
Sebelum ke rumah silvi,rani dan lisa membeli makanan untuk silvi di sebuah restoran "gue masuk mesan bentar ya ran",, "iya sa" hampir 15 menit lisa akhirnya kembali ke mobil dan mereka berduapun melanjutkan perjalanan.Saat sampai di kediaman silvi rani menuju kmr silvi sedang lisa ke dapur "mba makananya di tata di piring ya",, "iya non" ,,"di antar ke kmr silvi ya" lisa menyusul rani,mereka mendapati silvi yang masih diam sambil memeluk foto sang ayah "vi" silvi menoleh dan langsung memeluk ke duanya tanggisnya pecah tak dapat di bendung lagi "udah vi iklasin aja,kalau lo kya gini terus kasian om pasti sedih di atas sana" ,,"terlalu cepat ran,sa" ,,"iya vi gue faham tpi lo harus kuat" lisa melepas pelukannya karna mendegar panggilan mba laras dari balik pintu,lisa membawa senampan makan "vi makan dlu ya",,"gue nga lapar sa",," lo blm makan dri kemarin vi",,"demi ayah lo vi harus kuat" silvi akhirnya menyerah dan menerima suapan lisa walau hanya 4 sendok "udah sa",, "yaudah minum air" rani beranjak "gue keluar bentar ya",,"iya" rani berjalan menghampiri johan di ruang kerjanya "bang" rani mendorong pelan pintu "masuk ran" rani masuk dan duduk di hadapan johan "bang gue khawatir silvi bisa sakit kalau kya gini terus",, "iya ran trus gimana",, "gue mau ajak silvi ke paris aja bang",, "yaudah,kpn perginya?",, "senin depan bang" saat mereka berdua asik mengobrol suara lisa terdengar "ran" ,, "iya sa" rani beranjak keluar di ikuti johan "kenapa?" mereka berbarengan "silvi pingsan" mereka berlari ke kamar silvi,johan menelfon dokter pribadi keluarga wijaya saat 30 mnit dokter datang,saat selesai memeriksa silvi "gimana dok?" ,,"dia cma banyak pikiran aja,nanti jga baikan" ,,"sya permisi dlu",, "iya dok" johan mengantar dokter ke depan rumah "hati-hati dok",, "iya".
__ADS_1
Dewa tak henti-hentinya memikirkan silvi akhirnya ia memilih menghubunggi rani untuk menanyakan keadaan silvi "hallo ran",, "iya wa",, "lo di mna?",, "di rmhnya silvi",,"gimana keadaan silvi?",, "ya gitu wa silvi masih murung aja,gue penggen bawa dia ke paris",, "lo yakin dng bawa dia bisa nglupain",, "iya wa" ,, "yaudah,tanks infonya" akhirnya dewa menghubunggi raka "hallo ka",, "hallo bos",, "kosongin jadwal gue besok",, "baik bos".
__ADS_1
Kini rani dan lisa berpamitan untuk pulang "bang kita plng ya",, "iya hati-hati,tanks atas semuanya" ,, "kaya siapa aja" rani mengendarai mobilnya memebelah jalanan yg tak terlalu padat karna pukul 23:00 WIB,kediaman lisa "tanks ran",, "oke bye",, "bye" kini rani menuju apertemennya saat sampai ia membersihkan diri dan langsung beristirahat.Silvi terbangun karna mimpi buruk yg ia alami "ayah..." teriaknya dng air mata "dek kenapa",, "mimpi buruk bang",, "minum dulu" menyodorkan segelas minuman dan diteguk habis "tidur lagi" johan tidur menemani silvi karna keadaan silvi yg selalu menanggis,dewa tak dapat terlelap akhirnya ia memilih membuat kopi dan duduk di balkon kmr "gue ko mikirin silvi mlu" dewa tak tidur semaleman saat pukul 07:00 dirinya mandi dan memakai pakaian santainnya untuk pergi saat dewa memakan sarapan yg ia buat sendiri raka datang "pagi bos",, "pagi ka",, "sarapan ka",, "iya bos" saat selesai menyantap sarapan buatan dewa mereka berdua sedang menuju kediaman wijaya "ka bungganya udah di siapin",, "udah bos" saat dewa memandanggi jalanan ia melihat tukang bubur ayam "ka menepi" raka menepi dan dewa menghampiri tukang bubur "mang buburnya 1",, "iya tuan" menyiapkan bubur "ini tuan" ,,"brpa mang",, "30 aja tuan" ,,dewa memberikan 50 rb untuk sang penjual "kembalianya tuan",, "ambil aja mang".Dewa sedang memandanggi jalan sambil memikirkan silvi,kediaman wijaya "silahlan bos" raka mempersilahkan dewa "cari siapa tuan",, "silvi mba",, "non silvinya lagi sakit tpi mas johan lgi sarapan,silahkan sya antar" mba laras mengantar dewa ke ruang tamu dan langsung menghampiri johan "mas ada tamu",, "mau ketemu siapa mba",, "katanya non laras" johan berjalan mengjampiri deqa dan raka "pa dewa" johan menyalami dewa dan raka bergantian "ada perlu apa pa",, "jangan panggil pa dewa aja" ,," baiklah",, sya mau jenguk silvi" silahkan sya antar wa.
__ADS_1
hampir 1 jam mereka main dan itu membuat silvi sedikit melupakan kesedihanya "laper" kata silvi sambil mengelus perutnya "mau makan di mna" ,, "di situ" silvi memilih warung makan untuk mereka berdua,raka tersenyum saat melihat mereka begitu bahagia "hanya lo vi yg bisa buat dewa senyum" gumam raka.saat mereka telah menyelesaikan makan siang dewa mengajak silvi berjalan-jalan di taman tanpa melepaskan gengamannya pada silvi "vi gue suka ama lo" kata dewa,silvi kaget dan memandang mata dewa tak ada raut kebohonggan seketika air matanya jatuh "knp naggis" dewa membelai wajah silvi "mau nga nikah?" silvi semakin kaget "lo nga perlu jawab sekarang vi" mereka kembali berjalan-jalan sambil bergurau hingga tak menyadari waktu sudah sore "mau liat sunset?" tanya dewa kepada silvi dan di anguki,mereka berjalan menaiki bukit yg tak jauh dei taman mereka berjalan-jalan tdi "wahh" mata silvi terbelalak meilhat betapa indahnya "sejak kapan kamu tau tempat ini?" ,,"udah lama sejak ayah dan ibu aku cerai,aku nemu tempat ini saat sedih dan sering kesini" dewa merangkul silvi dan tak ada bantahan karna rasa nyaman yg silvi rasakan "wa kenpa bisa suka sma aku?",, "kamu itu beda vi",, "beda gimna?",, "bedaa aja " saat sunsetnya semakin di telan bumi dewa mengajak silvi pulang "dinggi vi,balik yu" dewa memakaikan silvi jaket dan langsung turun menuju mobil dan sudah ada raka di dalam.
__ADS_1