
Silvi sedang menulis menyelesaikan hukumannya suara ketukan terdengar "dek abang boleh masuk",, "iya bang" ,, " gerjain apa sih" johan duduk di seblah silvi "nulis hukuman dari dosen galak" ,, " emangnya tinggal brpa lembar",, " 300 bang,udah gitu tangan silvi pegal",," yaudah sini abang gerjain" johan mulai menulis,silvi berjalan agar membuat susu dan kopi untuk dirinya dan johan.
__ADS_1
"ka liat abang nga" tanya devan karna sedari tadi dirinya mencari johan namun tak kunjung ketemu "di kamar kka",, "ngapain?" ,, "bantuin kaka ngerjain tugas",, "yaudah de" devan berjalan meninggalkan silvi dan meraih kunci mobilnya "mau ke mana dek",, "ketemu teman ka",, "yaudah hati-hati,jangan kemaleman pulangnya",, "iya ka" silvi berjalan ke kamar meletakan susu dan kopi "bang tadi ade keluar katanya ketemu temen",, silvi melanjutkan menulis agar cepat terselesaikan.
__ADS_1
Ruanagn IGD,mereka bertiga masih setia menunggu lukman saat dokter keluar "bagaimna keadaan ayah kami dok",, "kita bicara di ruangan sya",, "baik dok" jawab mereka berbarengan "ayah kalian mengidap kanker otak stadium 4" mereka bertiga shok "dokter pasti salah,ayah nga mungkin" silvi menanggis sejadi-jadinya di pelukan devan "sebenarnya pak lukman menyuruh sya merasiakan ini,tapi sudah waktunya untuk kalian tau" ,"nga mungkin" silvi berlari dng air mata yang semakin deras di pipinya sampai dirinya terjatuh di taman rumah sakit " ya Allah tukarkan penyakit ayah ke silvi,silvi nga mau ayah sakit" silvi semakin histeris "ka udah kita harus sabar,ayah pasti sembuh ko" devan merangkul silvi untuk menenagkannya,saat rasa silvi lebih tenang "ke dalam yu di sni dingin nanti kaka sakit" devan menuntun silvi masuk dan terlihat johan meremas pelipisnya,mereka berdua duduk di samping johan.
__ADS_1