
Amara keluar dari kontrakan kecil yang sekarang menjadi tempat tinggalnya. Gadis itu akan berangkat kerja karena jam menunjukkan pukul 7.
Untuk mengirit uang yang tersisa di dalam dompetnya gadis itu memilih jalan kaki.Tentu saja ada maksud lain dari apa yang di lakukannya.
......................
"Oh my Am-"
Amara membungkam mulut seorang gadis berambut sebahu yang akan meneriakinya .
"Lepas...dasar Amara,mengapa kau membungkam ku?aku hanya ingin memanggil mu," Amara terkekeh lucu.
"ya ampun Ayla, orang orang akan kaget mendengar teriakanmu." Gadis berperawakan pendek gembul itu memanyunkan bibirnya.
Tapi Amara tidak peduli, ia merangkul kepala Ayla yang sebatas bahunya,.
Setelah memutuskan untuk memulai kehidupan barunya, Amara juga mengganti identitasnya menjadi Amara Faradiska.
Ayla adalah salah saru karyawan yang menjadi teman dekatnya, juga adik dari pemilik restoran.
" ay, masih menjadi misteri mengapa kau yang adik dari bos malah menjadi karyawan? Setidak nya jadilah manager. Terdengar lebih keren." komentar Amara. Ayla hanya mendengus."apa kau tidak ingat wajah menyebalkan sean alias bos itu? Dialah yang mengusulkan pada ayahku agar menjadikanku seorang karyawan dulu."
Jelas Ayla, Amara mengangguk" sok mengerti.
"Am, ku kira kakakku itu sepertinya menyukaimu,terlihat dari tatapannya yang tak lepas dari mu kemarin."
Ungkap Ayla.
Amara mengedikkan bahu nya," wajar Ay, aku cantik."
Ayla memutar bola mata malas."Kau bahkan sama percaya dirinya dengan kakakku."
Amara mencubit kedua pipi Ayla,"kau tau itu Ay, mungkin kami akan mejadi pasangan. Dan kau menjadi adik iparku.." Balas Amara gemas.
"Amara cubitan mu bahkan lebih kejam dari Seannnn....!!!!"
__ADS_1
......................
"Nona mohon ikuti kami"
Dua orang pria memakai setelan kemeja formal sedang memaksa Amara agar mengikuti mereka.
"Apakah kalian suruhan orang yang hampir menabrakku kemarin. Jika iya aku tidak mau,"
"mengapa seperti itu nona?"
" kenapa bukan dia sendiri yang menjemputku?"
" Nona, mohon jangan menambah pekerjaan kami, auolah nona"
Ayla yang menyaksikan drama itu pun menengahi,
"Dimana tuan kalian? Biarkan dia sendiri yang menjemput temanku."
Kedua pengawal itu saling berpandangan.
sahut Amara.
Tanpa mempedulikan sekitar lagi, salah satu pengawal itu langsung mengangkat badan Amara, bagai karung di pundaknya.
"Heii!.. turunkan ttemanku!!!.. Dasar bodohhhh!!.."
Ayla berusaha mengejar mereka namun terlambat, mereka sudah masuk mobil alphard hitam dan melaju kencang.
" Sialannn!! Mau kalian bawa kemana temanku itu??!!!... Kembaliii!!!!..."
......................
Sedangkan di dalam mobil, Amara berusahha memberontak.
"Turunkan aku!!!!!.. Manusia" bodohh!! "
__ADS_1
"Diamlah nona , kami akan membawa anda pada tuan muda kami".
Amara tiada hentinya mengumpat dalam hati, niatnya kemarin ingin meminta sebuah kekuasaan pada laki laki itu , tapi sekarang apakah, ia akan di jadikan sanderaan?
Membayangkannya saja Amara tak sanggup.
" Beginikan lebih baik nona, diam dan menurut."
Amara hanya mendengus,
' tunggu ,kalian tikus kecil, kalian pikir, aku tak punya siasat?' batinnya.
......................
Mobil berhenti di halaman rumah yang lebih besar dari kata besar.
Bisa bayangkan betapa besarnya?
Amara sedikit tercengang, ternyata pria kemarin bukan orang biasa.
" silakan masuk nona.."
Pengawal" itu mempersilakan Amara masuk kedalam mansion tuan mereka.
"Tuan muda ada diruang baca nona, silakan lewat sini."
Seorang pelayan mengantarkan Amara ketempat yang di tuju.
Amara memasuki ruangan yang jauh dari kata kecil itu,
Sebuah kursi yang awalnya membelakangi Amara, sekarang perlahan berbalik.
" Kau??.."
......................
__ADS_1