
pagi ini minajat ke kampus tidak menggunakan mobil miliknya karena dia akan di jemput oleh drasti dan shopia menggunakan mobilnya drasti, kebetulan juga mereka sudah janjian.
setelah sampai di kampus mereka pun masuk ke kelas. saat mau ke kelas, tak sengaja minajat pun melihat aditya yang mau masuk ke ruangan milik aditya itu sambil menatap dia juga. melihat aditya yang menatap dia dengan tatapan yang tajam, minajat pun terkejut dan lalu menundukan kepalanya ke arah bawah. melihat minajat yang menunduk ke arah bawah, aditya pun diam diam tersenyum.
setelah mereka masuk ke kelas, lalu mereka duduk di kursi mereka masing masing dan bel pelajaran pun masuk, setelah pembelajaran mereka pun ke kantin dan duduk di tempat biasa. saat asik lagi berbicara, shopia pun melihat ada cincin di jari manisnya minajat dan dia pun bertanya.
" minajat ini cincin apa ? perasaan kamu baru aja makai cincin ini " kata shopia bertanya ke minajat sambil penasaran.
" eehhh, i...ini cincin tunangan ku " kata minajat menjawab sambil malu malu.
" apa? !!! tunangan kamu, masa sih ? " kata kedua sahabatnya itu terkejut mendengar.
" iihhh, jangan keras keras bicaranya. aku tu malu, jangan keras keras " kata minajat yang semakin malu, gara gara banyak orang yang melihat ke tempat mereka duduk.
__ADS_1
" nya, maaf minajat. ko, kamu gak bilang sih ke kita ?" kata shopia bertanya.
" iya, kenapa kamu gak bilang ? kan kita sahabat kamu minajat " kata drasti bertanya juga ke minajat.
" maaf pin aku nya ? bukanya aku gak mau undang kalian berdua, tapi masalahnya itu acaranya di laksanakan dengan tiba tiba banget. aku juga maunya cuman keluarga aku sama keluarga calon ku aja yang hadir di acaranya " kata minajat menjelas kan ke pada sahabatnya itu.
" tiba tiba gimana maksud mu minajat ? " kata drasti kebingungan.
" iya, soalnya aku tu di jodoh kan oleh ortu ku dengan anak sahabat ortu ku itu dan aku pun gak pernah tau siapa calon ku, dan pas lamaran aja aku baru tau siapa dia" jawab minajat, tetapi dia gak bilang kalau calonnya itu adalah pak aditya.
" ya awalnya sih aku agak ragu, tapi pas aku yakin kan lagi dan berdoa aku gak ragu lagi " jelas minajat ke sahabatnya itu.
" berarti kapan nih nikahannya ? " kata drasti bertanya ke minajat sambil tersenyum.
__ADS_1
" mungkin seminggu lagi, doain aja supaya lancar semuanya " kata minajat sambil tersenyum juga.
" iya, dongg itu pasti. di undang gak nih kami, nanti gak di undang lagi nihh " kata shopia sambil bercanda.
" di undang lah, masa gak di undang sih. kalian itu kan teman ku " jawab minajat sambil tersenyum malu.
" penasaran deh, siapa sih orangnya yang telah mengambil hatinya sahabat ku ini " kata drasti penasaran dengan calon suami minajat.
" nanti kalian juga tau ko saat di acara pernikahan ku, tapi kalian jangan kaget nya sama calon suami ku itu nanti " kata minajat sambil bikin sahabatnya itu lebih penasaran.
" kaget kenapa minajat ? maaf nihh, apa dia punya kekurangan dalam fisiknya ? " tanya drasti dengan polosnya.
" bukan kekurangan fisik. dalam istilah fisiknya alhamdulillah dia sempurna, tapi gak tau sifatnya atau apanya. jika dia punya kekurangan insyaallah aku bisa terima " kata minajat menjelaskan.
__ADS_1
" oke, dehh. kami tunggu acara nikahannya " kata shopia tersenyum menghadap minajat dan di balas oleh minajat dengan senyuman juga.
setelah mereka selesai makan dan mereka kembali ke kalas untuk pembelajaran, dan ke betulan dosen pembelajaran ini adalah aditya yang masuk ke kelas mereka. drasti yang melihat aditya masuk, dia pun gugup dan gugupnya itu bukan main dan dia pun tidak karuan jadinya. begitu juga sama dengan aditya, dia gugup saat masuk dan matanya tertuju ke minajat yang duduk berada di barisan tengan itu.