
sesampai di atas mamahnya minajat pun masuk ke kamarnya minajat, tetapi sebelum masuk mamahnya mengetuk pintu kamar anaknya dulu. mamahnya minajat melihat putrinya itu duduk di depan kaca sambil merenung.
" assalamualaikum, apa ibu boleh masuk " kata mamahnya minajat sambil mengetuk pintu kamarnya minajat.
" waalaikumsalam, masuk aja mah soalnya pintunya gak di kunci juga " kata minajat yang masih duduk di depan kaca rias miliknya.
" kenapa nih putri mamah diam aja ? kamu ragunya nak dalam perjodohan ini, kalau kamu masih ragu kamu bisa tolak ko nak. soalnya kan ini juga buat masa depan mu " kata mamahnya bicara kepada anaknya yang dari tadi diam.
" gak ko mah, insyaallah minajat yakin dengan perjodohan ini " kata minajat menyakinkan mamahnya itu.
" syukur lah kalau begitu, nya sudah ayo kita ke bawah soalnya mereka sudah menunggu kamu di sana " kata mamahnya menyuruh anaknya itu turun ke ruang tamu.
" iya, mahh " kata minajat sambil berjalan ke arah pintu kamarnya.
setelah mereka berdua turun ke ruang tamu, minajat duduk di berhadapan sama uminya aditya. saat minajat duduk di dekat keluarganya aditya, dia pun terkejut saat melihat calaon suaminya itu. kalau calon suaminya itu adalah dosennya sendiri, tetapi dia berusaha untuk tenang.
__ADS_1
" masyaallah, cantik putri kamu rose " kata uminya aditya bicara kepada mamahnya minajat sambil tersenyum dan di balas oleh bu rose dengan senyuman juga.
" gini minajat, apa kamu sudah tau kalau kedatangan kami bertiga kesini adalah ingin melamar kamu jadi istrinya anak kami si aditya ? " kata uminya aditya bertanya ke minajat.
" i...iya tante saya sudah tau semuanya " kata minajat dengan gugup kerena dia bicara kepada calon ibu martua nya itu.
" syukurlah, kalau gitu apa kamu mau menerima lamaran saya minajat ? " kata aditya yang akhirnya buka mulutnya yang dari tadi hanya diam dan sekarang dia berbicara untuk bertanya langsung ke minajat.
" maaf, sebelum saya menjawab pertanyaan itu apa boleh saya bertanya untuk beberapa pertanyaan ke pak aditya ? " kata minajat bertanya ke aditya.
" sekali lagi maaf,pertanyaan yang pertama yang akan saya tanya kan adalah berapa kali dalam seminggu pak aditya ke kajian ? dan di mana kajian itu ? " kata minajat dengan ragu ragu dan sambil gugup yang bertambah dalam dirinya.
" saya biasanya ke kajian cuman 4 kali seminggu, dan tempatnya di dekat rumah saya cuman berhalatan 3 rumah dari rumah saya " kata aditya menjawab pertanyaan minajat. mendengar jawaban tersebut minajat pun tersenyum di balik cadarnya itu, lalu dia bertanya lagi kepada aditya.
" dan pertanyaan terakhir adalah apakah pak aditya tau kalau calon istrinya bapak adalah saya mahasiswa bapak sendiri di universitas bapak ? " tanya minajat terakhir ke aditya.
__ADS_1
" iya saya tau kalau itu adalah kamu, apa kamu tau juga kalau saya adalah calon suami kamu minajat ? " tanya aditya balik ke minajat.
" eemmm, tidak pak aditya. saya tidak pernah tau siapa calon suami saya yang akan di jodoh kan ke saya " jawab minajat.
" saya kira kamu tau itu, sekalinya kamu gak tau. tapi apa kamu ragu sekarang setelah tau kalau aku adalah calon suami mu minajat ? " kata aditya takut kalau minajat ragu menerima perjodohan ini setelah melihat kalau calon suaminya itu adalah dirinya.
" insyaallah, saya siap. saya mau menerima lamarannya " kata minajat dengan yakin.
" alhamdulillah " kata semua orang yang berada di ruangan tersebut.
" makasih minajat kamu telah nenerima lamaranya, kami berterima kasih banyak ke kamu minajat " kata uminya aditya bicara. lalu uminya aditya pun memeluk minajat dan di balas pelukannya oleh minajat.
" kalau gitu acar nikahannya di percepat sebisa mungkin, benar kan pak ali ? " kata pak dayu bertanya ke pak ali.
" iya itu benar sekali, kan kalau cepat lebih baik " kata pak ali.
__ADS_1
setelah acara lamaran dan membahas tentang pernikahan aditya dan aditya, lalu keluarga aditya pun pulang ke rumah mereka.