
Lisa bersama dimas berjalan menuju ruangan ayah silvi,mereka mendorong pintu dan lisa melihat silvi yang duduk di sebelah ayahnya dng tatapan kosong,rani mengambil buah yang di bawah dimas dan menaruhnya di meja, "sabar vi om pasti sembu" lisa memeluk silvi dari samping,mengelus rambut hitam silvi.Dimas mengobrol dng rani karna lisa tak melepaskan pelukannya terhadap silvi,johan masuk membawa makan siang untuk mereka "ee lisa,kpn datangnya",, "udah hampir sejam bang",,"makan bareng yu" johan meletakan makanannya dan menghampiri silvi "adek makan yu,nanti sakit",, "adek nga laper bang",,"dikit aja ya kan tadi cuma makan bubur" silvi menganguk,akhirnya johan menyuapi silvi baru setelah itu dirinya makan.
lisa,rani dan dimas baru saja pergi,devan masuk,"udah pulang dek",,"udah bang",,"makan dulu gi",,"nga laper bang" devan berjalan ke ayah menyium puncuk kepala ayahnya "gimana perkembangan ayah",,"blum ada dek" devan menghampiri silvi yang terlelap sambil mengecup puncuk kepala silvi yang tertidur "jagain ka silvi,abang mau balik ke kantor",,"iya bang,hati-hati".
__ADS_1
"sa gue takut saat om lukman pergi silvi pasti terpukul banget",,"lo nga boleh ngomong gitu ran",,"iya sih tapi lo tau sendiri kanker otak stadium 4 itu udah nga bisa di sembuhkan",, "iya sih tapi kita berdo'a aja buat kesembuhan om lukman",, "iya" rani dan lisa sedang berada di sebuah caffe yang tak jauh dari rumah sakit.Mereka mengobrol sampain 2 jam dan akhirnya memilih pulang "sa nanti ketemu di rumah sakit ya",,"iya hati-hati",rani mengambil mobilnya dan pergi menuju apertemen sedangkan lisa masih menunggu dimas karna dimas pergi ke kantor sebentar "yang masuk yu",lisa masuk dimas yang melihatnya termenung bertanya "kenapa yang",,"nga yang,gue cuma mikirin silvi" lisa memeluk lengan dimas dng manja "kamu harus tegar biar silvi juga tegar" dimas membelai rambut lisa "iya yang",,"langsung pulang kan",,"iya yang,entar malem temanin ke rumah sakit",, "iya sayang" dimas mencubit hidung lisa gemes.
Silvi belum mau makan saat johan terus membujuknya "dikit aja de",,"nga laper bang",,"dikit aja ya",, "nga mau" silvi menutup mulutnya,johan akhurnya menyerah dan meletakkan makanan.Devan baru kembali dari lesnya "kebapa bang",,"kka nga mau makan,adek bantu abang bujukin ya",,"iya" devan mengajak silvi berjalan ke taman agar mood silvi membaik "ka mau es krim",silvi menanguk sambil tersenyum "yaudah kka duduk sini dlu,biar adek beli" devan membeli dua eskrim rasa coklat dan strawberi untuk silvi "ni ka" silvi memakan kedua eskrim sampai habis saat rasa mood silvi membaik devan mengajak silvi masuk "kaka makan dlu ya" silvi menganguk dan dgn telaten devan menyuapi silvi.
__ADS_1
Tangan ayah bergerak silvi yg melihat langsung berjalan mendekat "dek panggil dokter" silvi merasa bahagia karna ayahnya sedikit membaik "baik ka"devan meletakkan makanan dan langsung berlari "dok ayah sya" dokter dan devan kembali sedangkan silvi sedang memandanggi ayah dng air mata,tangan ayah dng lemah menbelai wajah silvi "jangan naggis syg,ayah nga pa ap" lukman dng terbata,dokter langsung memeriksa keadaan lukman "Allhamdulillah ayahmu sudah sadar" saat selesai memeriksa dan susuter mencatat seluruhnya mereka akhirnya pergi,devan meraih ponselnya "hallo bang,ayah udah sadar",johan yg baru saja sampai kantor kembali pergi dng terburu-buru.
Pemakaman di lakukan dan hanya di hadiri beberapa teman kerja lukman dan teman2 silvi dan johan saat semua sudah pulang silvi tetap memeluk tempat peristirahatan terakhir ayahnya dng air mata dan tatapan kosong "ayah hihihi ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ knpa nyembunyiin ini dari silvi" johan berjongkok "udah dek pulang yuu,ayah pasti sedih liat adek kaya gini" akhirnya mereka pulang dng johan yg menuntun silvi berjalan sampai rumah silvi masih saja diam "dek makan dulu ya tdi kamu cuma makan dikit",, "silvi nga lapar" silvi berjalan ke kamarnya mengambil foto keluarga dan memeluknya dng air mata karna terlalu menanggis silvi tertidur johan masuk dan menyelimuti adeknya.
__ADS_1
Pukul 06:00 WIB johan bangun dirinya membersihkan diri saat selesai johan berniat untuk sarapan "ka silvi blm turun?" tanya johan karna tak melihat silvi "blum bang,yaudah gue berangkat" devan berjalan menuju mobilnya dng lesu tak ada senyum di pagi ini saat pa satpam menyapanya pun devan hanya diam,johan memilih masuk ke kamar silvi,mendapati silvi yg duduk di balkon kamar dng memeluk foto mereka "dek sarapan ya dari semalem kamu blum makan,nanti sakit" ,,"nga lapar bang" ,,"makan ya walaupun dikit", "nga bang" silvi masih dng tayapan kosongnya akhirnya johan menyerah dan pergi,silvi menanggis tanpa suara masih begitu berat untuk mengimlaskan kepergian sang ayah.
"hallo bang" rani menelfon "hallo ran", "gimana keadaan silvi bang", "silvi masih blum mkn ran abang khawatir dia sakit", "yaudah bang rani ke rmh ya", "iya ran" johan harus ke kantor namun ia memilih di rmh karna cemas dng keadaan silvi yg tak mau melakukan apapun dan tak mau makan.Rani memilih menelfon lisa agar sama-sama ke rmh silvi "hallo sa,lo di mna?", "hallo ran,rmh" ,"gue mau ke rmh silvi,lo mau ngikut nga?", "mau-mau","yaudah siap-siap gue jemput lo", "oke".
__ADS_1