
saat waktu pulangan telah tiba, minajat dan kedua sahabatnya itu pun menuju ke arah pakiran mobil dan kebetulan juga si adam menuju ke arah pakiran mobil juga.
'' assalamualaikum, wihh abang ku sudah ada di sini. tumben banget deh cepat pulangnya '' kata drasti sambil menyenggol pundaknya si adam.
'' waalaikumsalam, kenapa sih emangnya gak bolehnya '' kata adam sewot gitu mukanya.
'' lah, abangg. ko, mukanya kaya gitu, gak malu apa di lihatin minajat mukanya tuh '' kata drasti menggoda minajat, kerena dia tau minajat telah melihat muka abangnya si adam dengan diam diam.
'' drastii, kamu ini deh '' kata minajat sambil nunduk ke arah bawah karena malu oleh temannya itu.
melihat minajat yang malu gitu si adam pun diam diam tersenyum melihatnya dan kedua sahabatnya itu ketewa melihat minajat yang malu kerena telah melihatin si adam dengan diam diam.
'' sudahlah minajat, kamu jangan malu gitu. si ka adamnya aja biasa saja tuh '' kata shopia yang masih menjahil kan temannya itu.
'' iya, nihh. masa kaya gitu aja malu sih kamu, si abang adam pun suka dia kalau kamu lihatin terus. benar kan bangg ? '' kata drasti yang sambil tersenyum melihat kakanya itu, karena dia juga tau sebenarnya kalau kakanya juga sering melihatin minajat dengan diam diam.
'' apaan sih kamu, sudalah jangan bicara lagi. jadi berangkat gak nih ceritanya '' kata adam mengalihkan bicaraan, kerena dia tau kalau minajat mulai merasa gak yaman gitu.
'' iya, nihh. kita berangkat sekarang aja '' kata minajat mengalihkan bicaraan juga.
'' nya, jadilah. masa gak jadi sih '' kata drasti menjawab.
__ADS_1
'' tapi cofee di dekat mana ? '' kata shopia bertanya.
'' di dekat kampus sini aja, gak usah jauh jauh kita '' kata si adam menjawab.
'' oke kalau begitu '' kata minajat dan kedua sahabatnya itu.
lalu mereka berangkat menuju ke cofee dan setelah sampai mereka pun duduk di pojokan gitu dan mereka memesan minuman sambil berbincang bincang. setelah dua puluh menitan sudah, adam pun bicara dengan minajat yang berada di depannya drasti duduk dan di sampinnya minajat duduk adalah shopia.
'' eemmm, minajat maaf nihh. apa aku boleh tanya sama kamu ? '' kata si adam bicara dengan ragu ragu.
'' i...iya, boleh. emangnya mau bicara apa ? '' kata minajat sambil menatap kedua sahabatnya itu yang sedang asik meminum minuman milik mereka berdua.
'' begini nih, aku mau tanya. apa kamu sudah punya calon minajat ? '' kata si adam dengan gugup.
'' maaf nihh, maksudnya ka adam gimananya. aku kurang paham nihh ? '' kata minajat yang kebingungan.
'' nyaaa, maksudnya aku tuh gini. sebenarnya aku pengen kita taaruf, karena sudah lama aku suka sama kamu minajat '' kata adam dengan gugup.
mendengar penjelasan si adam mereka bertiga pun tambah terkejut dan apa lagi si minajat, dia benar benar terkejut mendengarnya.
'' eemmm, gini ka. maaf sekalii, bukannya aku menolak kaka secara langsung nih, tapi sebenarnya aku tuh sudah tunangan ka sama yang lain '' kata minajat menjawab dengan rasa bersalahnya itu.
__ADS_1
'' kamu gak bohong kan minajat sama aku ? '' kata si adam dengan mata yang mulai berkaca kaca kerena gak percaya dengan kata kata minajat.
'' aku benaran ka, aku sekali pun gak pernah ingin berbohong ka '' kata minajat untuk menyakin kan si adam.
'' apa yang di kata kan oleh minajat itu benar bangg, di gak pernah berbohong '' kata drasti mulai bicara.
'' apa buktinya minajat supaya aku percaya, kalau kamu sudah tunangan ? '' kata si adam yang ingin tahu buktinya kalau si minajat sudah bertunangan denfan lelaki lain.
'' bukanya kami ingin ikut capur nihh ka, kami lihat sendiri ko cincin tunangan minajat itu di jari minajat. minajat kamu ada kan bawa cincin tunangan kamu '' kata shopia bertanya ke minajat.
'' i..iya aku ada bawa, ini ka buktinya kalau ini adalah cincin tunangannya aku sama calon ku itu '' kata minajat yang masih gugup. dia mengeluarkan cincinya dari dalam tas, dia menaruh cincinya di dalam tas karena dia tadi berwudhu saat mau sholat zuhur.
'' ka adam percaya kan sekarang, kalau aku itu tidak bohong sama kaka ? '' kata minajat menyakinkan si adam.
setelah melihat cincin pertunangan minajat, si adam pun mulai percaya. dia percaya kalau minajat sudah bertunangan dan itu membuat hatinya sedih, rasanya dia ingin menangis di cofee itu karena saking merasa sedihnya itu ketika melihat keyataan.
'' kalau gitu aku minta maaf sama kamu minajat. aku juga sudah percaya ko sama kamu, karena aku yakin kamu pasti gak akan bohong sama orang '' kata si adam dengan menahan air matanya supaya tidak manangis.
'' makasih nya ka adam. aku yakin ko ka, kaka pasti akan mendapat kan perempuan yang lebih baik dari aku lagi. dia yang bisa menerima kaka dengan apa adanya '' kata minajat yang turut merasa kan sedih juga. bukan hanya minajat aja sih, kedua sahabatnya itu pun juga merasa sedih.
'' amiinn, makasihnya minajat '' kata adam sambil memaksakan untuk tersenyum kepada minajat.
__ADS_1
setelah bicara tentang itu, mereka pun pulang ke rumah masing masing. si adam pulang dengan perasaan yang sedih dan dia pun menangis di mobil sambil di tengah perjalanan, sedangkan minjat pun juga pulang ke rumah dengan perasaan gak yaman dan merasa bersalah dengan si adam.