
Silvi mengendarai motornya dengan kecepatan di atas rata-rata karna dirinya sedikit terlambat karna harus ke bengkel untuk mengganti ban yang pecah,silvi berlari menuju ruangannya "Assalamualaikum pa,maaf saya terlambat" dengan ngos-ngosan "masuk,tapi ada hukuman untukmu" kata dosen yang baru "iya pa" silvi merasa kesal karna baru kali ini ia telat dan tak ada toleransinya "dosen baru ya?" tanya silvi kepada lisa "iya,dia yg gantiin ibu maya"
__ADS_1
"kalian berdua kenapa ngobrol?" dosen tersebut melemparkan spidolnya "untung gue jago" silvi menghindar,mereka semua menerima materi dng tenang sampai selesai silvi sudah merapikan buku-buku ke dalam tas "ke kanti yu vi" ajak lisa "ayo" dng girannya "kamu ke ruangan saya sekarang" dosen tersebut berjalan keluar "ihh tu dosen ngeselin baget tau" kata silvi dng kesal "sabar vi,yaudah gue nunggu lo di kantin", silvi mengetuk ruangan dosen hingga terdengar suara dari dalam "masuk" silvi duduk "kerjakan ini" davin menyodorkan setumpuk kertas "pa hukumannya nga ada yg lain apa" silvi kesal "mau sya tambahkan hukumannya?" ,," engga deh pa" silvi mulai menulis sampai pukul 12:15 purutnya berbunyi "maaf pa" silvi malu "ikut saya",, "kemana pa",,"ke kantin,kamu lapar kan?" silvi berjalan mengikuti davin "kamu mau makan apa?" tanya davin saat berdri "bakso aja pa" davin kembali dng semangkok bakso "bapa nga makan" silvi mulai mencampurkan bakso "sya tidak lapar,kamu sja yg makan" silvi langsung menyantap bakso sedangkan davin tersenyum memandangi silvi "makan sja masih kelihatan cantik" batin davin.
__ADS_1
saat silvi menyelesaiman sholat dzuhurnya ponsel silvi berdering karna lisa menghubunggi silvi karna khawatir "assalamualaikum vi",, "wa'alaikumsalam sa" ,, "lo nga pa apa kan vi,pa davin nga jahat kan" ,, "jahat sa,masa gue di suru nulis 500 lembar,kan cape",, "trus lo di mna skrng" ,, " ruangan pa davin" ,, "yaudah hati-hati" ,, silvi melihat pa davin yang berdiri memandangnya "pa hukumanya saya bawa pulang ya" ,, "nulis aja di sni" ,, " tapi pa kta bukan mahram,nga baik berdua-duaan" terlihat davin berfikir sejanak "baik la" ,, "makasi pa" ,, " kamu pulang naik apa",, " sya bawa motor pa" ,, " yaudah hati-hati" ,, " sya permisi pa" silvi keluar sambil melompat-lompat kegirangan "akhirnya bisa pulang"
__ADS_1