
Kini johan mengantar nindi ke apertemennya "seneng nga jalan-jlnnya" ,, "banget dong" ,, "yaudah masuk gi,gue pamit plng",, "bye" saat johan telah pergi nindi masuk sambil bernyanyi karna bahagia
kediaman wijaya johan bru memasuki rmh dan langsung ke kmrnya "cape banget lgi" gumam johan,kini dirinya sedang membersihkan diri.
Pukul 07:00 WIB johan dan devan tenga menikmati sarapan mereka "morning semua" spa nindi yg bru datang "morning" jawab serentak "sarapan bareng ka" mereka sudah sangat akrab seperti saudara,nindi menarik kursi dan duduk di sebelah johan hampir 15 menit mereka menyelesaikan sarapan "bang, ka nindi berangkat dlu ya" devan menyalami keduanya "hati-hati dek" teriak nindi dan di ajukan jempol oleh devan "hari ini mau ke mna?" tanya johan "ketemu klaen" ,, "yaudah gue antar " saat johan mengantar nindi ke caffe dirinya langsung ke kantornya
saat johan sudah berada dimejanya ia melihat sebuah surat dan ternya surat dri sekertarisnya mengundurkan diri "pantas aja dri tdi nga liat dia" gumam johan
seorang gadis tenga masuk disebuah perusahan "apa disni lgi btuh karyawan",, "maaf mba tidak ada" gadis itu keluar dan menatap gedung yg tdi ia masuki "udah 5 kantor gue datanggin dan nga ada yg nerima gue" menarik napas kasar dan membuangnya "mana gue lapar lgi" akhirnya sang gadis memilih pergi ke warung makan saat dirinya hendak menyebrak ia tak melihat sebuah mobil dri arah kanan melaju "sial"pekik sang pemilik mobil yg tiba-tba rem karna kaget "lo mau mati ya" kesal sang pemilik mobil "lo tu yg nga pnya mata" kesal sang gadis "bodoh" gadis itu memilih pergi.
__ADS_1
Saat selesai mkn sang gadis kembali melanjutkan aktifitasnya,saat berjalan hampir 15 kl gadis tersebut menatap sebuah gedung yg bertulis wijaya gruop "semoga ini yg terakhir" gumam sang gadis dan langsung masuk menuju resepsionis "mba apakah disni sdng mencari karyawan",, "ahh iya mba kami sedang mencari sekertaris bos,silahkan sya antat ke ruangannya"
ketukan pintu terdengar "masuk" ,,"maaf bos sya membawa calon sekertaris bapa" sang resepsionis langsung pergi,johan berbalik "lo"kata sang gadis saat melihat johan dirinya hendak berblik nmn niatnya ia urungkan karna susahnya mendapat pekerjaan "kamu di terima" kata johan dinggin,sebuah senyum tersunggir dari bibir sang gadis "besok jam 8 kamu sdh harus di kantor",, "baik pa,sya permisi".
Saat sang gadis keluar dirinya bertemu nindi yg hendak masuk ke ruangan johan "pacarnya bos kali" gumam nindi,dirinya langsung pergi.
Kini nindi berdiri didepan meja johan "temanin makan yu",johan berdiri dan pergi bersama nindi "kamu blum plng",, "lgi nunggu takxi pa",,johan melihat sekertarisnya blm jga plng namun dirinya pergi begitu sja dng nindi "siapa?",, "sekertaris baru ",, "ohh" ,, "mau mkn apa?" ,, "sushi" akhirnya johan membawa nindi ke restoran jepang untuk menyantap sushi hampir 15 menit mereka makan "besok gue udah balik" ,, "jam brpa?" ,," aga siang jdi besok pagi temanin ke makam om ya",, "iya"
Saat johan telah mengantar nindi dirinya pergi ke makam sang ayah,hampir 3 jam menempuh perjalanan kini johan sdh tiba "ayah tenang disna,kami semua baik-baik di sni ko" air mata johan menetes begitu deras ia memilih pergi sendiri karna tak mau orng lain melihat sisi lemahnya "johan pamit ya" di letakkan bungga dimakam dan dirinya pergi.
__ADS_1
johan blm plng ia memilih berjalan-jln ditmn menghilangkan penat
Devan bru sja plng dan mencari johan namun ia tak melihat abangnya akhirnya memilih menelfonya "hallo bang" ..."lgi dimna"..."yaudah hati-hti" devan mematikan panggilan dan bergegas ke kmr untuk bersih-brsih krna badannya terasa begitu lengkat,kini devan bersantai di depan tv sambil ngemil saat johan masuk ia melihat devan yg tertawa terbahak-bhk melihat kartu kesukaanya tom and jerry "ee abang" devan melihat johan telah berada di sampingnya "udah mkn bang?" ,, "blm" ,,"mba...." teriak devan "ia mas",, "mba siapin makanan ya soalnya sya sma bang johan mau mkn" ,, "iya mas,sya permisi",, "bang gimna keadaan ka silvi" tanya devan "ahh iya abang lupa blm nelfon" johan mengambil handpone dan langsung video call bersama silvi " hallo dek",, "hallo abang ade",, "gimna liburannya",, "seru dong,mau ole-ole apa",, "game terbaru ka",, "oke" silvi mengedipkan sebelah matanya kepada devan "emannya kpn balik dhe" ,," minggu bang" mba laras menghampiri tuannya "maaf mas makananya udah siap",, "iya mba "jawab devan dng senyumnya "yaudah de abang sma devan mau mkn mlm dlu,jga diri di sna",, "iya bang,nanti silvi hubunggi lgi".
Johan dan devan menyantap makan mlm dng nikmat karna sejak kecil mba laras la yg selalu menggurus mereka,hampir 15 menit mereka makan saat selesai johan memilih ke ruang kerja dan devan memilih main game.
kini johan dan nindi berada di pemakaman lukman "om nindi pamit ya,nindi bakalan sering-sering jenguk om" air matanya menetes nindi menaruh bungga yg ia beli sebelum ke pemakaman "jo ke taman bungga kmrin ya",, "iya" kini johan dan nindi berada di bukit yg memiliki taman bunga,nindi memejamkan mata dan merasakan betapa sejuk susana di pagi itu.
"jo kamu tdk ke kantor?" ..."tidak",nawra bru sja sampai ke kantor pkl 08:45 wib dan saat nawra membuka ruangan bosnya untu merapikan saat nindi mengerjakan tugas,di sisi lain johan dan nindi menikmati sarapan di sebuah restoran yg tak jauh dri bukit tdi "makan di sni enak ya jo,walaupun tempatnya sederhana".. "iya kau menyukainya?".. "iya" nindi tersenyum sambil melanjutkan makannya,kini naura melihat arloji di tangan sdh pkl 10:00 wib dan bosnya blm jga dtng "di mna bos,knpa blm jga dtng dan sebentar lgi ada meting" akhirnya nawra menelfon johan "hallo bos apakah anda tidak ke kantor?",, "tidak,kensel semua jadwal sya pindahkan besok",, "mentang-mntang bos seenaknya" gumam nawra namun masih bisa di dngr johan "kau katakan apa?",, "tidak bos,yasudah" nawra memutuskan tlfonnya sambil bergumam "bos ma bebas" teriak nawra
__ADS_1
"siapa?" tanya nindi yg melihat johan sedikit kesal "selertaris gue",, "yaudah byr dlu ya" johan berjalan ke kasir
hampir 4 jam perjalanan mereka ke bandara "kalau udah nyampe kbrin",, "iya,yaudah gue pamit" nindi memeluk johan dan langsung berlalu saat pesawat nindi tak terlihat johan bru kembali