Cinta Hijrah Minajat

Cinta Hijrah Minajat
di coffe


__ADS_3

setelah sampai di depan ruangan aditya, drasti pun langsung mengetuk pintu ruangan aditya. sedangkan shopia dan minajat duluan ke dalam kelas mereka.


" assalamualaikum, ini saya drasti pak ? " kata drasti sambil mengetuk pintu.


" iya, tunggu bentar. drasti, makasihnya " kata aditya sambil mengambil pesanannya di tangan drasti.


" iya, pak. sama sama " ucap drasti. lalu drasti ingin ke kelasnya, tetapi terstop gara gara di panggil oleh aditya.


" drasti, guru makul di kelas kalian tidak masuk soalnya lagi sakit jadi kalian tidak ada tugas makul lagi " kata aditya memberitahukan drasti.


" kalau gitu apa kami boleh pulang pak ? " kata drasti bertanya kepada aditya.


" tentu boleh, soalnya kalian tidak ada perlu di kerjain lagi kan di sini ? " kata aditya yang memperbolehkan mereka pulang.


" makasih, pak. kalau gitu saya pamit nya pak " kata drasti kesenangan kerena di bolehkan pulang.


" jangan lupa bilang ke mahasiswa lainnya, oke ? " kata aditya.


" oke, pakk " kata drasti menjawab.


merasa senang lalu drasti cepat cepat nasuk ke dalam kelasnya sambil berteriak memberi tahu kan bahwa mereka boleh pulang gara gara tidak ada mapel lagi.


" temann temannnn, kata pak aditya boleh pulanggggg.!!! " kata drasti yang sambil teriak.

__ADS_1


" yang benar nih boleh pulang ? " kata mahasiswa lainnya.


" benarann, masa aku bohong sihhh " kata drasti dengan muka cemberutnya.


" horee horeeee, akhirnya pulang cepatt !!!! " kata semua mahasiswa yang ada di dalam kelas itu.


lalu drasti jalan ke arah duduk di tempat kursi miliknya, yang dekat sama minajat dan shopia. untuk membersihkan barang barangnya yang ada di meja. setelah nereka selesai membersih kan barang barang mereka ke dalam tas, lalu mereka semua menuju ke lantai bawah dan kebetulan kalau kelas minajat itu di atas lantai dua. mereka berjalan sambil berbincang bincang bertiga.


" ginana kita ke coffe dulu nihh sebentar ? " kata shopia mengajak kedua temannya itu.


" kebetulan bangett, soalnya aku kalau pulang jam begini pasti di rumah sendirian " kata drasti setuju.


" kalau kamu gimana minajat ? kamu ikut kan ke coffe sama kita berdua " kata shopia bertanya kepada minajat, soalnya dia melihat minajat cuman diam aja dari tadi.


" gpp lah minajat, kan ini juga baru jam 10:30. nanti kita bentaran aja di coffenya. ikut nyaa? " kata drasti membujuk minajat untuk ikut mereka.


" nya sudahh aku ikutt, tapi aku minta ijin dulu ke orang tua ku. soalnya takut mereka khuwatir dengan ku " kata minajat bilang ke temannya itu.


" baiklahh " kata drasti dan shopia.


setelah minajat menelpon mamahnya dan dia di bolehkan untuk ke coffe, asalkan jangan kelewatan waktunya. lalu mereka bertiga berangkat menggunakan mobil, minajat menggunakan mobilnya sendiri sedang kan drasti dan shopia menggunakan mobil milik drasti soalnya shopia di jemput drasti kerumahnya pagi tadi. karena rumah mereka berdua dekat satu arah jadi tidak jauh rumah mereka.


setelah sampai di coffe,mereka memilih tempat dudu dan memesan makanan di sana dan mereka berbincang bincang, kebetulan meja makan mereka di paling pojok supanya enak makan dan berbincang nya.

__ADS_1


" drasti, aku masih penasaran nihh sama cerita kamu itu " kata minajat yang lagi penasara.


" cerita yang mana, yang tentang pak aditya itu nya ?" kata drasti yang sambil meminum kopi nya.


" iya, ceritain dongg. kalau kamu gak ceritain kan aku jadi penasaran nanti, kenapa pak aditya itu gak mau kekantin gara gara gak mau ketemu perempuan " kata minajat dengan masih penasaran.


" sini biar aku yang ceritain, kamu sadar gak pertama kali kamu lihat pak aditya itu gimana orangnya ? " kata shopia sambil melepas sedotan di mulutnya.


" aku lihat pak aditya normal normal saja, kaya orang pada umumnya sih menurut ku " kata minajat yang lagi bingung, kenapa shopia bertanya kaya gitu.


" bukan gitu maksud ku minajat kuu, aku maksud itu coba deh kamu perhatikan pak aditya itu. pak aditya itu tampan, gagah, kaya, dan juga yang paling penting pak aditya itu rajain beribadahh, taat sama agama. walau punya pak aditya itu dosen, tapi dia baru umurnya 23 tahun loh masih muda. pokoknya pak aditya itu sempurna dehh kalau jadi suami. " kata shopia sambil tersenyum kesenangan.


" dan pak aditya itu gak pernah namanya pacaran dan juga yang paling penting itu dia masih single, tapi aku bingung sih kenapa pak aditya itu masih single " kata drasti yang lagi kebingungan.


" kita itu kan gak tau kenapa pak aditya belum nikah, mungkin aja pak aditya lagi nyari juga yang mana lebih baik untuk mendampingi hidupnya nanti. seseorang yang bisa menerima dia apa adanya, lagian buat apa pacaran ? kan itu gak boleh " kata minajat menjawab.


"iya, benar juga apa kata kamu minajat " kata shopia.


" jadi apa hubungannya sama cerita yang tadi, kenapa pak aditya itu gak mau ke kantin ? " kata minajat yang mesih belum juga jawaban.


" kami gak tapi tau juganya minajat, mungkin pak aditya gak mau aja dia di lihatin oleh banyak orang apa lagi itu perempuan. makanya pak aditya jarang ke kantin " kata drasti yang menjelaskan.


" oh, gitunya ceritanya " kata minajat yang sudah paham, apa yang di maksud dengan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2