
Silvi mengerjakan tugasnnya sedangkan johan memilih berbaring di sofa sambil memainkan ponsel,silvi mulai merenggangkan ototnya dengan gerakan kecil johan yang melihatnya meletakan ponselnya "cape ya" johan memijat pungung silvi "iya bang" silvi merasa segar saat johan memijatnya "masih banyak?" johan mulai merasa ngantuk "ni tinggal covernya bang" silvi berbalik melihat johan "abang ke kamar aja,makasi udah nemenin" silvi merasa kasihan terhadap johan karna menemaninya sampai mengantuk "kalau udah beres langsung tidur ya" johan dengan gemas mengusap puncuk kepala silvi "iya bang" johan pergi meninggalkan silvi "ngatuk banget lagi padahal tinggal covernya doang" silvi membereskan leptopnya karna merasa ngantuk namun sebelum tidur silvi membersihkan diri dan memakai skin care malamnya.
__ADS_1
Raka sedang berada di ruangan kerjanya padahal waktu menunjukan pukul 01:30 WIB dan dirinya belum tidur karna pekerjaan yang harus ia selesaikan malam ini juga,dering ponsel mengagetkan raka "siapa sih nelfon malem-malem" raka berjalan mengambil ponselnya dan ternyata dari dewa buru-buru raka mengngangkatnya "jangan terlalu memaksakan" sikap dingin dewa hanya untuk orang lain tapi tidak untuk mereka yang spesial bagi dewa "hampir selesai bos" raka selalu mengatakan hampir selesai agar dewa tak terlalu khawatir kepadanya "matikan leptop dan pergi tidur" tak ada banta saat dewa memerinta "baik bos" panggilan berakhir,akhirnya raka mematikan leptopnya dan mamatiakn lampu dirinya berjalan keluar sambil mengunci pintu karna raka belum merasa ngantuk dirinya memilih membuat nasih goreng karna para cacing dalam perutnya sudah meronta-ronta,raka menyiapkan bahan-bahannya dan mulai membuat nasi goreng dalam waktu 5 menit nasih goreng buatanya telah tersaji di atas meja "jomlo ma gini masak sendiri makan sendiri " raka mengutuki dirinya karna belum memiliki pasangan padal usianya 27 thn saat makananya habis raka membersihkan piring dan peralatan masaknya kini semuanya sudah selesai baru lah raka pergi tidur.
__ADS_1
Johan bersama ayahnya mengobrol di ruang kerja ayah "bang jagain adek-adekmu" lukman menasehati johan "pasti yah" johan memberikan dua jempolnya "pastikan mereka bahagian trus papa nitip perusahan juga" mata lukman mulai berkaca-kaca saat berbicara "papa ngomong apaan sih" johan memandang sang ayah namun fikiran tadi ia tepis,cukup lama johan dan lukman mengobrol saat merasa ngantuk baru lah mereka pergi ke kamar masing,sebenarnya johan tak merasa ngantuk saat bersama silvi dirinya hanya berpura-pura agar silvi beristirahat karna tak baik untuk kesehatannya bila begadang
__ADS_1