejaran beberapa orang berpakaian serba hitam.


Hari ini peringatan ulang tahunku ke 19 namun, tanpa kusangka hari ini menjadi bencana.


Musuh keluargaku malah mengirim pembunuh berantai untuk membantai habis keluargaku.


Benar- banar hebat.


Ia tidak tau jika aku selamat dan masih ada peluang untuk membalasnya.


Tunggu sampai aku mengumpulkan kekuatan ku dan menguasai kota ini siapapun tak kan bisa menyakitiku bahkan mereka yang membantai keluargaku takkan kusisakan. pasti kalian akan kukirim keneraka.


Hingga habis tak tersisa.


Tunggulah, tunggu tanggal mainnya!


......................


Disinilah aku berdiri,didepan gedung restoran cepat saji yang lumayan terkenal di kota ini.


Dengan sisa koneksi yang aku punya, aku bisa mendaftar menjadi pelayan di sini.


Akan kumulai semuanya dari sini.

__ADS_1


Ayah ibu aku pasti bisa membalaskan dendam ini ,kalian tunggulah di syurga.


Maaf, aku bahkan tidak menghadiri pemakaman kalian.


Lain waktu aku pasti mengunjungi kalian.


Ciiiiittttt!


Suara mobil yang di rem mendadak itu sangat memekakkan telinga,semua orang yang berlalu lalang menoleh kesumber suara .


Mobil sport warna hitam itu berhenti mendadak saat hampir menabrak Amara yang berdiri dengan wajah datar.


""Astaga nona, apakah anda ingin menyetorkan nyawa?" tanya seorang wanita yang segera menarik Amara ke teras restoran.


Pengemudi mobil turun, tapi sepertinya itu supirnya.


Amara hanya tersenyum misterius.


"Bisakah aku berbicara pada tuanmu?"


Supir itu terlihat kikuk," baik nona".


Supir itu mengetuk kaca mobil bagian belakang .Kaca itu bergerak turun, sang supir berbicara sebentar dengan sang majikan.Tak lama kemudian pintu terbuka, keluarlah sosok laki laki jangkung berpakaian formal lengkap dengan kacamata hitam yang bertengger diatas hidung mancung itu.Pria itu menghampiri Amara yang semakin melebarkan senyumnya,


" Nona, apa ada yang ingin kau sampaikan?sampai memanggilku keluar?" tanya laki laki berwajah datar itu,


"menurutmu apa yang bisa kau gunakan untuk membayar kekagetanku? Datanglah kesini besok jika kau sudah menemukan yang pantas."

__ADS_1


Amara mengerlingkan sebelah matanya lalu berbalik memasuki restoran.


Dan apa kabar dengan laki laki itu,


Ia melepas kacamata nya dan menarik sudut bibir nya,


"misterius.Menarik."


Laki laki itu memakai kembali kacamata nya kemudian kembali ke mobilnya.


Semua wanita, termasuk yang menolong Amara menahan jeritan kala melihat senyuma n dari pria bak malaikat yang entah datang dari mana itu.


Amara tersenyum di balik dinding kaca restoran itu.


"Awal yang lumayan.Kedepannya, aku akan mengguncang kan kalian." Gumam gadis itu.


Mulai hari ini Amara bekerja, menjadi salah satu pelayan disana.


......................


Matahari sudah kembali keperaduan,waktunya Amara pulang,gadis itu hari ini mendapatkan shift pagi, jadi sekarang giliran shift malam yang bekerja.


"astaga... Sudah bekerja cukup lama, tapi aku tidak merasa kan lelah sama sekali. Apa ini karena sekolahku sebelumnya ,mempunyai aktivitas yang lebih memberatkan?" gumam gadis itu, ia membuka bungkus roti yang akan menjadi menu makan malam nya kali ini.


Tanpa sadar, air matanya menitik turun.


"Apa yang aku pikir kan, ayah dan ibu pasti bahagia.Aku memang terlalu cengeng. Hidup sendiri dan memakan roti ini juga tidak buruk."Gadis itu menggigit rotinya.

__ADS_1


"Kamu kuat am."


__ADS_2